Pimpinan TNI AD Dengarkan Keluhan Tentara Ngamuk

Reporter

Editor

Kamis, 30 April 2009 09:15 WIB

TEMPO Interaktif, Jayapura: Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Agustadi Sasangko Purnomo mendapat penjelasan kasus tentara yang mengamuk di Sentani, Ibu Kota Kabupaten Jayapura, Papua, Kamis (30/4). Kejadian prajurit yang mengamuk dengan melepas tembakan pada Rabu (29/4) itu berlangsung di Markas Batalion Infantri 751.

Penjelasan itu disampaikan Panglima Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih Mayor Jenderal TNI Azmi Yusri Nasution di ruang VIP Bandara Sentani. Jenderal Agustadi tiba di Jayapura sekitar pukul 09.30 Waktu Indonesia Timur. Penjelasan Naustion kepada Agustadi tertutup untuk wartawan.

Menurut rencana, setelah memperoleh penjelasan, Agustadi akan meninjau markas batalion dan berdialog dengan prajurit untuk mengetahui kasus yang sebenarnya terjadi. Kedatangan pimpinan Angkatan Darat ini sekaligus untuk meredak gejolak yang terjadi di internal batalion, baik menyangkut kepemimpinan atupun kesejahteraan prajurit.

Kasus ini dipicu ratusan anggota Batalion Infantri 751 mengamuk di dalam markas karena kesal setelah uang makan dan uang kesejahteraan mereka dipotong oleh atasannya. Pemotongan itu dipakai iuran memulangkan jenazah Prajurit Satu Joko yang meninggal ke Nabire.

Mereka merusak rumah dinas Komandan Batalion 751 Letnan Kolonel Inf Lambok Sihotang. Sedangkan Wakil Komandan Yonif 751 Mayor Inf Raimond Power Simanjuntak kepalanya bocor terkena lemparan batu. Kedua pimpinan ini dijadikan sasaran amarah karena dianggap mempersulit pemakaman jenazah anggota tentara yang meninggal karena sakit.

Advertising
Advertising

Jenazal itu hendak diangkut ke Nabire, namun terhambat oleh mahalnya harga sewa pesawat sekitar Rp 30 juta. Amuk prajurit itu baru dapat diredakan setelah Mayor Jenderal Azmin Yusri Nasution datang ke lokasi, berdialog dengan para prajurit.

ELIK | ANTARA

Berita terkait

Kopassus Buka Ekspedisi NKRI 2017, Pendaftaran Secara Daring  

22 Mei 2017

Kopassus Buka Ekspedisi NKRI 2017, Pendaftaran Secara Daring  

Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat kembali membuka pendaftaran calon peserta Ekspedisi NKRI 2017.

Baca Selengkapnya

Konflik Papua, Ray Rangkuti Minta Peran TNI Dibatasi  

5 Oktober 2016

Konflik Papua, Ray Rangkuti Minta Peran TNI Dibatasi  

Seharusnya TNI tidak dapat turun tangan dalam mengatasi konflik di tanah tersebut.

Baca Selengkapnya

Ini Kata Kapolri tentang Penyelesaian Pelanggaran HAM Papua  

25 April 2016

Ini Kata Kapolri tentang Penyelesaian Pelanggaran HAM Papua  

Ada dua cara penyelesaian: pertama, dengan pendekatan politis; dan kedua, dengan pendekatan hukum.

Baca Selengkapnya

BIN Sebut 20 Penembakan di Papua Selama 2015  

9 Februari 2016

BIN Sebut 20 Penembakan di Papua Selama 2015  

Pemerintah menegaskan bahwa tindakan tegas tetap harus ada.

Baca Selengkapnya

Penyerangan Polsek Sinak, TNI AD Tingkatkan Kewaspadaan  

28 Desember 2015

Penyerangan Polsek Sinak, TNI AD Tingkatkan Kewaspadaan  

TNI Angkatan Darat juga menyiagakan intelijen untuk pencegahan dini serangan lanjutan.

Baca Selengkapnya

Kenapa Kasus Kekerasan Militeristik Terus Menguat di Papua?

7 September 2015

Kenapa Kasus Kekerasan Militeristik Terus Menguat di Papua?

Menurut Komnas HAM, hampir setiap minggu terjadi kasus kekerasan di Papua.

Baca Selengkapnya

Mahasiswa Berdemo Tuntut Jokowi Tarik Militer dari Papua  

4 September 2015

Mahasiswa Berdemo Tuntut Jokowi Tarik Militer dari Papua  

Para mahasiswa yang berdemo mengingatkan Jokowi kalau jumlah rakyat Papua yang terbunuh sejak 1 Mei 1963 mencapai 500 ribu jiwa.

Baca Selengkapnya

TNI Tembak Warga di Timika, Ini Kronologi Versi Warga  

28 Agustus 2015

TNI Tembak Warga di Timika, Ini Kronologi Versi Warga  

Penembakan itu dilakukan dua pemuda mabuk yang belakangan diketahui anggota TNI di Mimika

Baca Selengkapnya

Anak-anak Papua Akan Disekolahkan di Bandung  

14 Agustus 2015

Anak-anak Papua Akan Disekolahkan di Bandung  

Staf Khusus Presiden Jokowi untuk urusan Papua ingin memboyong anak-anak Papua belajar sampai sarjana di Bandung.

Baca Selengkapnya

KSAD: Kodam Baru di Papua Selesai Januari 2016

30 Mei 2015

KSAD: Kodam Baru di Papua Selesai Januari 2016

Nama Kodam baru di Papua belum ditentukan. Penetapan nama diserahkan pada masyarakat Papua.

Baca Selengkapnya