Pilkada, Wiranto: Kader Bersaing dengan Tokoh Luar Hanura  

Reporter

Rabu, 27 Mei 2015 09:02 WIB

Ketum Partai Hanura Wiranto, berikan kata sambutan dalam Musyawarah Nasional I Gerakan Muda Partai Hanura, di Jakarta, 16 Januari 2015. Gerakan Muda Hanura secara resmi mendukung Wiranto untuk kembali menjadi ketum Hanura 2015-2020.TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Padang - Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Wiranto sudah menentukan sistem untuk menjaring calon pemimpin kepala daerah pemilihan kepala daerah 2015. Hanura akan memilih calon yang sesuai dengan harapan masyarakat.

"Kita sudah bangun satu sistem dengan mengangkat satu kelompok tim penjaringan pusat," ujar Wiranto saat membuka Musyawarah Daerah II DPD Partai Hanura Sumatera Barat di Kota Padang, Selasa, 26 Mei 2015.

Menurut Wiranto, calon kepala daerah dari Hanura tidak harus berasal dari kalangan kader partai itu. Penjaringan terbuka untuk kader dan tokoh di luar partai. Adapun persyaratan bagi dua golongan itu disamakan.

Wiranto menegaskan, karena adanya sistem itu, kader harus bersaing dengan tokoh-tokoh di luar partai. "Kader yang tak bermartabat, enggak bermoral, tidak berakhlak, tak punya kapasitas dan komitmen, untuk apa dipilih?" ujar Wiranto.

Wiranto mengatakan kepala daerah bukan perwakilan partai, tapi rakyat yang dipilih untuk menjadi pemimpin daerah. Wiranto mengaku, menjelang pilkada 2015, banyak kepala daerah yang sudah merapat ke Hanura. "Mereka perlu dukungan. Tapi mereka harus melewati sistem penjaringan internal," katanya.

Menurut Wiranto penjaringan calon kepala daerah yang diusung Hanura diawali di tingkat daerah. Sebab, pengurus daerah lebih tahu tokoh setempat yang berkapasitas. Usulan daerah itu yang akan dijaring oleh tim penjaringan di pusat.

Bagi Wiranto, calon kepala daerah harus memiliki integritas dan kompetensi serta sesuai dengan harapan masyarakat. "Pastinya juga bersih dari korupsi. Ini cukup penting, karena Hanura partai hati nurani," ujar Wiranto.

Wiranto mengatakan Hanura memiliki komitmen berkoalisi dengan partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat. Namun kerja sama tersebut bubar jika tak ada calon yang berkualitas dari partai anggota koalisi tersebut.

ANDRI EL FARUQI

Berita terkait

Berakhirnya Kerusuhan Mei 1998, Lengsernya Soeharto Lahirnya Reformasi

3 hari lalu

Berakhirnya Kerusuhan Mei 1998, Lengsernya Soeharto Lahirnya Reformasi

Pada Kamis, 21 Mei 1998, Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya dari kursi kepresidenan, menjadi tanda mulainya era reformasi.

Baca Selengkapnya

26 Tahun Tragedi Trisakti, Bagaimana Perkembangan Pengusutan Pelanggaran HAM Berat Ini?

3 hari lalu

26 Tahun Tragedi Trisakti, Bagaimana Perkembangan Pengusutan Pelanggaran HAM Berat Ini?

Genap 26 tahun Tragedi Trisakti, bagaimana perkembangan pengusutan pelanggaran HAM berat ini? KontraS sebut justru kemunduran di era Jokowi

Baca Selengkapnya

SBY Termasuk Anggota Dewan Kehormatan Perwira yang Mengadili Prabowo dalam Kasus Penculikan Aktivis 1998

29 Februari 2024

SBY Termasuk Anggota Dewan Kehormatan Perwira yang Mengadili Prabowo dalam Kasus Penculikan Aktivis 1998

Prabowo dapat gelar Jenderal TNI Kehormatan dari Jokowi. Pada 1998, Dewan Kehormatan Perwira memberhentikannya dari TNI, SBY salah satu anggotanya.

Baca Selengkapnya

Jokowi Didampingi Wiranto Lakukan Kunjungan Kerja ke Kalimantan Timur

28 Februari 2024

Jokowi Didampingi Wiranto Lakukan Kunjungan Kerja ke Kalimantan Timur

Presiden Jokowi lepas landas dengan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1, sekitar pukul 13.00 WIB menuju Kalimantan Timur

Baca Selengkapnya

SBY dan Luhut Pernah Jadi Menko Polhukam, Terakhir Hadi Tjahjanto Gantikan Mahfud Md di Kabinet Jokowi

21 Februari 2024

SBY dan Luhut Pernah Jadi Menko Polhukam, Terakhir Hadi Tjahjanto Gantikan Mahfud Md di Kabinet Jokowi

Jokowi melantik Hadi Tjahjanto sebagai Menko Polhukam menggantikan Mahfud Md. Berikut Menko Polhukam sejak era reformasi, termasuk SBY dan Wiranto.

Baca Selengkapnya

Saat Capres Ganjar Pranowo Sindir 3 Purnawirawan Jenderal yang Disebutnya Mencla-mencle

8 Februari 2024

Saat Capres Ganjar Pranowo Sindir 3 Purnawirawan Jenderal yang Disebutnya Mencla-mencle

Ganjar Pranowo bilang ada purnawirawan jenderal yang menyebut jangan memilih calon tertentu karena latar belakangnya tapi kini berbalik arah mendukung

Baca Selengkapnya

Daftar Menko Polhukam Selama Pemerintahan Jokowi, Benarkah Mahfud MD Paling Lama Menjabat?

3 Februari 2024

Daftar Menko Polhukam Selama Pemerintahan Jokowi, Benarkah Mahfud MD Paling Lama Menjabat?

Jokowi sebut Mahfud MD merupakan Menko Polhukam paling lama menjabat dalam dua periode pemerintahannya. Betulkah? Siapa Menko Polhukam lainnya?

Baca Selengkapnya

Peristiwa Besar Mengiringi Lengsernya Soeharto, Termasuk 14 Menteri Mundur Bersama-sama

27 Januari 2024

Peristiwa Besar Mengiringi Lengsernya Soeharto, Termasuk 14 Menteri Mundur Bersama-sama

Beberapa peristiwa besar libatkan Soeharto hingga proses lengsernya, pada 21 Mei 1998. Termasuk kerusuhan Mei 1998 dan 14 menteri mundur bersama-sama.

Baca Selengkapnya

Dukung Prabowo, SBY hingga Wiranto Dinilai Khianati Keputusan Dewan Kehormatan Perwira

28 Desember 2023

Dukung Prabowo, SBY hingga Wiranto Dinilai Khianati Keputusan Dewan Kehormatan Perwira

Benny mempertanyakan sikap Wiranto, SBY, dan Agum Gumelar yang saat ini mendukung Prabowo di Pilpres 2024.

Baca Selengkapnya

3 Wantimpres Masuk TKN Prabowo-Gibran, Pengamat Soroti Potensi Abuse of Power

8 November 2023

3 Wantimpres Masuk TKN Prabowo-Gibran, Pengamat Soroti Potensi Abuse of Power

3 Wantimpres yang masuk dalam TKN Prabowo-Gibran dinilai berpotensi melakukan penyalahgunaan kewenangan, namun aturannya belum jelas.

Baca Selengkapnya