Penjelasan Menpora, Mengapa Perayaan Hari Santri Tak Perlu Mewah

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengatakan peringatan Hari Santri Nasional sebagai momentum penting bagi sejarah perjuangan santri dalam membela Tanah Air.

    "Ini momentum penting bagi santri dengan ditandainya sejarah perjuangan santri yang tiada henti membela tanah air dari segala bentuk penjajahan, baik sebelum kemerdekaan, sampai sekarang," kata Menteri Imam, saat dihubungi Tempo, Sabtu malam, 21 Oktober 2017.

    Baca: Hari Santri Nasional, Menteri Agama: Maknanya Kini Luas

    Presiden Joko Widodo menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Keputusan itu dituangkan dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015.

    Tanggal 22 Oktober menjadi Hari Santri Nasional karena pada tanggal itu pernah ada peristiwa penting di masa lalu. Ketika zaman mempertahankan kemerdekaan, terbit fatwa jihad bagi para santri di tanggal tersebut.

    Ahad, 22 Oktober 2017, adalah tahun kedua peringatan Hari Santri Nasional. Menurut Menpora, perayaannya tidak perlu mewah. "Merayakannya cukup dengan acara yang sederhana, sebagai simbol kesederhanaan santri," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.