Dituntut 20 Bulan Bui, Pembakar DPRD Gowa Minta Dibebaskan  

Reporter

Jumat, 28 Oktober 2016 16:35 WIB

Dua orang tersangka pelaku pembakaran kantor DPRD Gowa, Sulawesi Selatan, ditangkap. FAHMI ALI

TEMPO.CO, Makassar - Tim pengacara lima terdakwa kasus pembakaran kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, meminta majelis hakim membebaskan para tersangka.

"Mereka adalah korban eksploitasi orang dewasa," kata pengacara terdakwa, Abdul Gofur, seusai sidang di Pengadilan Negeri Sunggiminasa, Gowa, Jumat, 28 Oktober 2016.

Gofur membacakan pleidoi setelah terdakwa dituntut berbeda oleh jaksa penuntut umum. Kelima terdakwa yang masih berusia di bawah umur itu masing-masing berinisial AL, 15 tahun, NR (16), MS (16), dan AD (16) yang dituntut 20 bulan, serta MR (13) yang dituntut 17 bulan.

Gofur mengatakan tidak ada niat sama sekali dari para terdakwa untuk melakukan pembakaran. Bahkan dua di antaranya, yakni MS dan AD, baru pulang dari sekolah saat insiden itu terjadi.

"Mereka dipengaruhi oleh massa yang melakukan pelemparan ke kantor DPRD," ujarnya.

Gofur juga mengatakan tuntutan jaksa yang menyatakan terdakwa melakukan perbuatan bersama-sama, dinilai tidak benar. Menurut dia, terdakwa sebelumnya tidak saling mengenal sampai peristiwa itu terjadi.

"Kami minta majelis hakim bijak memutus perkara ini," katanya.

Jaksa penuntut, Denata, menyatakan tetap pada tuntutan sebelumnya. "Sesuai fakta sidang terdakwa layak dituntut dengan hukuman itu," ucapnya.

Rencananya, sidang akan dilanjutkan dengan agenda pembacaan putusan pada Selasa, 1 November 2016.

Sebelumnya, sekelompok massa berunjuk rasa secara anarkis di gedung DPRD Gowa pada Senin, 26 September 2016. Massa yang mengatasnamakan Keluarga Kerajaan Gowa itu langsung merusak dan melakukan pembakaran.

Aksi ini merupakan buntut dari penolakan keluarga kerajaan atas penetapan Peraturan Daerah Lembaga Adat Daerah (LAD) Gowa. Dalam peraturan daerah itu mengatur tentang Bupati Gowa yang bertugas melaksanakan fungsi-fungsi sombayya (raja) di Kerajaan Gowa.

Selain lima terdakwa itu, masih ada dua orang yang diduga sebagai otak pembakaran. Mereka adalah Ikhsan Tika, 36 tahun, dan Muhammad Ridwan Limpo, 41 tahun.

Juru bicara Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Komisaris Besar Frans Barung Mangera, menyatakan, berkas perkara kedua tersangka masih dalam tahap perampungan.

"Tersangka akan diserahkan ke jaksa setelah berkas dinyatakan lengkap untuk disidangkan," ujar Barung.

ABDUL RAHMAN

Baca juga:
JK: Penguasa yang Incar Dahlan Iskan Bukan di Jakarta
Presiden Jokowi Sering Kemudikan Mobil Golf di Istana
Demo Anti-Ahok 4 November, Polda Kerahkan 7.000 Personel

Berita terkait

MK Gelar Sidang Perdana Sengketa Pileg pada Senin 29 April 2024, Ini Tahapannya

1 hari lalu

MK Gelar Sidang Perdana Sengketa Pileg pada Senin 29 April 2024, Ini Tahapannya

Bawaslu minta jajarannya menyiapkan alat bukti dan kematangan mental menghadapi sidang sengketa Pileg di MK.

Baca Selengkapnya

Mantan Napi Korupsi Melenggang Menjadi Anggota Dewan: Nurdin Halid dan Desy Yusandi

30 hari lalu

Mantan Napi Korupsi Melenggang Menjadi Anggota Dewan: Nurdin Halid dan Desy Yusandi

ICW temukan 56 mantan napi korupsi ikut dalam proses pencalonan anggota legislatif Pemilu 2024. Nurdin Halid dan Desy Yusandi lolos jadi anggota dewan

Baca Selengkapnya

Kaesang Pangarep: Perolehan Kursi PSI di DPRD Meningkat Sekitar 200 Persen

37 hari lalu

Kaesang Pangarep: Perolehan Kursi PSI di DPRD Meningkat Sekitar 200 Persen

Kaesang Pangarep mengatakan, meski PSI tidak lolos ke Senayan, perolehan kursinya di DPR meningkat sekitar 200 persen.

Baca Selengkapnya

William Aditya Sarana Raih Suara Tertinggi Pemilu 2024 untuk Caleg DPRD DKI Jakarta, Ini Profilnya

41 hari lalu

William Aditya Sarana Raih Suara Tertinggi Pemilu 2024 untuk Caleg DPRD DKI Jakarta, Ini Profilnya

Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta William Aditya Sarana meraih suara terbanyak untuk caleg DPRD DKI dalam Pemilu 2024. Di mana dapilnya? Ini profilnya

Baca Selengkapnya

Wayan Koster Umumkan Lima Kader PDIP Bali Amankan Tiket ke Senayan

45 hari lalu

Wayan Koster Umumkan Lima Kader PDIP Bali Amankan Tiket ke Senayan

Wayan Koster mengatakan PDIP masih menjadi partai terkuat di Pulau Dewata meskipun capres-cawapresnya belum berhasil menang.

Baca Selengkapnya

Ketua Komisi A DPRD DIY: Tidak Boleh Sweeping Rumah Makan Saat Ramadan

54 hari lalu

Ketua Komisi A DPRD DIY: Tidak Boleh Sweeping Rumah Makan Saat Ramadan

Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto menegaskan tidak boleh ada sweeping rumah makan saat Ramadan. Begini penjelasannya.

Baca Selengkapnya

Meninggal Dunia Sebelum Kampanye, Caleg PAN Raih Suara Terbanyak di Jabar

54 hari lalu

Meninggal Dunia Sebelum Kampanye, Caleg PAN Raih Suara Terbanyak di Jabar

Meski telah meninggal dunia sebelum masa kampanye, caleg dari partai PAN, mendapatkan raihan suara terbanyak.

Baca Selengkapnya

Komisioner KPU Jayawijaya Dianiaya Massa Distrik Asotipo, Pleno Dibatalkan

56 hari lalu

Komisioner KPU Jayawijaya Dianiaya Massa Distrik Asotipo, Pleno Dibatalkan

Penganiayaan Komisioner KPU dan perusakan Gedung DPRD Jayawijaya berawal saat massa Distrik Asotipo datang membawa alat tajam dan batu.

Baca Selengkapnya

MK Perbolehkan Calon Anggota DPR, DPD dan DPRD Maju Pilkada Tanpa Perlu Mengundurkan Diri

57 hari lalu

MK Perbolehkan Calon Anggota DPR, DPD dan DPRD Maju Pilkada Tanpa Perlu Mengundurkan Diri

MK menyatakan calon anggota DPR, DPD dan DPRD tetap boleh maju pilkada tanpa perlu mengundurkan diri sebagai anggota Dewan.

Baca Selengkapnya

Pegawainya Diduga Terlibat Pungli di Rutan KPK, Begini Kata Sekretariat DPRD DKI Jakarta

59 hari lalu

Pegawainya Diduga Terlibat Pungli di Rutan KPK, Begini Kata Sekretariat DPRD DKI Jakarta

DPRD DKI Jakarta siap untuk mengambil langkah dalam memproses pegawai bernama Hengki yang diduga terlibat dalam pungli di Rutan KPK.

Baca Selengkapnya