Jumat, 14 Desember 2018

Gempa di Karangasem, Terasa Sampai Mataram

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gempa bumi. ANTARA FOTO

    Ilustrasi gempa bumi. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, JakartaGempa bumi dengan kekuatan 5 skala Richter mengguncang Kabupaten Karangasem, Bali, Kamis subuh, 9 November 2017. Goncangan gempa ini dirasakan masyarakat di Mataram, Nusa Tenggara Barat.

    Laman Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan gempa bumi itu terjadi pada pukul 04.54 WIB. Gempa bumi itu berlokasi di 8.26 derajat Lintang Selatan dan 115.57 derajat Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer. 

    Baca juga: Gempa Bermagnitudo 6,4 Guncang Bali dan Nusa Tenggara 

    Pusat gempa berada di 11 kilometer timur laut Karangasem, Bali, dan tidak berpotensi tsunami.

    Di Mataram, pada pukul 5.54.18 Waktu Indonesia Tengah,  goncangan gempa itu mengagetkan warga. Menurut Kepala Stasiun Geofisika Mataram Agus Riyanto, kekuatan gempa 5.0 skala richter pusat gempa berada di Karangasem, Bali.

    Sebagian penduduk warga Lingkungan Arong-Arong Timur Kelurahan Dasan Agung Mataram keluar dari rumah seraya mengucap takbir. ''Allah Akbar. Ya Allah,'' kata Saiful.  Belum ada kabar dampak dari goncangan gempa tersebut.

    Menurut Kepala Stasiun Geofisika Mataram Agus Riyanto, karena adanya aktifitas Gunung Agung di daerah itu, masih dilakukan kajian apakah gempa merupakan akibat dari aktivitas gunung api tersebut. ''Dangkal sumbernya, maka dirasakan keras sekali goncangannya walaupuan di Mataram,'' ujar Agus Riyanto.

    Sebelumnya, telah terjadi dua kali gempa bumi yang pusat gempanya di sekitaran Bima. Terjadi 31 Oktober 2017 lalu, berasal dari tenggara Bima, jaraknya sekitar 52 dan 54 kilometer berlangsung pertama pukul 6.37.19 WITA berkekuatan 5,4 SR dari kedalaman 130 kilometer dan yang kedua berkekuatan 5,1 SR dari kedalaman 10 kilometer.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.