Melawan Saat Ditangkap, Dua Terduga Teroris Anggota JAD Tewas

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolrestabes Bandung Hendro Pandowo terus membujuk terduga teroris untuk menyerah saat proses penangkapan di kantor Kelurahan Arjuna di Bandung, 27 Februari 2017. Petugas berhasil melumpuhkan pelaku saat terjadi baku tembak. TEMPO/Prima Mulia

    Kapolrestabes Bandung Hendro Pandowo terus membujuk terduga teroris untuk menyerah saat proses penangkapan di kantor Kelurahan Arjuna di Bandung, 27 Februari 2017. Petugas berhasil melumpuhkan pelaku saat terjadi baku tembak. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian kembali menangkap dua terduga teroris di Depok Jawa Barat. Polisi terpaksa melumpuhkan kedua anggota Jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) tersebut lantaran memberikan perlawanan saat penangkapan.

    "Keduanya meninggal di tempat karena memberikan perlawanan saat dilakukan penangkapan," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Mohammad Iqbal dalam keterangan tertulisnya, Sabtu 23 Juni 2018. Dua terduga teroris itu berinisial AS dan AZA.

    Baca: Polisi Kembali Tangkap Satu Terduga Teroris

    Iqbal mengatakan penangkapan dilakukan saat keduanya berboncengan sepeda motor sedang melakukan perjalanan di Jalan Tole Iskandar, Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat.

    Saat hendak ditangkap, kata Iqbal, terduga teroris tersebut menyerang polisi dan mengancam membunuh petugas dengan menggunakan sebilah pisau komando dan senjata api. Polisi pun terpaksa melakukan upaya pelumpuhan dan mengakibatkan keduanya meninggal dunia.

    Dalam penangkapan itu, kata Iqbal, polisi menyita satu bilah pisau komando, satu pucuk pistol FN lengkap dengan Magasen dan 10 butir peluru berkaliber 9 mm.

    Baca: Bawa Ransel, Terduga Teroris Ditembak Mati di Pamanukan Subang

    Menurut Iqbal, dua terduga teroris tersebut diduga sedang merencanakan serangan teror di Jawa Barat saat Pemilihan Kepala Daerah. Jenazah keduanya saat ini sudah di bawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

    Pada Sabtu pagi, kepolisian juga menangkap satu terduga teroris berinisial MM di Bogor. Anggota JAD itu juga diduga tengah merencanakan aksi amaliyah saat Pilkada Jawa Barat. Saat ini, kata Iqbal, kepolisian masih terus melakukan pengembangan terkait gerakan-gerakan teror menjelang gelaran Pilkada Serentak pada 27 Juni mendatang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.