Alasan Priyadi Menyebut New7Wonders Penipuan

Reporter

Editor

Kamis, 3 November 2011 12:56 WIB

Komodo. REUTERS/Beawiharta

TEMPO Interaktif, Jakarta - Blogger Indonesia, Priyadi Iman Nurcahyo, menilai penyelenggaraan ajang tujuh keajaiban dunia oleh New7Wonders (N7W) yang berkedudukan di Swiss adalah penipuan. "New7Wonders organisasi tidak jelas. Mereka tidak kredibel," kata Priyadi yang dihubungi Tempo, Kamis, 3 November 2011.

Pendapat Priyadi terkait dengan masih banyaknya masyarakat yang didukung pihak swasta dan pemerintah untuk terus memberikan dukungan atau vote guna mendukung Pulau Komodo sebagai tujuh keajaiban dunia. Priyadi menulis opininya dalam blog pribadinya.

Priyadi menyebutkan fenomena Komodo ini sebagai vanity scam dengan skala internasional. Vanity scam adalah penipuan yang memanfaatkan kebanggaan terhadap diri sendiri seperti atas nama kelompok, lembaga, dan negara.

Menurut Priyadi, N7W adalah yayasan yang tidak kredibel. Pada tahun 2007 lalu, yayasan ini memasang link website UNESCO, namun akhirnya dibantah UNESCO bahwa N7W tidak berada di bawah UNESCO. "Tidak ada hubungan sama sekali antara N7W dengan UNESCO," katanya.

Karena itu, Priyadi menilai N7W hanya mencari keuntungan dari ajang tujuh keajaiban dunia ini melalui vote yang diberikan masyarakat untuk mendukung Pulau Komodo sebagai tujuh keajaiban dunia. "SMS yang diberikan adalah keuntungan bagi yayasan itu. Jadi, saya minta pengertian masyarakat," katanya.

Melihat itu, maka Priyadi pun mendukung langkah yang diambil Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk menggugat N7W sebagai lembaga yang ilegal. "Layak yayasan N7W dituntut secara hukum," katanya.

Dalam blognya, Priyadi mengatakan mendukung Taman Nasional Komodo sebagai wahana konservasi dan obyek wisata. Masalahnya, kata dia, soal dukungan Taman Nasional Komodo melalui ajang kontes New7Wonders. "Jangan terjebak pada anggapan menyamakan tidak mendukung TMK melalui New7Wonders dengan tidak mendukung Taman Nasional.”

Di sisi lain, walaupun banyak pihak menilai N7W sebagai yayasan ilegal, namun tidak menyurutkan niat Muhamad Jusuf Kalla sebagai Duta Komodo untuk menyerukan kepada masyarakat Indonesia untuk terus mendukung Pulau Komodo sebagai tujuh keajaiban dunia.

Tidak hanya itu, pemerintah Nusa Tenggara Timur (NTT) juga terus melakukan berbagai gerakan mendukung Pulau Komodo melalui vote yang digelar massal yang dipimpin langsung Gubernur NTT Frans Lebu Raya.

YOHANES SEO

Berita terkait

Ada Harimau Sumetera hingga Komodo, Inilah 5 Hewan Endemik Asal Indonesia

1 hari lalu

Ada Harimau Sumetera hingga Komodo, Inilah 5 Hewan Endemik Asal Indonesia

Setidaknya ada 612 hewan endemik asal Indonesia dari berbagai jenis, seperti mamalia, burung, reptil, hingga amfibi. Berikut lima di antaranya.

Baca Selengkapnya

Rumah Teuku Wisnu dan Shireen Sungkar Dimasuki Biawak, Seliar Apakah Hewan Ini?

36 hari lalu

Rumah Teuku Wisnu dan Shireen Sungkar Dimasuki Biawak, Seliar Apakah Hewan Ini?

Rumah artis Teuku Wisnu dan Shireen Sungkar dimasuki biawak belum lama ini. Hewan apakah ini? Ada sekitar 80 jenis biawak di seluruh dunia,

Baca Selengkapnya

Larangan Kapal Berlayar ke Pulau Komodo Diperpanjang hingga 20 Maret

46 hari lalu

Larangan Kapal Berlayar ke Pulau Komodo Diperpanjang hingga 20 Maret

KSOP Kelas III Labuan Bajo memperpanjang larangan kapal wisata untuk berlayar ke Pulau Komodo Taman Nasional Komodo (TNK) hingga 20 Maret 2024.

Baca Selengkapnya

Kronologi Turis China Hilang di TKN Komodo

4 Oktober 2023

Kronologi Turis China Hilang di TKN Komodo

Tim SAR melaporkan hilangnya turis asal China di Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat.

Baca Selengkapnya

5 Fakta Kapolsek Komodo Aniaya Satpam Bank di NTT

15 September 2023

5 Fakta Kapolsek Komodo Aniaya Satpam Bank di NTT

Kapolsek Kompdo Ivans Djarat menganiaya seorang satpam bank di NTT gegara ditegur memakai helm saat di ATM. Berikut sederet faktanya.

Baca Selengkapnya

Kapolsek Komodo Aniaya Satpam Bank, Ini Kata Kompolnas dan Kapolres Manggarai Barat

15 September 2023

Kapolsek Komodo Aniaya Satpam Bank, Ini Kata Kompolnas dan Kapolres Manggarai Barat

Kapolsek Komodo menganiaya satpam bank di NTT menuai reaksi Kompolnas dan Kapolres Manggarai Barat. Ini kata mereka.

Baca Selengkapnya

Garuda Indonesia Angkut Komodo dari Jakarta ke Labuan Bajo, Dukung Konservasi Satwa Endemik

16 Agustus 2023

Garuda Indonesia Angkut Komodo dari Jakarta ke Labuan Bajo, Dukung Konservasi Satwa Endemik

Garuda Indonesia mengangkut 6 ekor komodo dari Jakarta untuk menuju Labuan Bajo atau translokasi ke habitat alaminya.

Baca Selengkapnya

Taman Safari Bogor Lepas Liar Enam Komodo ke Cagar Alam Wae Wuul, NTT

15 Agustus 2023

Taman Safari Bogor Lepas Liar Enam Komodo ke Cagar Alam Wae Wuul, NTT

Komodo merupakan spesies yang rentan terhadap kepunahan, dan dikategorikan sebagai spesies rentan dalam daftar IUCN Red List.

Baca Selengkapnya

Sehari, DPPU Komodo Layani 33 Kl Avtur untuk 13 Pesawat

26 Juli 2023

Sehari, DPPU Komodo Layani 33 Kl Avtur untuk 13 Pesawat

Depo Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Komodo, Labuan Bajo, NTT, dalam sehari bisa menyalurkan 33 kilo liter (Kl) avtur untuk melayani 13 pesawat.

Baca Selengkapnya

Selain Maung, Simak 5 Kendaraan Taktis Tempur Canggih Milik Pindad

25 Juli 2023

Selain Maung, Simak 5 Kendaraan Taktis Tempur Canggih Milik Pindad

Selain memproduksi mobil Maung, PT Pindad juga memiliki lima kendaraan taktis. Simak informasinya dan profil PT Pindad di sini:

Baca Selengkapnya