Selasa, 20 November 2018

Pematung Bundaran HI Wafat karena Sesak Nafas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seniman patung legendaris, Edhi Sunarso saat pameran karyanya di Salihara, Jakarta Selatan, Agustus 2010. Edhi Sunarso meninggal di Yogyakarta, pada 4 Januari 2016. Dok. TEMPO/Dwianto Wibowo

    Seniman patung legendaris, Edhi Sunarso saat pameran karyanya di Salihara, Jakarta Selatan, Agustus 2010. Edhi Sunarso meninggal di Yogyakarta, pada 4 Januari 2016. Dok. TEMPO/Dwianto Wibowo

    TEMPO.COSleman - Pematung legendaris Edhi Sunarso meninggal karena infeksi pernapasan akut yang dideritanya. Pematung Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia ini mengembuskan napas terakhir di Jogja Internasional Hospital, Senin, 4 Januari 2016, pukul 22.53 WIB setelah dirawat sejak 31 Desember 2015.

    Pemakaman Edhi, yang meninggalkan lima anak dan 11 cucu, akan menggunakan acara militer lantaran merupakan veteran. “Pihak Institut Seni Indonesia (ISI) juga minta beliau disemayamkan di kampus karena ia merupakan guru besar," kata Satyarasa Sunarso, anak ketiga Edhi, Selasa, 5 Januari 2016.

    Jenazah disemayamkan di rumah duka, Griya Seni Kustiyah Edhi Sunarso, Nganti, RT 02, RW 07 Jalan Cempaka Nomor 72, Sendangadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak tadi malam terlihat banyak pelayat datang ke rumah duka untuk bertakziah dan salat jenazah.

    Acara sebelum pemakaman di rumah duka dimulai pukul 13.00 WIB. Sebelum dimakamkan di pemakaman seniman di Imogiri, Bantul, ia akan disalati di kampus Institut Seni Indonesia, di Sewon, Bantul.

    Karya pematung itu antara lain patung Selamat Datang di Jakarta, Monumen Yos Sudarso di Surabaya, Monumen Pembebasan Irian Barat, Monumen Pahlawan Tak Dikenal, dan Monumen Slamet Riyadi Ambon.

    MUH SYAIFULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Sisi Gelap Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman

    Kasus pembunuhan Jamal Khasoggi yang diduga dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi membuat dunia menyorot empat sisi gelap Mohammed bin Salman.