Ditanya UN 2013, Menteri Nuh Jalan Mundur

Rabu, 17 April 2013 | 05:14 WIB

Ditanya UN 2013, Menteri Nuh Jalan Mundur
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh. ANTARA/Dhoni Setiawan

TEMPO.CO , Jakarta:Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh, tetap santai ketika ditanya mengenai keterlambatan Ujian Nasional di sejumlah daerah. Wacana ini sempat memunculkan desakan agar M. Nuh mundur. "Ini saya sudah mundur," kata Muhammad Nuh sembari berjalan mundur di Kantor Presiden, Selasa, 16 April 2013.

M Nuh menyatakan bukan politikus yang terlalu mengurusi perihal jabatan sebagai menteri. Menurut dia, seluruh jabatannya diserahkan kepada Tuhan yang Mahakuasa. Selain itu, dirinya menghayati diri sebagai pembantu dan menyerahkan seluruh keputusan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Saya tidak memberi komentar aneh-aneh, karena saya tugasnya kerja saja."

Saat ini, menurut dia, dirinya hanya bertekad menyelesaikan persiapan ujian nasional tingkat SMA di 11 provinsi yang tertunda. Dia juga tengah berfokus persiapan proses ujian nasional tingkat SMP yang akan digelar pada pekan depan.

Dia pun siap memenuhi panggilan Komisi Pendidikan Dewan Perwakilan Rakyat sebagai mitra kerjanya. "Selalu pertama yang saya sampaikan adalah permohonan maaf."

Nuh dipanggil Presiden bersama Panglima TNI Agus Suhartono dan Kepala Kepolisian RI Jenderal Timur Pradopo. Presiden menginstruksikan agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelesaikan masalah penundaan ujian nasional SMA dan dapat menjamin pelaksanaan ujian nasional SMP. Proses tersebut diharapkan dapat dilaksanakan dengan bantuan TNI dan Polri.

FRANSISCO ROSARIANS

Topik Terhangat:
Lion Air Jatuh | Serangan Penjara Sleman| Harta Djoko Susilo | Nasib Anas

Baca juga

EDISI KHUSUS Tipu-Tipu Jagad Maya
Pria Ini Tak Sengaja Curi Alat Pandu Pidato Obama
Demi Assad, 1.000 Hizbullah Tiba di Suriah

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan