Fotografer Tabloid BOLA Divonis Bebas

Reporter

Editor

Kamis, 15 April 2010 15:24 WIB

TEMPO Interaktif, Surabaya - Majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan vonis bebas kepada fotografer tabloid olah raga BOLA, Dwi Ari Setyadi alias Yoyok dan desainer iklan Triyanto, Kamis (15/4).

Dalam amar putusannya, ketua majelis Achmad Sugeng Jauhari menyatakan bahwa kedua terdakwa tidak terbukti melanggar dakwaan primer pasal 72 ayat 5 Undang-Undang No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta seperti dakwaa jaksa.

Terdakwa juga tidak terbukti memenuhi unsur dakwaan subsider pasal 72 ayat 5 UU 19 Tahun 1992 tentang Merek Umum serta pasal 378, 355, 311 dan 310 KUHP. Pada 18 Mei 2010 lalu keduanya dituntut hukuman enam bulan penjara dengan masa percobaan satu tahun oleh penuntut umum Siti Nurhadiasih dan Supramono. "Seluruh dakwaan penuntut umum tak terbukti, terdakwa harus dibebaskan dan dipulihkan haknya," kata Sugeng.

Atas putusan itu Supramono menyatakan pikir-pikir. Adapun Dwi dan Triyanto merasa bersyukur. "Kami lega akhirnya perkara ini berakhir sesuai dengan yang kita harapkan," kata Dwi, 39 tahun.

Kasus yang dihadapi Dwi dan Triyanto berawal dari laporan pebulutangkis Tony Gunawan ke Kepolisian Wilayah Kota Besar Surabaya tahun lalu. Toni mengadukan pengusaha raket merek Hart, Suhartono Salimun karena dianggap memuat fotonya sebagai model iklan Hart tanpa ijin. Iklan tersebut ditayangkan di halaman delapan BOLA edisi 20 Mei 2008.

Advertising
Advertising

Namun penyidik justru mengalihkan penanganan perkara itu kepada Dwi dan Triyanto selaku penerima order pembuat iklan raket Hart. Sedangkan berkas Suhartono sendiri hingga kini belum dilimpahkan ke pengadilan. Dalam pembelaannya, baik Dwi maupun Triyanto berkeras bahwa pemuatan iklan itu telah sepengetahuan Tony.

Bahkan Tony mendapat honor Rp 3,3 juta dari Tri Kushariyanto selaku leader agent. Belakangan terungkap bahwa Tony ditegur oleh Yonex yang telah mengontrak dia sebagai bintang iklan sejak 1992 sehingga dirinya balik mempermasalahkan Suhartono.

Penasehat hukum terdakwa, Bagus Sudarmono pikir-pikir akan menggugat balik Tony. Tapi, kata dia, yang lebih penting dari perkara ini ialah kliennya telah bebas. "Klien saya ketiban sial karena penanganan kasus yang bias oleh polisi," tutur Bagus.

KUKUH S WIBOWO

Berita terkait

Kekurangan Hakim, 86 Pengadilan Belum Bisa Beroperasi  

9 Juli 2017

Kekurangan Hakim, 86 Pengadilan Belum Bisa Beroperasi  

Tahun 2017, MA membuka lowongan 1.684 calon hakim.

Baca Selengkapnya

Bersaksi di depan Kongres, Mantan Direktur FBI Mengaku Bingung

9 Juni 2017

Bersaksi di depan Kongres, Mantan Direktur FBI Mengaku Bingung

Mantan Direktur FBI mengaku bingung dengan penyebab pemecatan dirinya.

Baca Selengkapnya

JK: Dikriminalisasi, PT Geo Dipa Energi Harus Beri Bukti Kuat

14 Maret 2017

JK: Dikriminalisasi, PT Geo Dipa Energi Harus Beri Bukti Kuat

Wapres JK tidak akan mengintervensi hukumnya, tetapi memberikan bukti-bukti yang kuat bahwa itu kriminalisasi kepada Geo Dipa.

Baca Selengkapnya

Penyerangan Kantor Balai Kota Makassar Siap Disidangkan  

7 Januari 2017

Penyerangan Kantor Balai Kota Makassar Siap Disidangkan  

Berkas perkara penyerangan kantor Balai Kota Makassar, Agustus 2016, sudah lengkap dan segera dilimpahkan ke pengadilan negeri.

Baca Selengkapnya

Terkait Fitsa Hats, Ini Penjelasan Novel

4 Januari 2017

Terkait Fitsa Hats, Ini Penjelasan Novel

Novel Chaidir Hasan, seorang saksi dalam sidang penodaan agama dengan tesangka Ahok, menjelaskan munculnya istilah "Fitsa Hats" di BAP.

Baca Selengkapnya

Soeharto, Baasyir, dan Ahok Disidang di Auditorium ini  

3 Januari 2017

Soeharto, Baasyir, dan Ahok Disidang di Auditorium ini  

Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, pernah menjadi tempat pengadilan kasus dengan tersangka Soeharto, Abu Bakar Baasyir, dan sekarang Ahok.

Baca Selengkapnya

Tumpukan Perkara, MA: PN Jakarta Utara Berkinerja Rendah  

31 Desember 2016

Tumpukan Perkara, MA: PN Jakarta Utara Berkinerja Rendah  

Kepala Bagian Hukum dan Humas Mahkamah Agung Ridwan Mansyur mengkritik pimpinan pengadilan negeri yang kurang kompeten menyelesaikan tumpukan perkara.

Baca Selengkapnya

Persiapan Sidang Perdana, Ahok Batal Hadiri Maulid Nabi

12 Desember 2016

Persiapan Sidang Perdana, Ahok Batal Hadiri Maulid Nabi

Yayong mengatakan Ahok meneleponnya dan memberitahu tidak bisa hadir dalam pengajian.

Baca Selengkapnya

Sidang Ahok, PN Jakarta Utara Izinkan TV Siaran Langsung

12 Desember 2016

Sidang Ahok, PN Jakarta Utara Izinkan TV Siaran Langsung

Hasoloan mengaku tak mempermasalahkan jika televisi menyiarkan tayangan sidang secara langsung.

Baca Selengkapnya

Pengadilan Putuskan Sidang Ahok Digelar di Lokasi Ini  

9 Desember 2016

Pengadilan Putuskan Sidang Ahok Digelar di Lokasi Ini  

Persidangan Ahok sedianya berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Baca Selengkapnya