Hadi Tjahjanto Minta Mahasiswa Sampaikan Kritik dengan Santun

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima Tentara Nasional Indonesia Marsekal Hadi Tjahjanto, saat mengikuti senam Maumere di Markas Besar Tentara Nasional Indonesia, Jakarta, 6 Maret 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Panglima Tentara Nasional Indonesia Marsekal Hadi Tjahjanto, saat mengikuti senam Maumere di Markas Besar Tentara Nasional Indonesia, Jakarta, 6 Maret 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Marsekal Hadi Tjahjanto menerima audiensi Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) Sahat M.P. Sinurat beserta pengurus di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur.

    Hadi berpesan agar para pemuda terus menjaga komitmen persatuan dan kesatuan bangsa serta mendukung program-program pemerintah. “Jaga nama baik pemuda karena pemuda mempunyai kekuatan yang dapat mengguncang dunia,” kata Hadi Tjahjanto dalam keterangan tertulis, Kamis, 15 Maret 2018.

    Baca juga: Panglima TNI Hadi Tjahjanto Terima Dua Penghargaan Tertinggi TNI

    Menurut Hadi, apabila ada program pemerintah yang dinilai tidak sesuai, kritik bisa disampaikan dengan cara-cara yang santun berdasarkan ketentuan dan aturan yang berlaku.

    Dalam audiensi, Sahat Sinurat memaparkan tentang program kerja dan susunan organisasi GMKI termasuk perayaan Paskah Nasional 2018.

    “Pengurus Pusat GMKI sering melakukan pertemuan-pertemuan dan membangun hubungan komunikasi dengan berbagai organisasi mahasiswa keagamaan lainnya untuk mendiskusikan masalah-masalah guna merekatkan dan meningkatkan wawasan kebangsaan,” ujar Sahat.

    Sahat mengundang dan mengharapkan kehadiran Hadi Tjahjanto pada acara Paskah Nasional dengan tema “Berdamailah Dengan Semua Ciptaan”, yang akan diselenggarakan di Kabupaten Manokwari Papua Barat pada April 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.