Pendiri Golkar Cap Agung Laksono Pengkhianat  

Reporter

Editor

Bobby Chandra

Rabu, 3 September 2014 07:26 WIB

Ketua Umum Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro 1957 yang juga Menko Kesra Agung Laksono. ANTARA/R. Rekotomo

TEMPO.CO, Jakarta - Tokoh pendiri Partai Golongan Karya, Suhardiman, menyebut Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono sebagai pengkhianat. Musababnya, Agung telah membelot dari perjuangan menyelenggarakan Musyawarah Nasional 2014.

Suhardiman mengaku kecewa dengan manuver Agung yang tiba-tiba mendukung pelaksanaan Munas pada 2015. "Ia tidak konsisten dengan perjuangan di awal," kata Suhardiman di kantor Eksponen Ormas Tri Karya Golkar di Jalan Teluk Betung, Jakarta, Selasa, 2 September 2014. (Baca: Agung Laksono: Golkar Sebaiknya Tak Jadi Oposisi)

Padahal, menurut Suhardiman, sebagai pemimpin, Agung harus konsisten. "Jangan mencla-mencle," kata pendiri Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia, salah satu onderbouw partai beringin. "Kawan yang lain jangan ikut pengkhianat itu."

Politikus Golkar Zainal Bintang juga kaget dengan manuver Agung. Padahal selama ini dia mengklaim berkomunikasi intens dengan Agung untuk mendorong penyelenggaraan Munas sesuai ketentuan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Golkar, yakni setiap lima tahun. (Baca: Agung Dinonaktifkan, Fahmi Idris Tetap Dukung)

Zainal menilai adanya kemungkinan perubahan sikap Agung lantaran Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat itu ditekan oleh Ketua Umum Aburizal Bakrie. "Akhir-akhir ini mereka sering bertemu informal," kata Zainal.

Sebelumnya Ketua Pemenangan Agung Laksono, Fahmi Idris, sepakat dengan digelarnya Munas pada 2015. "Pak Agung Laksono juga telah menyetujuinya," kata Fahmi, Senin, 1 September 2014. (Baca: Kelebihan Agung Laksono jika Jadi Ketua Umum Golkar)

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lalu Mara Satriawangsa mengakui ada tiga kali pertemuan antara Aburizal dan Agung di sebuah tempat untuk membicarakan kepastian pelaksanaan Munas Golkar. Pada pertemuan itu, kata Lalu, Agung awalnya tetap kokoh mempertahankan Munas digelar pada 2014.

Namun, setelah Ical mengingatkan mengenai rekomendasi di Munas 2009 yang menyebutkan Munas selanjutnya pada 2015, seketika Agung luluh. "Jadi sama sekali tidak ada intervensi dari Ical," ujarnya. "Jadi Agung bukan pengkhianat dan sama sekali tidak membelot."

MUHAMMAD MUHYIDDIN | REZA ADITYA









Berita terpopuler lainnya:
Curhat Jokowi: Dari Sinting, Ihram dan Prabowo
Manfaat Caci Maki Florence 'Ratu SPBU'
3 Skandal Asusila Gubernur Riau yang Bikin Heboh
Ini AKBP Idha, Perwira yang Ditangkap di Malaysia





Advertising
Advertising

Berita terkait

Airlangga Sebut Golkar akan Usung Emil Dardak Dampingi Khofifah di Pilgub Jatim

3 hari lalu

Airlangga Sebut Golkar akan Usung Emil Dardak Dampingi Khofifah di Pilgub Jatim

Khofifah mengatakan mengaku nyaman dan produktif bekerja sama dengan Emil Dardak, yang menjadi wakil gubernur mendampingi dia.

Baca Selengkapnya

Gibran Hadiri Halalbihalal Golkar Solo

22 hari lalu

Gibran Hadiri Halalbihalal Golkar Solo

"Ya semuanya teman, halalbihalal yo ditekani kabeh (ya didatangi semua)," ujar Gibran.

Baca Selengkapnya

Momen Idul Fitri Keluarga Jokowi ke Medan: Buat Amankan Peluang Bobby Nasution?

33 hari lalu

Momen Idul Fitri Keluarga Jokowi ke Medan: Buat Amankan Peluang Bobby Nasution?

Setelah hari pertama Idul Fitri di Jakarta, Jokowi terbang ke Medan untuk merayakan hari ke-2 Lebaran. Buat amankan tiket Bobby Nasution ke Pilgub?

Baca Selengkapnya

Pengamat Sebut Pilkada 2024 Jadi Batu Loncatan Golkar untuk Pemilu 2029

41 hari lalu

Pengamat Sebut Pilkada 2024 Jadi Batu Loncatan Golkar untuk Pemilu 2029

Ujang pun menyampaikan bahwa para tokoh itu memiliki modal yang cukup untuk dikatakan sebagai calon unggulan di Pilkada 2024.

Baca Selengkapnya

Airlangga Klaim Didukung Seluruh DPD untuk Jadi Ketum Golkar Lagi

42 hari lalu

Airlangga Klaim Didukung Seluruh DPD untuk Jadi Ketum Golkar Lagi

Menurut Airlangga, dukungan dari ormas merupakan salah satu kunci agar dirinya dapat kembali terpilih untuk menjadi Ketua Umum Partai Golkar.

Baca Selengkapnya

Airlangga Bicara Peluang Aklamasi Pemilihan Ketua Umum di Munas Golkar

42 hari lalu

Airlangga Bicara Peluang Aklamasi Pemilihan Ketua Umum di Munas Golkar

Airlangga menyatakan dukungan itu merupakan amanah yang harus dijaga.

Baca Selengkapnya

Airlangga Targetkan Partai Golkar Menang 60 Persen di Pilkada 2024

43 hari lalu

Airlangga Targetkan Partai Golkar Menang 60 Persen di Pilkada 2024

Ketua Umum Golkar menargetkan partainya mampu menang lebih dari 50 persen dalam kontestasi Pilkada 2024.

Baca Selengkapnya

Disebut Sempat Ingin Rebut Kursi Ketua Umum PDIP, Apa Tanggapan Presiden Jokowi?

46 hari lalu

Disebut Sempat Ingin Rebut Kursi Ketua Umum PDIP, Apa Tanggapan Presiden Jokowi?

Presiden Jokowi membantah dirinya sempat ingin merebut posisi Ketua Umum Partai Golkar maupun Ketua Umum PDI Perjuangan.

Baca Selengkapnya

Prabowo Ingin Bentuk Kepemimpinan Kolegial Terdiri dari Para Sahabat

52 hari lalu

Prabowo Ingin Bentuk Kepemimpinan Kolegial Terdiri dari Para Sahabat

Menurut Prabowo, keinginan itu bisa dilakukan bila ada dukungan untuk memberi nasihat. Prabowo meminta Golkar mendukungnya membangun pemerintahan.

Baca Selengkapnya

Prabowo Sebut Golkar Punya Peran Besar di Pilpres 2024

52 hari lalu

Prabowo Sebut Golkar Punya Peran Besar di Pilpres 2024

Prabowo meminta maaf karena belum sempat mendatangi semua kader-kader Golkar di daerah dalam tahapan kampanye pemilu.

Baca Selengkapnya