Bawaslu Selidiki Teriakan #2019GantiPresiden di Acara KPU Jambi

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Momen menjelang tahun politik 2019 untuk pemilihan presiden tidak disia-siakan oleh warga, khususnya mereka yang melihat peluang bisnis. MARIA FRANSISCA

    Momen menjelang tahun politik 2019 untuk pemilihan presiden tidak disia-siakan oleh warga, khususnya mereka yang melihat peluang bisnis. MARIA FRANSISCA

    TEMPO.CO, Jakarta - - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jambi memanggil Komisi Pemilihan Umum Jambi untuk mengklarifikasi soal adanya teriakan "#2019GantiPresiden" dalam acara pergelaran seni budaya diselenggarakannya beberapa hari yang lalu.

    "Hari ini kami layangkan surat ke KPU, akan kami panggil besok," kata Ketua Bawaslu Jambi Asnawi Rivai lewat sambungan telepon kepada wartawan, Senin, 23 April 2018.

    Lebih jauh, Bawaslu akan mendalami apakah ada unsur kelalaian dari KPU dalam kegiatan itu sehingga timbul persoalan. KPU, menurut Asnawi, semestinya memiliki kewenangan mengenai apa saja materi yang bisa disajikan dalam pergelaran itu.

    Asnawi menuturkan saat itu sebenarnya ada anggota Bawaslu yang hadir di sana. Namun, kejadiannya memang spontan dan tidak diduga. "Kami juga menyayangkan kejadian itu kepada KPU kenapa bisa jadinya seperti itu," kata dia. "Termasuk partai yang lain juga keberatan dengan penampilan itu."

    Ketua KPU Jambi Subhan mengatakan teriakan itu muncul dari perwakilan Partai Gerindra yang diberikan waktu untuk menyuguhkan penampilan seni. "Acara tersebut memang dirancang agar setiap partai politik menampilkan seni budaya," kata Subhan.

    BACA: Kata KPU Jambi Soal Viral 2019 Ganti Presiden di Acara Mereka

    Subhan mengatakan acara pergelaran seni dan budaya itu adalah bagian dari acara yang diselenggarakan serentak oleh KPU di seluruh Indonesia untuk menyongsong satu tahun menjelang pemilu 2019. Meski, dia berujar sejak awal memang tak ada peraturan mengenai konten apa yang diperbolehkan disajikan pada pergelaran itu.

    Sehingga, pada giliran Gerindra, awak partai berlogo kepala burung itu pun menyajikan opera parodi. Subhan mengatakan inti dari pertunjukan partai yang dipimpin Prabowo Subianto itu mengajak para pemilih menggunakan hak pilihnya di tempat pemungutan suara pada 17 April 2019.

    "Akan tetapi, ternyata disisipkan oleh mereka kritikan terhadap pemerintah, terkait harga sembako, bahan bakar minyak, dan gas," ujar Subhan.

    Lantas, kata Subhan dalam suguhan Gerindra itu, ada adegan dimana seorang tokoh membuka jaketnya. Sang pemain opera ternyata mengenakan kaos bertuliskan #2019GantiPresiden. "selanjutnya pemain opera tersebut menyampaikan seperti yg ada dalam video."

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.