Data Sementara, Penumpang KM Sinar Bangun Diduga 206 Orang

Reporter:
Editor:

Fransisco Rosarians Enga Geken

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keluarga penumpang menangis saat menyaksikan proses pencarian penumpang KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba, Simalungun, Sumatera Utara, Selasa, 19 Juni 2018. Kerabat penumpang KM Sinar Bangun mulai mendatangi posko di Pelabuhan Tigaras, Danau Toba. ANTARA/Irsan Mulyadi

    Keluarga penumpang menangis saat menyaksikan proses pencarian penumpang KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba, Simalungun, Sumatera Utara, Selasa, 19 Juni 2018. Kerabat penumpang KM Sinar Bangun mulai mendatangi posko di Pelabuhan Tigaras, Danau Toba. ANTARA/Irsan Mulyadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala SAR (Search and Rescue) Medan Budiawan mengatakan jumlah penumpang kapal motor Sinar Bangun atau KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba diprediksi 206 orang. Angka tersebut, menurut dia, akumulasi antara jumlah laporan anggota keluarga hilang dan jumlah korban yang berhasil dievakuasi.

    "Jumlah penumpang yang belum ditemukan sebanyak 184 orang," ucap Budiawan, seperti dilansir kantor berita Antara, Kamis, 21 Juni 2018. 

    Baca: Menhub Sebut KM Sinar Bangun Berkapasitas 43 Penumpang

    KM Sinar Bangun diduga mengangkut ratusan penumpang dan puluhan kendaraan bermotor roda dua dalam perjalanan dari Pelabuhan Simanindo, Samosir, menuju Pelabuhan Tigaras, Simalungun, Sumatera Utara, Senin, 18 Juni 2018. Padahal kapal kayu ini hanya memiliki kemampuan mengangkut 43-80 penumpang. Dalam kondisi kelebihan beban, KM Sinar Bangun oleng dan karam setelah dihantam angin dan ombak berkekuatan 12 knot sekitar pukul 17.30 WIB.

    Awalnya, KM Sinar Bangun dilaporkan mengangkut 80 penumpang berdasarkan informasi petugas dan saksi di Pelabuhan Simanindo. Namun tim gabungan justru menerima laporan dugaan hilangnya 184 orang dalam kecelakaan KM Sinar Bangun oleh para keluarga ke posko terpadu. 

    "Kami melakukan pengecekan data di posko, termasuk ke Kepolisian Resor Simalungun," ujar Budiawan.

    Baca: Kapal Tenggelam di Danau Toba, Jokowi: Kasus Ini Jangan Terulang

    Hingga saat ini, menurut Budiawan, tim gabungan telah berhasil mengevakuasi 22 korban KM Sinar Bangun. Para korban ini terdiri atas 19 penumpang dalam kondisi selamat dan tiga orang meninggal dunia. Semua anggota tim gabungan masih terus melakukan pencarian korban di kedalaman dan permukaan Danau Toba. Tim dan sejumlah perangkat pemerintah daerah juga melakukan penyisiran di pinggir Danau Toba.

    Kepala Polres Simalungun Ajun Komisaris Besar Liberty Pandjaitan menuturkan jumlah penumpang KM Sinar Bangun bersifat fluktuatif. Dia menilai banyak penumpang yang tak terdaftar dalam manifes kapal. Hal ini karena sebagian besar penumpang melakukan pembayaran di atas kapal.

    "Berdasarkan investigasi yang dilakukan, banyak penumpang yang naik KM Sinar Bangun secara serabutan, sehingga tidak terdata," kata Liberty Pandjaitan.

    Baca: Besok, Basarnas: Korban KM Sinar Bangun Mulai Banyak Ditemukan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.