Aksi 112, Ini Kata Wiranto Soal Keamanan dan Cegah Provokasi

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Jumat, 10 Februari 2017 18:30 WIB

Wiranto, Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto meminta masyarakat tidak panik dan khawatir soal aksi 112 yang akan digelar Forum Umat Islam besok, Sabtu, 11 Februari 2017. Selain itu, ia juga meminta masyarakat, tak terkecuali peserta aksi, untuk tidak mudah terpengaruh info-info yang beredar.

"Jangan terpengaruh oleh hoax, provokasi yang tidak bertanggungjawab, yang menggunakan momen esok untuk membuat keadaan makin keruh," ujar Wiranto usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jumat, 10 Februari 2017.

Baca : Aksi 112, Panglima TNI Mengakui Dicurhati Banyak Ulama

Sebagaimana telah diberitakan, aksi 112 adalah aksi yang digelar FUI dan gabungan berbagai ormas Islam untuk merespon situasi politik Indonesia akhir-akhir ini. Beberapa hal yang akan mereka tekankan dalam aksi itu adalah tanggapan terhadap perkara yang menjerat sejumlah ulama Front Pembela Islam hingga proses hukum terhadap terdakwa kasus penistaan agama yaitu Basuki Tjahaja Purnama.

Aksi 112 diklaim akan diikuti kurang lebih 100 ribu massa. Mereka berasal dari Front Pembela Islam, FUI, Gerakan Nasional Pembela Fatwa Majelis Ulama Indonesia, Pemuda Muhammadiyah, dan masih banyak lagi. Dan, rencananya, akan dilangsungkan di Masjid Istiqlal saja setelah FUI dilarang menggelar long march oleh Polda Metro Jaya.

Sebelum aksi 112, ormas Islam sudah menggelar aksi serupa yang dilabeli sebagai aksi 411 dan 212 pada November dan Desember tahun lalu. Khusus aksi 411, berujung rusuh akibat provokasi sejumlah pihak. Presiden Joko Widodo bahkan menyebut aksi 411 ditunggangi aktor-aktor politik yang ingin meraih kepentingan pribadi.

Wiranto berkata, pemerintah akan berupaya mencegah provokasi atau situasi serupa tidak terjadi pada aksi 112. Kalau ternyata di hari H masih ada melakukan upaya tersebut, maka aparat penegak hukum siap melakukan penindakan tegas tanpa pandang bulu.

Simak : Aksi 112, SBY Puji Wiranto Tampil Mengapresiasi Rizieq FPI

FUI dan ormas-ormas Islam yang lain pun, kata Wiranto, sudah berkomitmen untuk tidak membuat masyarakat resah, tidak aman, maupun tidak tenang lewat kerusuhan maupun provokasi. Wiranto berkata, hal itu adalah jaminan moral yang luar biasa berat dan ia akan melihat apakah peserta aksi 112 besok bisa membuktikan komitmen mereka.

"Beberapa kelompok, terutama FPI dan GNPF, memberikan suatu komitmen bahwa mereka juga akan ikut menjaga Pilkada agar kondusif. Itu juga saya pegang janjinya," ujar Wiranto menegaskan.

Terakhir, Wiranto menyatakan bahwa dirinya sudah menyampaikan hasil pertemuan dengan FPI kepada Presiden Joko Widodo. Semuanya disampaikan dalam panjang lebar agar Presiden mendapatkan gambaran jelas akan aksi besok.

ISTMAN MP

Berita terkait

Gelombang Protes Kampus Pro-Palestina di Amerika Serikat Direpresi Aparat, Dosen Pun Kena Bogem

5 hari lalu

Gelombang Protes Kampus Pro-Palestina di Amerika Serikat Direpresi Aparat, Dosen Pun Kena Bogem

Polisi Amerika Serikat secara brutal menangkap para mahasiswa dan dosen di sejumlah universitas yang menentang genosida Israel di Gaza

Baca Selengkapnya

Mahasiswa Adukan Universitas Columbia Soal Represi Demo Pro-Palestina

6 hari lalu

Mahasiswa Adukan Universitas Columbia Soal Represi Demo Pro-Palestina

Mahasiswa Universitas Columbia mengajukan pengaduan terhadap universitas di New York itu atas tuduhan diskriminasi dalam protes pro-Palestina

Baca Selengkapnya

Gelombang Protes Dukung Palestina Menyebar di Kampus Bergengsi di AS

6 hari lalu

Gelombang Protes Dukung Palestina Menyebar di Kampus Bergengsi di AS

Mahasiswa di sejumlah kampus bergengsi di Amerika Serikat menggelar protes untuk menyatakan dukungan membela Palestina.

Baca Selengkapnya

Google Kembali Melakukan PHK, Ini Alasannya

12 hari lalu

Google Kembali Melakukan PHK, Ini Alasannya

Dalam beberapa bulan terakhir Google telah melakukan PHK sebanyak 3 kali, kali ini berdampak pada 28 karyawan yang melakukan aksi protes.

Baca Selengkapnya

Eks Danjen Kopassus Soenarko hingga Din Syamsuddin Hadiri Demo di MK Jelang Putusan Sengketa Pilpres

13 hari lalu

Eks Danjen Kopassus Soenarko hingga Din Syamsuddin Hadiri Demo di MK Jelang Putusan Sengketa Pilpres

Din Syamsuddin dan eks Danjen Kopassus, Soenarko, turut hadir di unjuk rasa jelang putusan MK soal sengketa Pilpres 2024

Baca Selengkapnya

Polisi Kerahkan 2.713 Personel Jaga Demo Jelang Putusan Gugatan Pilpres di MK

13 hari lalu

Polisi Kerahkan 2.713 Personel Jaga Demo Jelang Putusan Gugatan Pilpres di MK

2.713 personel gabungan dikerahkan untuk menjaga demonstrasi di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) jelang putusan sengketa Pilpres 2024.

Baca Selengkapnya

Jelang Demo Gugatan Pilpres di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat Ditutup

13 hari lalu

Jelang Demo Gugatan Pilpres di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat Ditutup

Polisi mulai menutup Jalan Medan Merdeka Barat menyusul rencana demonstrasi jelang sidang putusan sengketa Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Baca Selengkapnya

Prabowo Minta Demo di Depan Gedung MK Dibatalkan, Haris Rusli: Beliau Khawatir Ada Gesekan dan Benturan Sosial

13 hari lalu

Prabowo Minta Demo di Depan Gedung MK Dibatalkan, Haris Rusli: Beliau Khawatir Ada Gesekan dan Benturan Sosial

Komandan Tim Kampanye Nasional bidang relawan Haris Rusli Moti menyatakan, Prabowo meminta penghentian aksi damai di depan gedung MK

Baca Selengkapnya

Suasana Gedung KPU Sehari Setelah Penetapan Hasil Pemilu: Jalan Sudah Dibuka, Tak Ada Demo

42 hari lalu

Suasana Gedung KPU Sehari Setelah Penetapan Hasil Pemilu: Jalan Sudah Dibuka, Tak Ada Demo

Begini suasana di kawasan Gedung KPU RI sehari setelah penetapan hasil Pemilu 2024.

Baca Selengkapnya

Profil Din Syamsuddin Pengerak Demonstrasi Kecurangan Pemilu 2024

42 hari lalu

Profil Din Syamsuddin Pengerak Demonstrasi Kecurangan Pemilu 2024

Din Syamsuddin menjadi salah satu tokoh penggerak aksi unjuk rasa menolak pemilu curang

Baca Selengkapnya