Kejagung: Belum Ada Novum pada Kasus Munir  

Sabtu, 8 September 2012 10:13 WIB

Stiker bertuliskan "Saya Munir" dibagikan saat Aksi Diam Kamisan di depan Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/9). TEMPO/Yosep Arkian

TEMPO.CO, Jakarta - Kejaksaan Agung mengaku belum mendapatkan bukti baru atau novum untuk melakukan peninjauan kembali atas kasus pembunuhan terhadap aktivis HAM, Munir Said Thalib. PK itu atas putusan bebas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terhadap mantan Deputi V Badan Intelijen Negara, Muchdi Purwoprandjono.

"Novum tidak bisa dicari-cari," kata Wakil Jaksa Agung Darmono kepada Tempo, Kamis, 6 september 2012. Darmono mengatakan bukti baru itu harus muncul sendiri.

Sebelumnya, Suciwati, istri Munir, mengaku sudah mengajukan dua novum atau bukti baru dalam kasus pembunuhan Munir. Dua bukti baru itu sudah disampaikan Komite Aksi Solidaritas Munir (Kasum) dan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) kepada Kejaksaan Agung pada pertengahan Mei 2012 lalu.

Kedua bukti baru itu adalah soal alibi Muchdi pada saat pembunuhan Munir terjadi dan bukti adanya percakapan antara Muchdi dan Pollycarpus menjelang pembunuhan Munir, 7 September 2004.

Selama ini, Muchdi selalu mengklaim berada di Malaysia pada 6-12 September 2012 untuk sebuah tugas BIN, ketika Munir tewas diracun di atas pesawat Garuda menuju Amsterdam. Di persidangan, ketika didakwa sebagai dalang pembunuhan Munir, Muchdi mengajukan bukti paspor hijau miliknya yang distempel imigrasi Malaysia.

Nah, bukti baru Komite Aksi Solidaritas Munir adalah keterangan BIN bahwa mereka tidak pernah menugaskan Muchdi ke Malaysia pada pekan ketika Munir tewas. Selain itu, jika Muchdi memang ditugaskan BIN ke Malaysia, seharusnya dia menggunakan paspor dinas warna biru, bukan paspor sipil warna hijau.

Novum kedua yang diajukan keluarga Munir adalah soal bukti percakapan antara Pollycarpus dan Muchdi. Di persidangan, Muchdi juga selalu membantah adanya hubungan antara dia dan Polly. Namun, dari upaya gugatan yang dilakukan Komite Solidaritas Munir kepada BIN di Komisi Informasi Pusat, diperoleh rekaman pembicaraan yang dimaksud.

Meski sudah memperoleh dua bukti itu, Wakil Jaksa Agung berkeras keduanya bukan bukti baru. “Novum itu harus dibuatkan berita acara, dan semua keterangan saksinya dibuat di bawah sumpah. Saat ini, belum ada bukti yang layak disebut dan dijadikan novum,” kata Darmono.

SUNDARI

Berita Terpopuler:
Wanita Teman Telanjang Pangeran Harry Ditahan

Ribuan Pendukung Hartati Kepung KPK

Cari Donasi demi Tonton Eksekusi Pemerkosa Anaknya

Keputusan Arsenal Jual Van Persie-Song, Disesali

40 Jenis Mobil Akan Dilarang Minum BBM Bersubsidi

Zulkarnaen Minta Sebutan Korupsi Al Quran Direvisi

Sejumlah Tokoh Siapkan Mahfud MD Jadi Capres

Golkar: Naik Turun Bisnis Bakrie Itu Biasa

Tes Mamografi Malah Menyebabkan Kanker

Awas, Anda Bisa Kehilangan Motor di Sini

Berita terkait

Istri Munir Pesimistis Komnas HAM Bisa Selidiki Kasus Kematian Suaminya

39 hari lalu

Istri Munir Pesimistis Komnas HAM Bisa Selidiki Kasus Kematian Suaminya

Suciwati mengatakan Komnas HAM hanya memeriksa 3 saksi dalam waktu satu tahun tiga bulan dalam penyelidikan kembali kematian Munir.

Baca Selengkapnya

Didesak Tetapkan Kasus Munir Jadi Pelanggaran HAM Berat, Komnas HAM: Tunggu Penyelidikan

40 hari lalu

Didesak Tetapkan Kasus Munir Jadi Pelanggaran HAM Berat, Komnas HAM: Tunggu Penyelidikan

Komite Aksi Solidaritas untuk Munir (Kasum) mendesak Komnas HAM menetapkan kasus pembunuhan Munir Said Thalib sebagai pelanggaran HAM berat

Baca Selengkapnya

Suciwati Tuntut Pengadilan HAM Ad Hoc Kematian Munir: Presiden Harus Buktikan Janji Menuntaskan

46 hari lalu

Suciwati Tuntut Pengadilan HAM Ad Hoc Kematian Munir: Presiden Harus Buktikan Janji Menuntaskan

Istri aktivis HAM Munir, Suciwati desak ada pengadilan HAM ad hoc untuk kematian suaminya. Ia menuntut presiden buktikan janji untuk menuntaskannya.

Baca Selengkapnya

Suciwati Mengaku Sudah Lelah dengan Janji Pengusutan Pembunuhan Munir, Komnas HAM dan Kejagung Saling Lempar

46 hari lalu

Suciwati Mengaku Sudah Lelah dengan Janji Pengusutan Pembunuhan Munir, Komnas HAM dan Kejagung Saling Lempar

Suciwati, istri dari Munir berharap pengungkapan kasus pembunuhan terhadap suaminya segera tuntas.

Baca Selengkapnya

Kasum Desak Komnas HAM Segera Tetapkan Kasus Kematian Munir Sebagai Pelanggaran Berat Hak Asasi Manusia

47 hari lalu

Kasum Desak Komnas HAM Segera Tetapkan Kasus Kematian Munir Sebagai Pelanggaran Berat Hak Asasi Manusia

Komisi Aksi Solidaritas untuk Munir desak Komnas HAM segera tuntaskan kasus pembunuhan Munir Said Salib pada 7 September 2004.

Baca Selengkapnya

Diperiksa Komnas HAM soal Kematian Munir, Usman Hamid Berharap Dalang Pembunuhan Segera Diungkap

47 hari lalu

Diperiksa Komnas HAM soal Kematian Munir, Usman Hamid Berharap Dalang Pembunuhan Segera Diungkap

Menurut Usman Hamid, hasil penyelidikan tim pencari fakta sudah lengkap sehingga ia berharap Komnas HAM segera mengumumkan dalang pembunuhan Munir.

Baca Selengkapnya

Istri Munir Termasuk 50 Tokoh Kirim Surat ke Partai Politik Dukung Hak Angket Pemilu 2024, Suciwati Khawatirkan Ini

51 hari lalu

Istri Munir Termasuk 50 Tokoh Kirim Surat ke Partai Politik Dukung Hak Angket Pemilu 2024, Suciwati Khawatirkan Ini

Istri Munir, Suciwati termasuk dari 50 tokoh yang kirimkan surat kepada ketua umum partai politik untuk ajukan hak angket DPR. Ini alasannya mendukung

Baca Selengkapnya

Profil Arief Sulistyanto, Eks Kabareskrim yang Pernah Usut Kasus Munir jadi Komisaris ASABRI

55 hari lalu

Profil Arief Sulistyanto, Eks Kabareskrim yang Pernah Usut Kasus Munir jadi Komisaris ASABRI

Profil Arief Sulistyanto yang diangkat Erick Thohir jadi Komisaris ASABRI.

Baca Selengkapnya

Aksi Kamisan 17 Tahun, Suciwati Tak Berhenti Tuntut Keadilan untuk Kematian Aktivis HAM Munir

19 Januari 2024

Aksi Kamisan 17 Tahun, Suciwati Tak Berhenti Tuntut Keadilan untuk Kematian Aktivis HAM Munir

Aksi 17 tahun Aksi Kamisan kemarin dilakukan. Salah satu aktivis yang kerap mengikuti gerakan tuntut keadilan yaitu Suciwati, istri aktivis HAM Munir.

Baca Selengkapnya

Mengingat Asal-usul Aksi Kamisan yang Sudah Mencapai 17 Tahun

18 Januari 2024

Mengingat Asal-usul Aksi Kamisan yang Sudah Mencapai 17 Tahun

Setiap Kamis sore sejak 18 Januari 2007, Aksi Kamisan menuntut negara menuntaskan kasus hak asasi manusia atau HAM berat di Indonesia.

Baca Selengkapnya