Selasa, 20 November 2018

Setya Novanto Ternyata Pernah Jadi Pria Tertampan Surabaya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR, Setya Novanto. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua DPR, Setya Novanto. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Nama Setya Novanto kembali menjadi kontroversi setelah dituding mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk meminta saham kepada PT Freeport Indonesia. Ini bukan kali pertama pria kelahiran Bandung 61 tahun lalu itu menjadi kontroversi. Sebelumnya, Setya juga sering berulah.

    Namun, tidak banyak orang tahu latar belakang pria yang lahir dari pasangan Sewondo Mangunratsongko dan Julia Maria Sulastri ini. Sebelum menjadi orang nomor satu di Parlemen Senayan, politikus partai Golkar ini mengaku memiliki kisah hidup yang berliku.

    Pada 1973, sembari kuliah di Universitas Katolik Widya Mandala, Surabaya, Setya mengaku harus berjualan madu dan beras di pasar untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Uang bekal yang diberikan orang tuanya, menurut dia, hanya cukup untuk mendaftar kuliah. "Saya bekerja keras agar bisa sekolah," katanya pada pertengahan September tahun lalu.

    Salah seorang teman dekat Setya saat di Surabaya, Olis Datau, mengatakan, selain berjualan di pasar sambil kuliah diploma, koleganya itu menjadi anggota staf penjualan PT Sinar Mas Galaxy, dealer mobil Suzuki. Setya juga menjajal dunia model hingga terpilih menjadi Pria Tampan Surabaya pada 1975. "Dia ulet dan banyak sahabat," kata Olis.

    Lulus kuliah, Setya pindah kerja ke PT Aninda Cipta Perdana, penyalur pupuk PT Petrokimia Gresik untuk wilayah Surabaya dan Nusa Tenggara Timur, milik Hayono Isman. Hayono, Menteri Pemuda dan Olahraga kabinet Presiden Soeharto, tak lain adalah teman sekelas Setya di SMA Negeri 9 Jakarta. Hayono membenarkan cerita pertemanan itu tanpa mau bercerita banyak.

    Pada 1982, ia balik ke Jakarta untuk meneruskan kuliah sarjana akuntansi di Universitas Trisakti. Pekerjaannya di perusahaan pupuk tetap diteruskan, dan ia menumpang tinggal di rumah Hayono di Menteng. Menurut Leo Nababan, Wakil Sekretaris Jenderal Golkar, selain menjadi anggota staf, Setya menjadi sopir pribadi keluarga Hayono.

    Namanya dikenal publik ketika tersandung kasus Bank Bali. PT Era Giat Prima, perkongsiannya dengan Djoko S. Tjandra—pemilik Mulia Group—menjadi juru tagih cessie Bank Bali di empat bank yang dilikuidasi pemerintah. Dari piutang Rp 904 miliar, Setya mendapat fee Rp 546 miliar, yang diduga mengalir ke kas Partai Golkar. Kendati jelas merugikan negara, kasus ini dihentikan Kejaksaan Agung.

    Dari kasus itulah Setya menjadi politikus andalan di Golkar. Jabatannya selalu bendahara. Puncak karier diraih Setya setelah dipilih menjadi Ketua DPR. Namun, kini kariernya di ujung tanduk. Dia dilaporkan ke Mahakamah Kehormatan Dewan DPR karena mencatut nama Presiden untuk meminta saham PT Freeport. Bahkan, Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan sinyal akan membawa kasus itu ke ranah hukum.

    RUSMAN PARAQBUEQ | TIM TEMPO

    Baca juga:
    Prancis Vs ISIS: Inilah 5 Kejadian Baru yang Menegangkan!
    Tekan ISIS, Presiden Prancis Kirim Kapal Induk


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Sisi Gelap Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman

    Kasus pembunuhan Jamal Khasoggi yang diduga dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi membuat dunia menyorot empat sisi gelap Mohammed bin Salman.