FEATURE: Mencari Pilot untuk 'Go International'  

Reporter

Editor

Anton Septian

Jumat, 31 Juli 2015 11:53 WIB

ANTARA/Dhoni Setiawan

TEMPO.CO - IDE untuk go international rupanya tidak hanya digandrungi oleh para musikus Indonesia saat ini. Hal itu juga kerap didengungkan di kalangan anggota Muhammadiyah akhir-akhir ini. Internasionalisasi Muhammadiyah, demikian frasa yang kerap didengungkan. Upaya ini, menurut penasihat Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Pemimpin Pusat Muhammadiyah Bahtiar Effendy, telah dirintis dan digarap baik di era kepengurusan Din. “Memang sepuluh tahun terakhir ini kiprah internasional Muhammadiyah luar biasa,” katanya saat ditemui pada Selasa lalu.

Di kancah internasional, Din didapuk sebagai Presiden Konferensi Agama dan Perdamaian se-Asia. Din juga berperan aktif dalam berbagai diskusi antara negara-negara Islam dan Rusia serta Amerika Serikat. Muhammadiyah juga tercatat mendirikan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) di sejumlah negara, antara lain Malaysia, Brunei, Thailand, Singapura, Filipina, dan Rusia.

Dalam gelaran Muktamar ke-47 di Makassar, Sulawesi Selatan, 3-7 Agustus 2015, Muhammadiyah tidak hanya menentukan calon pemimpin untuk menggantikan Din Syamsuddin. Organisasi massa Islam terbesar kedua di Indonesia ini juga mencanangkan diri untuk memperluas kiprah global mereka.

Bagi Muhammadiyah, Muktamar tahun ini menjadi momentum pencarian figur yang mendunia. Menurut Din, Muhammadiyah tidak hanya wajib dipimpin oleh seorang ulama intelektual. Pemimpin organisasi berpengikut lebih dari 30 juta orang ini juga harus piawai mengelola organisasi serta berkomunikasi dengan berbagai elemen bangsa dan jaringan luar negeri. “Muhammadiyah sudah go international. Saya berharap bisa melanjutkan itu,” ucapnya, kemarin.

Di Makassar, figur calon pengganti Din terselip di antara 82 nama bakal calon. Awalnya, sidang Tanwir bakal menyaring angka itu menjadi 39 nama calon tetap. Kemudian para peserta Muktamar, berjumlah sekitar 2000-an orang, kembali memeras nama-nama tersebut hingga menjadi 13 orang. Mereka inilah pengurus Pimpinan Pusat Muhammadiyah. “Mereka akan bersidang secara tertutup untuk menentukan ketua umum,” kata Bahtiar.

Menurut Bahtiar, ada empat nama calon yang dianggap layak menggantikan Din. Mereka adalah Yunahar Ilyas, Haedar Nashir, Syafiq A. Mughni, dan Abdul Mu’ti. Keempatnya tidak hanya memenuhi kualifikasi sebagai ulama intelektual dan mumpuni di bidang organisasi. “Mereka juga mempunyai hubungan internasional cukup bagus,” kata dia. “Saya yakin keempatnya masuk 13 besar.”

Sejumlah pengurus wilayah Muhammadiyah mendukung nama yang sama. Azman Latif, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta, misalnya, menjagokan Haedar dan Yunahar. Dua calon asal Yogyakarta itu dinilai layak dari sisi kualitas keulamaan dan intelektual. “Mereka senior dan sudah lama di pimpinan pusat,” tuturnya.

Sekretaris PW Muhammadiyah Jawa Tengah, Tafsir, juga menyorongkan nama Mu’ti, mendampingi Haedar, Yunahar, dan Syafiq. Mu’ti, menurut Tafsir, memiliki kapasitas keulamaan dan kemampuan internasional yang mumpuni. Adapun Sekretaris PW Muhammadiyah Jawa Timur, M. Najib Hamid, mengacungkan jempol untuk keempat nama tersebut. “Siapa pun ketua umumnya mantap,” katanya. “Mereka sudah teruji kepemimpinannya dan punya kelebihan masing-masing.”

Tantangan mendunia bagi Muhammadiyah...

Berita terkait

Muhammadiyah Jawab Soal Kursi Menteri Pendidikan di Kabinet Prabowo

4 jam lalu

Muhammadiyah Jawab Soal Kursi Menteri Pendidikan di Kabinet Prabowo

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Abdul Mu'ti buka suara terkait jatah kursi menteri di Kabinet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Apa katanya?

Baca Selengkapnya

Cegah Krisis Iklim, Muhammadiyah Luncurkan Program 1000 Cahaya

10 jam lalu

Cegah Krisis Iklim, Muhammadiyah Luncurkan Program 1000 Cahaya

Program ini berupaya membangun 'Green Movement' dengan memperbanyak amal usaha Muhammadiyah untuk mulai memilah dan memilih sumber energi bersih di masing-masing bidang usaha.

Baca Selengkapnya

PP Muhammadiyah Tekankan Jamaah soal Jaga Lingkungan Menjelang Ibadah Haji

20 jam lalu

PP Muhammadiyah Tekankan Jamaah soal Jaga Lingkungan Menjelang Ibadah Haji

Ada tiga larangan di Al-Qur'an bagi jamaah saat melaksanakan ibadah haji.

Baca Selengkapnya

Muhammadiyah Tegaskan Nikah Beda Agama Tidak Diperbolehkan

20 jam lalu

Muhammadiyah Tegaskan Nikah Beda Agama Tidak Diperbolehkan

Abdul Mu'ti mengimbau masyarakat mematuhi ketentuan dalam kompilasi hukum Islam bahwa nikah beda agama tak diperbolehkan.

Baca Selengkapnya

Muhammadiyah Klaim Belum Ada Pembicaraan dengan Prabowo soal Kursi Menteri

22 jam lalu

Muhammadiyah Klaim Belum Ada Pembicaraan dengan Prabowo soal Kursi Menteri

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti menanggapi soal jatah kursi menteri di Kabinet Prabowo-Gibran.

Baca Selengkapnya

Muhammadiyah Buka Suara soal Jatah Kursi Menteri di Kabinet Prabowo-Gibran

23 jam lalu

Muhammadiyah Buka Suara soal Jatah Kursi Menteri di Kabinet Prabowo-Gibran

Abdul Mu'ti mengaku pihaknya akan mendegasikan kadernya dengan senang hati apabila Muhammadiyah diberi amanah oleh Prabowo.

Baca Selengkapnya

Bahlil Beri Sinyal Ormas Bisa Kelola Izin Tambang, Aspebindo: Modal untuk Mandiri

5 hari lalu

Bahlil Beri Sinyal Ormas Bisa Kelola Izin Tambang, Aspebindo: Modal untuk Mandiri

Aspebindo mendukung rencana pemerintah membagikan izin usaha pertambangan (IUP) kepada ormas keagamaan. Apa alasannya?

Baca Selengkapnya

Baznas - Muhammadiyah Gulirkan Program Pengembangan SDM Unggul

7 hari lalu

Baznas - Muhammadiyah Gulirkan Program Pengembangan SDM Unggul

Kolaborasi antara Baznas dengan Muhammadiyah dalam pemanfaatan dana zakat, bisa memberikan manfaat yang besar bagi kepentingan umat

Baca Selengkapnya

Jika Prabowo Tunjuk Mendikbud dari Muhammadiyah, Darmaningtyas: Tak Masalah, Asal...

7 hari lalu

Jika Prabowo Tunjuk Mendikbud dari Muhammadiyah, Darmaningtyas: Tak Masalah, Asal...

Darmaningtyas mengatakan tak masalah jika Mendikbud era Prabowo dari Muhammadiyah, asal tokoh tersebut berlatar belakang dunia pendidikan.

Baca Selengkapnya

Kata Ketum Muhammadiyah Soal Gugatan PDIP di PTUN

8 hari lalu

Kata Ketum Muhammadiyah Soal Gugatan PDIP di PTUN

Apa kata Ketum Muhammadiyah soal gugatan PDIP di PTUN?

Baca Selengkapnya