PAN Bertemu Gatot Nurmantyo untuk Penjajakan Pilpres 2019

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Amanat Nasional (tiga dari kanan) dalam acara Temu Legislatif PAN di Hotel Mercure Ancol Jakarta, 21 September 2017. Tempo/Syafiul Hadi

    Ketua Umum Partai Amanat Nasional (tiga dari kanan) dalam acara Temu Legislatif PAN di Hotel Mercure Ancol Jakarta, 21 September 2017. Tempo/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Bara Hasibuan mengakui adanya pertemuan Gatot Nurmantyo dengan petinggi PAN untuk penjajakan menjelang Pemilihan Presiden  2019. Penjajakan dilakukan setelah nama mantan Panglima TNI itu masuk dalam bursa calon presiden pada Pemilu 2019. 

    “Ya, Pak Gatot menjadi salah satu nama yang diperhitungkan,” kata Bara di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 26 April 2018. Meski begitu, ia enggan menjelaskan secara rinci tentang pertemuan itu. Menurut dia, penjajakan dengan Gatot masih terus berlangsung.

    Baca: PAN Akan Tentukan Koalisi Pilpres Usai Pilkada

    Pertemuan itu, kata Bara, berlangsung secara informal. Bagi PAN, pertemuan itu untuk mengeksplorasi semua kemungkinan politik menjelang pemilu. “Kami melobi, kami bicara, apakah ada kecocokan.” Hingga kini, PAN belum memutuskan arah koalisi partai untuk pemilu 2019.

    Nama Gatot Nurmantyo masuk dalam bursa calon presiden maupun calon wakil presiden untuk Pemilu 2019. Nama Gatot muncul dalam sejumlah survei ketika poros Prabowo Subianto yang diusung Partai Gerindra dan Joko Widodo yang diusung PDI Perjuangan yang akan berlaga di Pilpres 2019.

    Gatot memiliki dukungan relawan untuk maju dalam pemilihan presiden. Beberapa di antaranya adalah Relawan Selendang Putih Nusantara dan Gatot Nurmantyo untuk Rakyat. RSPN bahkan sudah mendeklarasikan untuk mendukung Gatot maju dalam pilpres. 

    Baca:Amien Rais Sebut Poros Ketiga di Pilpres 2019 Mustahil Terbentuk

    Gatot Nurmantyo mengatakan masih akan menemui sejumlah pimpinan partai politik karena situasi masih cair menjelang masa pendaftaran calon presiden pada Agustus 2018. "Itu yang harus kita pahami, enggak bisa dipaksakan," ujar Gatot, Rabu kemarin, seusai menjadi pembicara kunci dalam Urun Rembug Kebangsaan yang digelar Nusantara Foundation.

    Semua pihak, kata Gatot, melihat situasi. “Situasi bisa berubah karena dalam politik yang tidak mungkin bisa jadi mungkin.” Akan halnya PAN, belum menentukan arah koalisi hingga saat ini.


  • PAN
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.