Demokrat Usul Daftar Pemilih Berdasarkan Domisili

Reporter

Editor

Anton William

Jumat, 5 Juli 2013 15:49 WIB

Pejabat Walikota Banda Aceh Teuku Saifuddin melihat Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Gampong (Desa) Pango Raya, Ulle Kareng, Kota Banda Aceh, Minggu (8/4). Komisi Independen Pemilihan (KIP) Propinsi Aceh menetapkan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) pilkada gubernur dan wakil gubernur yang digelar 9 April mendatang, sebanyak 3.244.680 orang. TEMPO/Agung Pambudhy

TEMPO.CO, Jakarta-Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat (DPP Demokrat) Andi Nurpati mengusulkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyusun daftar pemilih berdasarkan tempat tinggal sehari-hari, bukan berdasarkan alamat yang tertera di Kartu Tanda Penduduk. Andi yakin, pendataan berdasarkan domisili akan meningkatkan partisipasi Pemilu.


"Hampir tidak mungkin orang pulang kampung hanya untuk nyoblos. Biaya pulang kampung sangat mahal," kata Andi dalam diskusi di kantor KPU, Jumat, 5 Juli 2013.


Andi, yang juga mantan anggota KPU pada pemilihan 2009, mengatakan salah satu faktor yang menyebabkan partisipasi pemilih menurun adalah metode pendaftaran pemilih. KPU mendaftarkan pemilih berdasarkan alamat di kartu tanda penduduk. Nyatanya, banyak penduduk yang sehari-hari tinggal jauh dari alamat yang tertera di KTP.


"Misalnya saja pekerja di Jakarta, umumnya mereka berasal dari daerah," katanya. "Tak mungkin mereka pulang ke kampung hanya untuk nyoblos. Akhirnya mereka tidak memilih."


Andi mencontohkan mahasiswa yang kuliah jauh dari tempat tinggalnya. "Sebut saja di Jakarta, pasti ada asrama mahasiswa dari daerah," katanya. Andi ragu mahasiswa itu akan menggunakan hak pilih. Sebab untuk menggunakan hak pilih, si mahasiswa harus pulang dulu ke alamat sebagaimana tertera di KTP.


Advertising
Advertising

"Kalau boleh yang seperti ini dicarikan jalan keluar, dikondisikan agar partisipasi meningkat," katanya.


Persoalan daftar pemilih tetap mencuat selepas pemungutan suara Pemilu 2009. Ketika itu, sejumlah partai mengklaim kehilangan suara akibat banyaknya anggota dan simpatisan mereka tak tercantum dalam daftar pemilih tetap.


KPU kini sedang menyusun ulang anggaran distribusi logistik Pemilu 2014 yang membengkak akibat kenaikan bahan bakar minyak bersubisdi. Komisi juga menyiapkan kotak suara bening dan tinta jari cepat pudar. Di luar negeri, pemilihan diadakan lebih awal.


ANANDA BADUDU


Terpopuler:
Pengumuman SBMPTN Dimajukan 8 Juli

Keterangan Prajurit Kopassus Ucok Irasional

Fuad Bawazier Menentang Hanura Calonkan Hary Tanoe

PDI Perjuangan Pantau Elektabilitas Jokowi

Imparsial: Kopassus Penyerang Cebongan Berbohong

Berita terkait

KIP Uji Konsekuensi Informasi Data Pemilu KPU Pekan Depan

57 hari lalu

KIP Uji Konsekuensi Informasi Data Pemilu KPU Pekan Depan

Yayasan Advokasi Hak Konstitusional Indonesia (YAKIN) meminta informasi real count (hitung nyata) dalam bentuk data mentah seperti file nilai dipisah

Baca Selengkapnya

Catatan Perolehan Suara Peserta Pemilu Pasca Reformasi, Siapa Jawaranya?

19 Februari 2024

Catatan Perolehan Suara Peserta Pemilu Pasca Reformasi, Siapa Jawaranya?

Pelaksanaan pemilu dalam era reformasi telah dilakukan enam kali, yaitu Pemilu 1999, Pemilu 2004, Pemilu 2009, Pemilu 2014, Pemilu 2019 dan Pemilu 2024.

Baca Selengkapnya

Selama 3 Periode Pemilu, 3 Partai Politik Ini Peringkat Atas Pemilihan Legislatif

18 Februari 2024

Selama 3 Periode Pemilu, 3 Partai Politik Ini Peringkat Atas Pemilihan Legislatif

Sejak Pemilu 2014 sampai Pemilu 2024, terdapat tiga besar partai politik yang selalu memuncaki pemilihan legislatif (Pileg). Apa saja?

Baca Selengkapnya

Politikus Malaysia dan Timor Leste Pertanyakan KPU soal Pencalonan Gibran Rakabuming

13 Februari 2024

Politikus Malaysia dan Timor Leste Pertanyakan KPU soal Pencalonan Gibran Rakabuming

Politikus Malaysia dan Timor Leste yang tergabung dalam organisasi jaringan anggota parlemen se-ASEAN mempertanyakan pencalonan Gibran Rakabuming.

Baca Selengkapnya

Cara Mencoblos di TPS saat Pemilu 2024 dan Persyaratannya

18 Januari 2024

Cara Mencoblos di TPS saat Pemilu 2024 dan Persyaratannya

Pemilu 2024 akan dilaksanakan pada Rabu, 14 Februari 2024 pukul 07.00-13.00 waktu setempat. Berikut tata cara mencoblos di TPS saat Pemilu.

Baca Selengkapnya

Politik Makan Siang Jokowi Bersama Capres, SBY Pernah Buka Puasa Bersama Capres-Cawapres Pemilu 2014

1 November 2023

Politik Makan Siang Jokowi Bersama Capres, SBY Pernah Buka Puasa Bersama Capres-Cawapres Pemilu 2014

Jokowi mengundang makan siang 3 capres. Langkah yang sebelumnya pernah dilakukan SBY pada 2014, mengundang buka puasa bersama capres-cawapres.

Baca Selengkapnya

KPU Libatkan BNN Periksa Kesehatan Bebas Narkoba Capres-Cawapres

16 Oktober 2023

KPU Libatkan BNN Periksa Kesehatan Bebas Narkoba Capres-Cawapres

KPU akan melibatkan BNN dalam pemeriksaan kesehatan bakal calon presiden dan wakilnya. BNN masuk dalam tim untuk memastikan para calon bebas narkoba.

Baca Selengkapnya

Relawan Jokowi se Jatim Dukung Prabowo Dinilai Hanya Manuver Murahan

7 Agustus 2023

Relawan Jokowi se Jatim Dukung Prabowo Dinilai Hanya Manuver Murahan

Relawan Jokowi yang mendukung Prabowo di Jatim dianggap tak memiliki jejak rekam mendukung Jokowi di Pemilu 2019.

Baca Selengkapnya

KPU DKI: 1.859 Bacaleg Memenuhi Syarat Ikut Pemilu 2024

7 Agustus 2023

KPU DKI: 1.859 Bacaleg Memenuhi Syarat Ikut Pemilu 2024

KPU DKI mengumumkan ribuan bakal calon legislatif (bacaleg) memenuhi syarat (MS) dan sisanya, ratusan peminat tidak memenuhi syarat (TMS)

Baca Selengkapnya

PPP Menilai Andika Perkasa Penuhi Kualifikasi Jadi Ketua Tim Pemenangan Ganjar Pranowo

27 Juni 2023

PPP Menilai Andika Perkasa Penuhi Kualifikasi Jadi Ketua Tim Pemenangan Ganjar Pranowo

Ketua DPP PPP Ahmad Baidowi alias Awiek menilai kualifikasi diri mantan Panglima TNI Andika Perkasa cocok sebagai ketua pemenangan Ganjar Pranowo

Baca Selengkapnya