Tak Ada Jadwal, Machfud Suroso Datangi KPK

Reporter

Jumat, 7 Maret 2014 23:38 WIB

Athiyyah Laila, istri Anas Urbaningrum saat tiba memenuhi panggilan pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (26/11). Athiyyah akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka, Direktur Utama PT Dutasari Citralaras, Machfud Suroso terkait kasus dugaan korupsi proyek Hambalang serta mengkonfirmasi barang yang disita, termasuk asal-usul uang Rp 1 miliar hasil penggeledahan KPK di rumahnya beberapa waktu lalu. TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur PT Dutasari Citralaras Machfud Suroso tiba-tiba diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi sore ini, Jumat, 7 Maret 2014. Belum diketahui Machfud diperiksa sebagai saksi atau sebagai tersangka kasus Hambalang.

Nama Machfud tak tercantum dalam daftar agenda penyidikan/pemeriksaan KPK yang dirilis setiap hari. Juru Bicara KPK Johan Budi Sapto Prabowo juga tidak mengetahui jika sahabat dekat bekas Ketua Umum Partai Demokrat itu diperiksa. "Saya belum tahu informasinya," ujar Johan ketika dihubungi, Jumat, 7 Maret 2014.

Saat keluar dari gedung komisi antirasuah sekitar pukul 19.00, Machfud yang mengenakan batik berwarna hijau itu pun bungkam. Ia diperiksa KPK sekitar 5 jam. Machfud juga tidak mengenakan rompi orange sebagai penanda tahanan KPK.

Dutasari Citralaras merupakan salah satu perusahaan yang menjadi subkontraktor pengerjaan proyek Hambalang. Sahamnya dimiliki Machfud Suroso dan Munadi Herlambang. Athiyyah Laila, istri Anas Urbaningrum, juga pernah menjadi komisaris di perusahaan tersebut.

Dalam dakwaan Deddy Kusdinar, Kepala Biro Perencanaan Kemenpora, Machfud disebut telah menerima duit Rp 17,3 miliar. Uang sejumlah Rp 28 miliar juga ditransfer ke rekening Dutasari. Namun, uang tersebut diduga bukan merupakan pembayaran pekerjaan yang dilakukan Dutasari, tetapi realisasi pembayaran komisi sebesar 18 persen. Duit itu diduga untuk dibagi-bagikan kepada para pejabat di Kementerian Pemuda dan Olahraga serta beberapa politikus di DPR.

Tak hanya menjadi penampung uang, Machfud disebut pernah dimintai tolong oleh Teuku Bagus Mokhamad Noor yang kala itu masih menjadi Direktur PT Adhi Karya. Bagus mengadu kepadanya lantaran Mindo Rosalina Manulang yang waktu itu masih menjadi anak buah Muhammad Nazaruddin meminta Adhi Karya mundur dari proyek Hambalang. Rosa mengatakan yang akan mengerjakan pekerjaan Hambalang adalah PT Duta Graha Indah. Rosa mengklaim kubunya telah mengeluarkan banyak duit dalam proyek tersebut.

Mendengar keluhan itu, Machfud mengatakan akan menyampaikan masalah tersebut kepada Anas. Beberapa hari setelahnya, dia mengatakan urusannya telah selesai karena Anas sudah meminta agar Nazar mundur dari proyek itu. Machfud telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini pada November 2013 lalu.


LINDA TRIANITA

Berita terkait

Demokrat Kasihani Anas Urbaningrum, Sebut Jadi Korban Adu Domba Kubu Moeldoko dan PKN

13 April 2023

Demokrat Kasihani Anas Urbaningrum, Sebut Jadi Korban Adu Domba Kubu Moeldoko dan PKN

Politikus Demokrat Herman Khaeron menilai pidato Anas Urbaningrum lebih cenderung mengarahkan pada politik persahabatan, alih-alih politik permusuhan.

Baca Selengkapnya

Pengembangan Kawasan Olahraga Hambalang Terganjal Masalah Hukum

17 Maret 2021

Pengembangan Kawasan Olahraga Hambalang Terganjal Masalah Hukum

Menpora Zainuddin Amali merespons kemungkinan Kawasan Olahraga Hambalang sebagai lokasi pemusatan latihan nasional.

Baca Selengkapnya

KPK Beri Lampu Hijau Pembangunan Hambalang Dilanjutkan, tapi ...

21 Juli 2020

KPK Beri Lampu Hijau Pembangunan Hambalang Dilanjutkan, tapi ...

Pembangunan proyek Hambalang sebagai lokasi pelatnas sudah mendapat lampu hijau dari KPK untuk dilanjutkan, namun terkendala wabah Covid-19.

Baca Selengkapnya

Menpora Susun Grand Design Olahraga, Akan Lahirkan Zohri Baru

27 Mei 2020

Menpora Susun Grand Design Olahraga, Akan Lahirkan Zohri Baru

Kemenpora sedang menyusun Grand Design Olahraga Nasional untuk menghasilkan atlet berprestasi secara sistematik

Baca Selengkapnya

SBY: Saya Menahan Emosi Difitnah Soal Century dan Hambalang

11 November 2018

SBY: Saya Menahan Emosi Difitnah Soal Century dan Hambalang

Curahan hati ini diungkapkan SBY saat menutup pembekalan calon anggota legislatif Partai Demokrat yang sudah berlangsung sejak kemarin.

Baca Selengkapnya

Ajukan PK, Anas Urbaningrum Minta Divonis Bebas

12 Juli 2018

Ajukan PK, Anas Urbaningrum Minta Divonis Bebas

Bekas Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum meminta divonis bebas lewat permohonan PK dalam kasus Hambalang.

Baca Selengkapnya

Ajukan PK, Anas Urbaningrum Gunakan Empat Novum Ini

24 Mei 2018

Ajukan PK, Anas Urbaningrum Gunakan Empat Novum Ini

Dalam peninjauan kembali atau PK tersebut, Anas Urbaningrum mengajukan empat bukti baru atau novum.

Baca Selengkapnya

Jalani Hukuman 3,5 Tahun, Choel Dikirim ke Penjara Sukamiskin

21 Juli 2017

Jalani Hukuman 3,5 Tahun, Choel Dikirim ke Penjara Sukamiskin

Choel Mallarangeng akan menjalani hukumannya selama 3,5 tahun penjara di Lapas Sukamiskin, Bandung.

Baca Selengkapnya

Setelah Bebas, Andi Mallarangeng Kembali ke Demokrat Bantu SBY  

20 Juli 2017

Setelah Bebas, Andi Mallarangeng Kembali ke Demokrat Bantu SBY  

Selain kembali bergabung dengan Partai Demokrat dan membantu SBY, Andi Mallarangeng berencana kembali mengajar di kampus.

Baca Selengkapnya

Andi Alifian Malarangeng Hari Ini Bebas Murni

19 Juli 2017

Andi Alifian Malarangeng Hari Ini Bebas Murni

Andi Mallarangeng terpidana kasus korupsi Hambalang telah dinyatakan bebas murni, mulai hari ini.

Baca Selengkapnya