Populasi Komodo di Taman Nasional Terancam Punah

Reporter

Editor

Senin, 4 Agustus 2008 13:40 WIB

TEMPO Interaktif, Kupang:Populasi binatang langka komodo di Balai Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, terancam punah. Biawak raksasa yang hanya bisa hidup secara alamiah di bagian barat Flores ini jumlahnya semakin berkurang beberapa tahun terakhir.Di Pulau Padar, misalnya, sejak tahun 2000 lalu populasi komodo tidak ditemukan lagi. "Komodo di Pulau Padar punah total. Tidak ada lagi kotoran komodo yang ditemukan di sana. Belum diketahui pasti penyebab punahnya binatang langka itu. Tetapi kuat dugaan perburuan liar rusa dan babi serta perubahan lingkungan akibat pembakaran liar menjadi penyebab punahnya komodo," kata Kepala Seksi Pengelolaan Balai Taman Nasional Komodo Pulau Padar, Ramang Isaka, melalui saluran telepon, Senin (4/8).Menurutnya, antara tahun 1980 hingga 1990-an, populasi komodo di Pulau Padar masih banyak. Tetapi, karena aksi para pemburu liar yang membakar hutan di kawasan itu, membuat ruang gerak komodo semakin terjepit dan kemungkinan puluhan ekor komodo ikut terbakar.Dia menambahkan, aksi para pemburu yang senang membakar hutan menjadi ancaman serius bagi perkembangan komodo beberapa tahun terakhir. "Secara keseluruhan, jumlah komodo yang masih hidup diperkirakan 2.500 ekor yang tersebar di Pulau Komodo, Pulau Rinca dan Pulau Gili Motang," katanya.Biawak komodo, lanjutnya, hanya dapat bertahan hidup di lokasi yang memiliki ketersediaan air cukup, tempat berlindung aman, banyak pohon rimbun serta makanan berlimpah. "Kenyataannya, di Pulau Padar rusa dan babi semakin berkurang dan sebagian besar hutan sudah rusak akibat pembakaran liar," katanya.Punahnya komodo di Pulau Padar membuat pengelola Taman Nasional Komodo bekerja keras untuk mempertahankan kelestarian binatang langka itu. "Kami masih melakukan penyelidikan tentang penyebab utama kepunahan komodo di Pulau Padar. Rencananya bulan ini kami akan melakukan survei untuk mengetahui pasti kondisi alam Pulau Padar sekaligus menginventarisir jenis-jenis makanan komodo yang masih ada di kawasan itu," katanya.Sementara itu, arus kunjungan wisatawan asing dan mancanegara ke kawasan itu terus bertambah beberapa tahun terakhir. Sampai semester pertama 2008, jumlah wisatawan yang berkunjung mencapai 2.800 orang, yang terdiri dari wisatawan asing 1.700 orang dan wisatawan nusantara 1.010 orang. Sebagian besar wisatawan menjadikan kawasan Taman Nasional Komodo sebagai tujuan utama. Kebanyakan wisatawan berasal dari Amerika Serikat, Jerman, Belanda, Perancis, Inggris, Australia, Rusia dan beberapa negara Eropa lainnya.Jems de Fortuna

Berita terkait

Ada Harimau Sumetera hingga Komodo, Inilah 5 Hewan Endemik Asal Indonesia

2 jam lalu

Ada Harimau Sumetera hingga Komodo, Inilah 5 Hewan Endemik Asal Indonesia

Setidaknya ada 612 hewan endemik asal Indonesia dari berbagai jenis, seperti mamalia, burung, reptil, hingga amfibi. Berikut lima di antaranya.

Baca Selengkapnya

Rumah Teuku Wisnu dan Shireen Sungkar Dimasuki Biawak, Seliar Apakah Hewan Ini?

34 hari lalu

Rumah Teuku Wisnu dan Shireen Sungkar Dimasuki Biawak, Seliar Apakah Hewan Ini?

Rumah artis Teuku Wisnu dan Shireen Sungkar dimasuki biawak belum lama ini. Hewan apakah ini? Ada sekitar 80 jenis biawak di seluruh dunia,

Baca Selengkapnya

Larangan Kapal Berlayar ke Pulau Komodo Diperpanjang hingga 20 Maret

44 hari lalu

Larangan Kapal Berlayar ke Pulau Komodo Diperpanjang hingga 20 Maret

KSOP Kelas III Labuan Bajo memperpanjang larangan kapal wisata untuk berlayar ke Pulau Komodo Taman Nasional Komodo (TNK) hingga 20 Maret 2024.

Baca Selengkapnya

Kronologi Turis China Hilang di TKN Komodo

4 Oktober 2023

Kronologi Turis China Hilang di TKN Komodo

Tim SAR melaporkan hilangnya turis asal China di Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat.

Baca Selengkapnya

5 Fakta Kapolsek Komodo Aniaya Satpam Bank di NTT

15 September 2023

5 Fakta Kapolsek Komodo Aniaya Satpam Bank di NTT

Kapolsek Kompdo Ivans Djarat menganiaya seorang satpam bank di NTT gegara ditegur memakai helm saat di ATM. Berikut sederet faktanya.

Baca Selengkapnya

Kapolsek Komodo Aniaya Satpam Bank, Ini Kata Kompolnas dan Kapolres Manggarai Barat

15 September 2023

Kapolsek Komodo Aniaya Satpam Bank, Ini Kata Kompolnas dan Kapolres Manggarai Barat

Kapolsek Komodo menganiaya satpam bank di NTT menuai reaksi Kompolnas dan Kapolres Manggarai Barat. Ini kata mereka.

Baca Selengkapnya

Garuda Indonesia Angkut Komodo dari Jakarta ke Labuan Bajo, Dukung Konservasi Satwa Endemik

16 Agustus 2023

Garuda Indonesia Angkut Komodo dari Jakarta ke Labuan Bajo, Dukung Konservasi Satwa Endemik

Garuda Indonesia mengangkut 6 ekor komodo dari Jakarta untuk menuju Labuan Bajo atau translokasi ke habitat alaminya.

Baca Selengkapnya

Taman Safari Bogor Lepas Liar Enam Komodo ke Cagar Alam Wae Wuul, NTT

15 Agustus 2023

Taman Safari Bogor Lepas Liar Enam Komodo ke Cagar Alam Wae Wuul, NTT

Komodo merupakan spesies yang rentan terhadap kepunahan, dan dikategorikan sebagai spesies rentan dalam daftar IUCN Red List.

Baca Selengkapnya

Sehari, DPPU Komodo Layani 33 Kl Avtur untuk 13 Pesawat

26 Juli 2023

Sehari, DPPU Komodo Layani 33 Kl Avtur untuk 13 Pesawat

Depo Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Komodo, Labuan Bajo, NTT, dalam sehari bisa menyalurkan 33 kilo liter (Kl) avtur untuk melayani 13 pesawat.

Baca Selengkapnya

Selain Maung, Simak 5 Kendaraan Taktis Tempur Canggih Milik Pindad

25 Juli 2023

Selain Maung, Simak 5 Kendaraan Taktis Tempur Canggih Milik Pindad

Selain memproduksi mobil Maung, PT Pindad juga memiliki lima kendaraan taktis. Simak informasinya dan profil PT Pindad di sini:

Baca Selengkapnya