Sidang Kasus BLBI, Eks Kepala BPPN Bantah Kenal Sjamsul Nursalim

Kamis, 13 September 2018 19:47 WIB

Terdakwa kasus penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) BLBI Syafruddin Arsyad (kiri) tertunduk saat mendengarkan keterangan saksi dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin, 6 Agustus 2018. Dalam sidang ini jaksa penuntut umum KPK menghadirkan saksi mantan ketua BPPN Glen MS Yusuf dan saksi ahli I Nyoman Wara. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Terdakwa kasus korupsi dalam penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Syafruddin Arsyad Temenggung membantah tuduhan jaksa yang menyebutkan dirinya telah memperkaya pengusaha Sjamsul Nursalim pemegang saham BDNI dengan memberikan SKL.

"Bahwa tuduhan jaksa KPK tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bahwa kami telah melakukan tindak pidana korupsi terkait pemberian SKL kepada pemegang saham BDNI," kata Syafruddin saat membacakan pleidoi dalam lanjutan sidang BLBI di Pengadilan Negari Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat, Kamis, 13 September 2019.

Baca: Syafruddin Menangis Terisak di Sidang Pleidoi Kasus BLBI

Syafruddin yang merupakan mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) pun menguatkan pembelaannya dengan mengaku tidak mengenal Sjamsul Nursalim. Menurut dia, tidak masuk akal jika ia didakwa memperkaya Sjamsul Nursalim dan merugikan negara, sedangkan dia tidak mengenal bahkan bertemu dengan Sjamsul Nursalim.

Ia pun mengaku bahwa dirinya atau keluarga bahkan perusahaannya tidak pernah menerima uang atau gratifikasi terkait penerbitan SKL tersebut.

Advertising
Advertising

Selain itu, Syafruddin mempertanyakan belum adanya keterangan dari Sjamsul Nursalim, baik dalam pemeriksaan oleh KPK atau dalam persidangan. "Bagaimana mungkin jaksa bisa menyimpulkan bahwa Sjamsul Nursalim mendapatkan kekayaan dengan penerbitan SKL tersebut kalau Sjamsul belum pernah memberikan keterangan," ujarnya.

Baca: Tim Hukum BPPN: Sjamsul Nursalim Tak Jujur Soal Utang Petambak

Syafruddin dalam pleidoinya meminta Majelis Hukum untuk memvonis bebas dirinya dari tuntutan jaksa penuntut umum. "Kami mohon kepada yang mulia untuk menyatakan kami tidak bersalah melakukan tindak pidana korupsi seperti yang didakwaankan jaksa KPK dan membebaskan kami dari segala dakwaan jaksa penuntut umum," ujar Syafruddin.

Jaksa KPK menuntut Syafruddin dengan hukuman 15 tahun kurungan penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan. Jaksa KPK menyatakan Syafruddin terbukti bersalah dalam penerbitan SKL BLBI untuk Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI).

Atas perbuatannya, jaksa menyatakan Syafruddin telah merugikan negara sekitar Rp 4,58 triliun dan memperkaya Sjamsul, selaku pemegang saham pengendali BDNI "Penuntut umum dalam perkara ini menuntut supaya majelis hakim memutuskan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi," kata jaksa KPK, Chaerudin membacakan berkas tuntutan dalam persidangan sebelumnya.

Baca: Kasus BLBI, Mantan Kepala BPPN Dituntut 15 Tahun Penjara

Berita terkait

Selain Anies, Jokowi Ternyata Juga Pernah Singgung Kepemilikan Lahan Prabowo di Debat Capres 2019

10 Januari 2024

Selain Anies, Jokowi Ternyata Juga Pernah Singgung Kepemilikan Lahan Prabowo di Debat Capres 2019

Jokowi juga pernah singgung kepemilikan lahan Prabowo di Debat Capres 2019.

Baca Selengkapnya

Mengenal Mantan Mendag Tom Lembong yang Masuk Tim Pemenangan AMIN

15 November 2023

Mengenal Mantan Mendag Tom Lembong yang Masuk Tim Pemenangan AMIN

Tom Lembong resmi menjadi Co-captain dalam tim pemenangan nasional Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar alias AMIN. Seperti apa sosoknya?

Baca Selengkapnya

Terpopuler: Lowongan Kerja KAI Service untuk Lulusan S1, Tiket Promo BNI - Batik Air Gelar Travel Fair

15 Oktober 2023

Terpopuler: Lowongan Kerja KAI Service untuk Lulusan S1, Tiket Promo BNI - Batik Air Gelar Travel Fair

Berita terpopuler ekonomi sepanjang Sabtu kemarin, 14 Oktober 2023 dimulai dari PT Reska Multi Usaha (KAI Services) tengah membuka lowongan kerja.

Baca Selengkapnya

Satgas BLBI Sita 3 Aset Tanah dan Bangunan di Jakarta Selatan Senilai Rp 111,2 Miliar, Ini Rinciannya

27 September 2023

Satgas BLBI Sita 3 Aset Tanah dan Bangunan di Jakarta Selatan Senilai Rp 111,2 Miliar, Ini Rinciannya

Satgas BLBI memasang plang atas aset properti eks BPPN/eks BLBI dan menyita barang jaminan debitur dengan total perkiraan nilai Rp 111,2 miliar.

Baca Selengkapnya

Jusuf Hamka Tagih Utang Rp 800 Miliar ke Pemerintah, Mahfud Md Buka Suara

11 Juni 2023

Jusuf Hamka Tagih Utang Rp 800 Miliar ke Pemerintah, Mahfud Md Buka Suara

Menko Polhukam Mahfud Md buka suara terkait pengusaha jalan tol Jusuf Hamka yang menagih utang pemerintah Rp 800 miliar.

Baca Selengkapnya

Jokowi akan Tambah Masa Kerja Satgas BLBI yang Berakhir Desember 2023

27 April 2023

Jokowi akan Tambah Masa Kerja Satgas BLBI yang Berakhir Desember 2023

Untuk tahun 2023, Satgas BLBI akan fokus pada akselerasi dan sinergi penelusuran harta kekayaan debitur/obligor.

Baca Selengkapnya

Satgas BLBI Alih Nama 7 Aset Properti Eks BPPN jadi Milik Pemerintah

8 Desember 2022

Satgas BLBI Alih Nama 7 Aset Properti Eks BPPN jadi Milik Pemerintah

Sertifikasi aset dilakukan untuk mengamankan aset negara dari aset properti eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) atau eks BLBI.

Baca Selengkapnya

Kemenkeu: Aset yang Sudah Diselesaikan Satgas BLBI Rp 28,85 T

29 Oktober 2022

Kemenkeu: Aset yang Sudah Diselesaikan Satgas BLBI Rp 28,85 T

Kemenkeu telah menyelesaikan piutang eks obligor bantuan likuiditas Bank Indonesia (BLBI) hingga Rp28,85 triliun sampai 27 Oktober 2022.

Baca Selengkapnya

Kemenkeu Kantongi Daftar Aset BLBI di Luar Negeri, Ada Obligor yang Beralih Kewarganegaraan

14 Oktober 2022

Kemenkeu Kantongi Daftar Aset BLBI di Luar Negeri, Ada Obligor yang Beralih Kewarganegaraan

Satgas BLBI tengah menelaah siapa saja obligor yang sudah beralih kewarganegaraan.

Baca Selengkapnya

Satgas BLBI Akui Kesulitan Lelang Aset Tommy Soeharto Senilai Rp 2,4 Triliun

14 Oktober 2022

Satgas BLBI Akui Kesulitan Lelang Aset Tommy Soeharto Senilai Rp 2,4 Triliun

Rionald mengatakan Satgas BLBI akan mengusahakan agar aset-aset itu dapat dimanfaatkan.

Baca Selengkapnya