Pemindahan Ibu Kota ke Jonggol Lebih Realistis

Jum'at, 30 Juli 2010 | 23:35 WIB

Pemindahan Ibu Kota ke Jonggol Lebih Realistis
TEMPO/Panca Syurkani
TEMPO Interaktif, Jakarta - Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengatakan perpindahan ibu kota dari Jakarta ke Jonggol, Jawa Barat lebih realistis ketimbang ke luar Pulau Jawa. “Kalau di Kalimantan terlalu riskan,” ujarnya ketika dihubungi hari ini.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Marzuki Alie, setuju wacana pemindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke Kalimantan, secara khusus ke Kalimantan Tengah. “Bagus juga kalau dipindah. Kalau dari tengah mudah dicapai dari mana-mana. Bisa dari timur ke tengah, dari barat ke tengah,” kata Marzuki kepada wartawan seusai rapat paripurna DPR hari ini.

Menurut Bambang, ibu kota hanya akan menjadi pusat pemerintahan. “Sehingga Jakarta nantinya bisa menjadi pusat bisnis dan hiburan,” ujarnya.

Maka, akan ada penyebaran sentra kemacetan dari Jakarta ke pinggiran kota. Lagipula, kata dia, sebagian besar pegawai pemerintahan di ibu kota bertempat tinggal di pinggiran Jakarta, seperti Bogor, Bekasi, dan Tangerang.

Dia mengakui rencana pemindahan ibu kota sudah muncul sejak pemerintahan Presiden Suharto. “Tapi, kok tiba-tiba menghilang,” kata Bambang.

Kini, kata dia, melihat tingkat kesemrawutan Jakarta, bukan tidak mungkin rencana pindah harus dipertimbangkan dan dipikirkan sejak sekarang.

Nantinya, kantor-kantor pemerintahan di Jakarta yang sudah ditinggalkan bisa ditukar guling dengan pihak swasta. “Swasta yang akan membangun gedung di Jonggol. Dia dapat gedung di Jakarta," ujar Bambang.

Dianing Sari

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan