Gugatan Ditolak, Adik Atut Tetap Ditahan  

Reporter

Selasa, 7 Januari 2014 20:00 WIB

Pengusaha, Tubagus Chaeri Wardana atau Wawan digiring petugas keamanan menuju mobil tahanan setelah menjalani pemeriksaan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Rabu (16/10). TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

TEMPO.CO, Jakarta - Hakim ketua Puji Dwi Raharji menolak gugatan praperadilan yang diajukan Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi. "Setelah menimbang bukti-bukti yang ada, saya putuskan KPK sudah bekerja sesuai undang-undang," kata Puji dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 7 Januari 2014.

Hakim menyatakan KPK bisa menahan Chaeri Wardana, kini tersangka kasus suap bekas Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar. "Penahanan tersebut memenuhi undang-undang dan peraturan yang ada di KPK." (Baca di sini: Apapun Proyeknya, Wawan Muaranya)

Puji juga menyatakan penangkapan suami Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany oleh komisi antikorupsi itu sah. Tindakan tangkap tangan yang dilakukan KPK sesuai dengan Pasal 1 angka 19 Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana. "Kondisi tangkap tangan KPK sudah memenuhi syarat," ujar Puji.

Hakim pun memutuskan penyitaan dokumen atau barang milik Chaeri Wardana oleh KPK merupakan tindakan sah. Alasannya, kata dia, seluruh barang yang disita KPK termasuk dokumen dan barang yang masih disidik untuk kepentingan hukum. KPK, ujar Puji, berhak menyita barang dan dokumen yang berkaitan dengan penyidikan jika diperlukan. Termasuk di antaranya, beberapa surat yang diminta untuk dikembalikan ke Wawan.

KPK menangkap Wawan pada 2 Oktober 2013 lalu di rumahnya di Jalan Denpasar IV Nomor 35, Kuningan, Jakarta Selatan. Adik kandung Gubernur Banten Atut Chosiyah itu dituduh menyuap Akil Mochtar sebesar Rp 1 miliar yang diserahkan melalui Susi Tur Handayani, advokat yang diduga merupakan orang kepercayaan Akil. Chaeri Wardana kemudian mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Jakarta Selatan.

AMRI MAHBUB

Terpopuler
Setelah Jokowi, Endriartono Sindir Erick Thohir
Alasan Utama Ahok Emoh Tinggal di Rumah Dinas
Saksi: Teroris Dayat Ditembak dari Jarak 1 Meter
Ini Bisnis Istri Polisi yang Kehilangan Berlian

Berita terkait

Putusan MKMK Dibacakan, Ini Kilas Balik Pemberhentian Tidak Hormat Ketua MK Akil Mochtar

8 November 2023

Putusan MKMK Dibacakan, Ini Kilas Balik Pemberhentian Tidak Hormat Ketua MK Akil Mochtar

Putusan ini merupakan titik akhir dari serangkaian investigasi yang dilakukan MKMK terhadap para hakim konstitusi yang diduga melanggar etik.

Baca Selengkapnya

Keluar Penjara, Ratu Atut Chosiyah Kumpul Keluarga dan Ziarah ke Makam Orang Tua

6 September 2022

Keluar Penjara, Ratu Atut Chosiyah Kumpul Keluarga dan Ziarah ke Makam Orang Tua

Ratu Atut Chosiyah merupakan narapidana tindak pidana korupsi (Tipikor) kasus suap Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar

Baca Selengkapnya

Eks Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah Bebas Bersyarat

6 September 2022

Eks Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah Bebas Bersyarat

Ratu Atut Chosiyah merupakan narapidana tindak pidana korupsi (Tipikor) kasus suap Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar.

Baca Selengkapnya

Orang Dekat Akil Mochtar Divonis 4,5 Tahun Terkait Suap di MK

12 Maret 2020

Orang Dekat Akil Mochtar Divonis 4,5 Tahun Terkait Suap di MK

Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi memvonis orang dekat mantan Ketua MK Akil Mochtar, Muhtar Ependy, 4 tahun 6 bulan penjara.

Baca Selengkapnya

KPK Serahkan Aset Milik Akil Mochtar ke KPKNL Pontianak

5 Maret 2019

KPK Serahkan Aset Milik Akil Mochtar ke KPKNL Pontianak

KPK menyerahkan barang sitaan dari perkara Akil Mochtar ke KPKNL Pontianak

Baca Selengkapnya

Istri Akil Mochtar Mangkir dari Panggilan KPK

6 April 2018

Istri Akil Mochtar Mangkir dari Panggilan KPK

Istri Akil Mochtar diperiksa sebagai saksi untuk Muchtar Efendy, orang kepercayaan Akil yang ditetapkan sebagai tersangka pencucian uang.

Baca Selengkapnya

Bupati Buton Samsu Umar Langsung Dinonaktifkan Setelah Dilantik  

24 Agustus 2017

Bupati Buton Samsu Umar Langsung Dinonaktifkan Setelah Dilantik  

KPK hanya memberi waktu Umar keluar dari tahanan selama dua jam.

Baca Selengkapnya

Jadi Terdakwa, Bupati Buton Samsu Umar Minta Izin Ikut Pelantikan

16 Agustus 2017

Jadi Terdakwa, Bupati Buton Samsu Umar Minta Izin Ikut Pelantikan

Bupati Buton terpilih Samsu Umar meminta izin untuk mengikuti pelantikan dirinya meski dia saat ini berstatus tahanan kasus korupsi suap Akil Mochtar.

Baca Selengkapnya

Bupati Buton Resmi Ditahan KPK  

26 Januari 2017

Bupati Buton Resmi Ditahan KPK  

Bupati Buton Samsu Umar Abdul Samiun ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam buntut perkara suap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar.

Baca Selengkapnya

KPK Tangkap Bupati Buton di Bandara Soekarno-Hatta

25 Januari 2017

KPK Tangkap Bupati Buton di Bandara Soekarno-Hatta

KPK menangkap Bupati Buton, Samsu Umar Abdul Samiun, terkait suap Rp 1 miliar kepada Akil Mochtar.

Baca Selengkapnya