Terduga ISIS Dibidik dengan Pidana Pemalsuan  

Reporter

Sabtu, 27 Desember 2014 12:15 WIB

ISIS meluncurkan video yang berjudul "Darah Jihad 2" dengan anak-anak berusia sekitar 12-13 tahun berlatih menggunakan senjata AK47. Dalam video ini anak-anak juga diajarkan bela diri serta membuat formasi saat perang. dailymail.co.uk

TEMPO.CO, Jakarta - Polisi menangkap enam orang yang diduga akan bergabung dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu dinihari, 27 Desember 2014. (Baca: Enam Calon Milisi ISIS Pakai Identitas Palsu.)

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan penangkapan dilakukan karena keenam orang itu hendak berangkat ke Suriah dengan paspor atau dokumen palsu. "Mereka melanggar Pasal 263 Undang-Undang Pidana soal pemalsuan dokumen," ujarnya.

Keenam orang itu berinisial Abd Jbr, Ahm Abd, Rtn Prt, Mhm Ash, Ash Jml, dan Nbl Ayp. Rikwanto mengatakan mereka tengah menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polda Metro Jaya dan Detasemen Khusus 88 Antiteror Markas Besar Kepolisian. "Kami juga berkoordinasi dengan imigrasi untuk mengecek keabsahan dokumen mereka," kata Rikwanto. (Baca: Rute 6 Warga Makassar Gabung ke ISIS.)

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Heru Pranoto mengatakan enam orang itu juga ditangkap karena diduga menjadi rekrutan ISIS. "Kami melakukan upaya preventif dan pengawasan terhadap orang-orang ini," katanya.

Heru mengatakan enam orang yang berasal dari Bulukumba, Sulawesi Selatan, ini sempat tinggal di Cibubur, Jakarta Timur, sejak 23 Desember 2014. Di sebuah rumah di Kota Legenda Wisata itu, mereka mempersiapkan segala sesuatu, termasuk identitas palsu. "Identitas di paspor dan KTP-nya berbeda. Ini yang masih kami dalami," ujarnya. (Baca: Enam Terduga ISIS Sempat Mangkal di Cibubur.)

AFRILIA SURYANIS

Berita Lain
Pengamat: Video ISIS Ancaman Nyata untuk Indonesia
Panglima TNI Jadi Incaran ISIS, Pengamat: Wajar
Begini Cara Mencegah ISIS Masuk Indonesia
ISIS Pengancam TNI Dulunya Suka Meresahkan Warga

Berita terkait

Prabowo Terima Telepon Menteri Pertahanan AS, Berikut Profil Lloyd Austin

9 hari lalu

Prabowo Terima Telepon Menteri Pertahanan AS, Berikut Profil Lloyd Austin

Presiden terpilih Prabowo Subianto menerima telepon dari Menhan AS. Berikut jenjang karier dan profil Lloyd Austin.

Baca Selengkapnya

Tajikistan Bantah Tudingan Rusia bahwa Ukraina Merekrut Warganya sebagai Tentara Bayaran

29 hari lalu

Tajikistan Bantah Tudingan Rusia bahwa Ukraina Merekrut Warganya sebagai Tentara Bayaran

Tajikistan membantah tuduhan Rusia bahwa kedubes Ukraina di ibu kotanya merekrut warga untuk berperang melawan Rusia

Baca Selengkapnya

Iran Tangkap Anggota ISIS, Diduga Rencanakan Bom Bunuh Diri Menjelang Idul Fitri

29 hari lalu

Iran Tangkap Anggota ISIS, Diduga Rencanakan Bom Bunuh Diri Menjelang Idul Fitri

Polisi Iran telah menangkap beberapa anggota ISIS yang diduga merencanakan aksi bunuh diri menjelang Idul fitri.

Baca Selengkapnya

Rusia Klaim Punya Bukti Nasionalis Ukraina Terhubung dengan Serangan Moskow

38 hari lalu

Rusia Klaim Punya Bukti Nasionalis Ukraina Terhubung dengan Serangan Moskow

Rusia mengatakan menemukan bukti bahwa pelaku yang membunuh lebih dari 140 orang di gedung konser dekat Moskow terkait dengan "nasionalis Ukraina."

Baca Selengkapnya

Rusia Mengaku Tak Percaya ISIS Lakukan Penembakan Moskow

39 hari lalu

Rusia Mengaku Tak Percaya ISIS Lakukan Penembakan Moskow

Rusia menaruh kecurigaan bahwa Ukraina, bersama Amerika Serikat dan Inggris, terlibat dalam penembakan di Moskow.

Baca Selengkapnya

2 Pelaku Penembakan Moskow Bebas Lewat Turki-Rusia, Pejabat Turki: Tak Ada Surat Penangkapan

41 hari lalu

2 Pelaku Penembakan Moskow Bebas Lewat Turki-Rusia, Pejabat Turki: Tak Ada Surat Penangkapan

Warga negara Tajikistan, Rachabalizoda Saidakrami dan Shamsidin Fariduni dapat melakukan perjalanan dengan bebas antara Rusia dan Turki

Baca Selengkapnya

Putin Akui Belum Ada Bukti Keterlibatan Ukraina dalam Serangan Teroris Moskow

41 hari lalu

Putin Akui Belum Ada Bukti Keterlibatan Ukraina dalam Serangan Teroris Moskow

Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui bahwa sejauh ini belum ada tanda-tanda keterlibatan Ukraina dalam penembakan di gedung konser Moskow

Baca Selengkapnya

Serangan Moskow Terjadi, Apakah Pengganti KGB telah Kehilangan Tajinya?

41 hari lalu

Serangan Moskow Terjadi, Apakah Pengganti KGB telah Kehilangan Tajinya?

Serangan Moskow menimbulkan pertanyaan tentang ketajaman FSB, pengganti KGB, badan intelijen yang kerap dianggap momok bagi Barat.

Baca Selengkapnya

Macron Sebut Intelijen Prancis Konfirmasi ISIS di Balik Serangan Konser Rusia

41 hari lalu

Macron Sebut Intelijen Prancis Konfirmasi ISIS di Balik Serangan Konser Rusia

Prancis bergabung dengan AS dengan mengatakan bahwa intelijennya mengindikasikan bahwa ISIS bertanggung jawab atas serangan di konser Rusia

Baca Selengkapnya

Rusia Pertanyakan Klaim ISIS sebagai Dalang Serangan: Ini Upaya AS Lindungi Ukraina!

42 hari lalu

Rusia Pertanyakan Klaim ISIS sebagai Dalang Serangan: Ini Upaya AS Lindungi Ukraina!

Rusia menantang pernyataan Amerika Serikat bahwa ISIS menjadi dalang penembakan di sebuah gedung konser di luar Moskow yang menewaskan 137 orang

Baca Selengkapnya