Pelaku UMKM Masuki Pasar Global, bank bjb dan PGO Tandatangani MoU

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bank BJB melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan PGO tentang penggunaan produk, jasa dan layanan perbankan, di Balaikota DKI Jakarta, 25 April 2018. (Foto: Dok. BJB)

    Bank BJB melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan PGO tentang penggunaan produk, jasa dan layanan perbankan, di Balaikota DKI Jakarta, 25 April 2018. (Foto: Dok. BJB)

    INFO NASIONAL – Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan salah satu penopang perekonomian nasional. Karena itu, pengembangan UMKM terus digalakkan.

    Sejalan dengan program pemerintah tersebut, bank bjb sebagai bank berskala nasional turut berperan dalam mendorong dan memajukan UMKM. Bentuk dukungan yang dilaksanakan bank bjb diimplementasikan melalui dua program, yaitu penyaluran pembiayaan sebagai sumber permodalan usaha dan program pemberdayaan pelaku usaha dengan nama program PESAT (Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Terpadu).

    Program PESAT merupakan wujud dari misi bank bjb sebagai penggerak dan pendorong laju perekonomian di daerah, sekaligus menjawab tantangan yang dihadapi pelaku UMKM. “Saat ini, banyak pengusaha UMKM muda tidak hanya membutuhkan modal, tapi mereka juga membutuhkan pendidikan, training, pelatihan, serta pembinaan saat mereka berusaha. Dalam program tersebut, bank bjb juga memberikan berbagai pengetahuan, seperti cara pemasaran produk, sistem keuangan yang baik, kemasan yang bisa membuat produk menjadi menarik, serta manajerial, guna mendukung usaha para UMKM itu bisa lebih maju,” kata Ahmad Irfan.

    Perkembangan teknologi diakui atau tidak mempermudah para pelaku usaha memasarkan produknya. Salah satunya melalui e-Commerce, mengingat dengan maraknya perdagangan melalui e-Commerce, menuntut para pelaku UMKM Indonesia untuk bisa bersaing dengan skala yang lebih luas, yaitu pasar global. Karena itu, bank bjb melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Perkumpulan Gerakan OK OCE (PGO) tentang Penggunaan Produk, Jasa, dan Layanan Perbankan, yang bertempat di Ruang Balai Agung dan Ruang Media, Balai Kota DKI Jakarta, 25 April 2018. MoU tersebut ditandatangi CEO Regional 2 bank bjb Muhammad Mufti dan Ketua PGO Feran Jaya.

    Penandatanganan tersebut turut disaksikan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno. B.B.A.M.B. beserta Jajaran SKPD DKI Jakarta, Ketua Kadin PB SHIA Sapto Kashariyanto, Head e-Commerce Tigers Global Logistic & e-Shop Jiun Jye, CEO Global Trade Logistik Network Siswandi, Representation Global SME Alliance Michael The & Lewi Lim, Representation EBS China Huang Xiaoli & Ou Xiaoling, serta para pimpinan bank bjb. Adapun ruang lingkup nota kesepahaman terkait dengan:

    • Funding
    • Lending
    • Transaksi, yaitu sarana layanan perbankan yang membantu dan memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi perbankan, meliputi :
      • Penggunaan layanan informasi keuangan perbankan
      • Payroll service
      • Sistem pembayaran dan penerimaan yang terintegrasi, misalnya host to host (H2H)
      • Jasa layanan perbankan lain sesuai dengan kesepakatan kedua pihak

    Kemudian, akan dilakukan sinergi dengan SME (Small Medium Enterprise) Indonesia dengan menghadirkan export via e-Commerce, yaitu OK OCE EXPORT untuk memfasilitasi “Layanan End to End Worldwide e-Commerce” bagi para pelaku UMKM yang ingin melakukan kegiatan export via e-Commerce.

    Platform ini menggabungkan beberapa jenis kegiatan usaha, mulai dalam negeri hingga ke mancanegara. Sehingga dalam kegiatan ini akan dihadirkan tujuh mitra leader dalam dan luar negeri yang berkomitmen untuk mendukung platform ini, yaitu KADIN PB SOEKARNO HATTA, SMEIndonesia.org, GLOBAL TRADE LOGISTIC NETWORK, TIGERS GLOBAL LOGISTIC, TIGERS E-SHOP, bank bjb, GLOBAL SME ALLIANCE, EBS–China.

    Untuk transaksi keuangan platform ini didukung bank bjb, yang juga telah menyiapkan Kartu ATM Co-Branding debit atau kredit, untuk memfasilitasi layanan keuangan SME Export-Import. Di mana terdapat potensi bisnis lain, selain penggunaan co-branding dan fasilitas layanan keuangan, seperti:

    • Penggunaan layanan account service untuk UMKM yang bernaung dibawah PGO
    • Pembuatan kartu ATM co-branding untuk umkm yang bernaung dibawah PGO (pengajuan co-branding sesuai dengan regulasi dari BI, yakni harus dilakukan pengajuan 60 hari sebelumnya untuk registrasi dan mendapat persetujuan dari BI).
    • Pengelolaan keuangan (giro, tabungan, dan deposito) untuk PGO (Perkumpulan Gerakan OK OCE) serta UMKM
    • Kerja sama penyediaan market place Debitur UMKM binaan bank bjb.

    DKI Jakarta masih menjadi hub dari kegiatan e-Commerce International bagi produk-produk dalam negeri. Karena itu, pemerintah DKI Jakarta melalui OK OCE EXPORT memfasilitasi hal ini sehingga mempermudah UMKM di DKI Jakarta khususnya dan yang ada di seluruh Indonesia untuk memasuki pasar global melalui wadah ini.

    Diharapkan dengan adanya platform ini, UMKM serta para stakeholders dapat bersinergi lebih strategis dalam meningkatkan daya saing global usaha dan tenaga kerja UMKM. Sehingga bisa mendukung kinerja ekonomi DKI khususnya dan Bangsa Indonesia dengan lebih signifikan.

    Selain itu, kerja sama ini sebagai salah satu upaya mewujudkan visi bank bjb menjadi 10 bank terbesar berkinerja baik di Indonesia. Selain itu, hal ini merupakan bentuk sinergi bank bjb dengan pemerintah setempat, dalam hal ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, guna meningkatkan dan mendorong perekonomian masyarakat setempat. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.