Tiga Poin Penting Pendidikan Polwan  

Senin, 2 September 2013 08:50 WIB

Polwan dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak mensosialisasikan bahaya permen karet perangsang di depan ratusan siswa-siswi SMU Hang Tuah 1, Surabaya, Rabu (6/2). Sosialisai tentang permen karet perangsang ini untuk mengantisipasi beredarnya barang berbahaya tersebut di kalangan pelajar perempuan. TEMPO/Fully Syafi

TEMPO.CO, Jakarta -Pola pendidikan untuk para polisi tentu berbeda dengan pola pendidikan pada umumnya. Selain pendidikan akademik, mereka wajib menjalani pendidikan fisik dan mental. Yang unik, pendidikan polwan dan polisi laki-laki sebenarnya tidak jauh berbeda.

“Memang tidak ada perbedaan. Polisi wanita dan laki-laki sama-sama menerima pendidikan yang membentuk karakter menjadi polisi, ini tanpa melihat jenis kelamin perempuan atau laki-laki,” kata Brigjen Basaria Panjaitan, polwan yang juga widyaiswara di sekolah pimpinan Polri, ketika ditemui Tempo, Jumat 30 Agustus 2013.

"Orang-orang yang mengikuti pelatihan dan pendidikan polisi adalah orang terpilih. Jadi ketika mereka sudah masuk kamp pendidikan semuanya pasti akan menjadi polisi," kata Basaria. Setiap tahun, Polri menerima 500 polwan baru. Seleksi dilakukan dengan ketat selama dua bulan penuh. “Seleksi itu sebelum masuk pendidikan,” katanya.

Ketika menjalani pendidikan, Kepala Sekolah Polwan, Kombes Sri Handayani, menerangkan bahwa setidaknya ada tiga poin penting yang ditekankan. "Akademik, fisik, dan mental," katanya. Ketiga hal ini penting dalam pembentukan karakter seorang polwan.

Handayani mengakui, ketika pendidikan baru dimulai, ada saja calon polwan yang tampak tak siap untuk menjadi polisi. "Itu tantangan bagi para pengasuh dan guru agar jangan sampai ada yang keluar."

Di sinilah fungsi sebuah lembaga pendidikan kepolisian. Kurikulum yang disusun telah diatur untuk melahirkan sosok polwan yang sesuai dengan kompetensi yang diharapkan. "Diharapkan ada perubahan perilaku pada akhirnya, dari yang tidak siap menjadi siap untuk menjadi polisi."

Total lamanya waktu pendidikan polwan adalah tujuh bulan. Dalam periode itu, polwan digembleng secara fisik, dididik untuk memahami ilmu kepolisian dan terakhir, baru dilatih sesuai penjurusannya. Pendidikan selama 7 bulan itu dapat dikatakan sangat padat dan ketat. Baca Edisi Khusus Polwan Jelita di sini.

HADRIANI P | AISHA S

Berita Polwan lainnya:
Syarat Jadi Polwan: Tak Boleh Kawin Dulu
Polwan Pun Bisa Jadi Kapolri

Polwan Indonesia Memang Harus Cantik

Polwan Tidak Bersaing dengan Polisi Pria

Berita terkait

Kapolri Listyo Sigit Soroti Viral Tagar Percuma Lapor Polisi

29 Desember 2021

Kapolri Listyo Sigit Soroti Viral Tagar Percuma Lapor Polisi

Kapolri Listyo Sigit berharap tagar itu menjadi motivasi bagi Polri untuk memperbaiki kinerjanya ke depan.

Baca Selengkapnya

Kapolda NTT Pecat 13 Polisi

28 Oktober 2021

Kapolda NTT Pecat 13 Polisi

Polisi itu di antaranya terlibat tindakan asusila dan menelantarkan keluarga.

Baca Selengkapnya

Profesionalisme Disorot, Polri Ajak Warga Awasi Kinerja Anggotanya

19 Oktober 2021

Profesionalisme Disorot, Polri Ajak Warga Awasi Kinerja Anggotanya

Ferdy Sambo mengajak seluruh lapisan masyarakat agar tidak ragu dan ikut serta berperan aktif mengawasi kinerja anggota polri di lapangan

Baca Selengkapnya

Fakta Tentang Penggunaan Kamera Tubuh oleh Polisi Amerika Serikat

1 Mei 2021

Fakta Tentang Penggunaan Kamera Tubuh oleh Polisi Amerika Serikat

Teknologi kamera tubuh semakin banyak digunakan oleh lpenegak hukum Amerika Serikat dan sering kali memainkan peran sentral dalam memberikan bukti.

Baca Selengkapnya

Polri 6 Kali Berturut Diganjar WTP, Sri Mulyani: Luar Biasa

21 Februari 2020

Polri 6 Kali Berturut Diganjar WTP, Sri Mulyani: Luar Biasa

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengapresiasi kinerja Polri yang enam kali berturut-turut mendapatkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Baca Selengkapnya

IPW: Pembakaran Polsek Ciracas Buntut Kecewa Masyarakat ke Polisi

18 Desember 2018

IPW: Pembakaran Polsek Ciracas Buntut Kecewa Masyarakat ke Polisi

Indonesian Police Wacth (IPW) memandang, tragedi pembakaran kantor Kepolisian Sektor atau Polsek Ciracas merupakan buntut kekecewaan masyarakat.

Baca Selengkapnya

Efek Asisten SDM Polri Arief Sulistyanto hingga ke Daerah

25 Maret 2018

Efek Asisten SDM Polri Arief Sulistyanto hingga ke Daerah

Bekto mengkritik Polri yang memiliki banyak perwira yang menganggur yang jumahnya sekitar 414 orang.

Baca Selengkapnya

Banyak Perwira yang Menganggur, Kompolnas Kritik Kinerja Polri

25 Maret 2018

Banyak Perwira yang Menganggur, Kompolnas Kritik Kinerja Polri

Perwira menganggur itu, kata anggota Kompolnas, biasanya terjadi selepas sekolah pimpinan Polri. Banyak jabatan kosong di polda di luar Jawa.

Baca Selengkapnya

Kapolri Lantik Unggung Cahyono sebagai Aslog, Disumpah Tidak KKN

22 Agustus 2017

Kapolri Lantik Unggung Cahyono sebagai Aslog, Disumpah Tidak KKN

Kapolri Tito Karnavian meminta Unggung Cahyono membaca sumpah jabatan. Salah satu sumpahnya yaitu tidak melakukan tindak pidana korupsi.

Baca Selengkapnya

Kapolri Tito Harap Segera Lantik Kapolda Polwan  

20 Agustus 2017

Kapolri Tito Harap Segera Lantik Kapolda Polwan  

Tito mengatakan polwan cenderung antikorupsi dalam praktik penegakan hukum.

Baca Selengkapnya