Menteri Muhadjir Segera Keluarkan Aturan Guru Mengajar 8 Jam  

Kamis, 17 November 2016 | 11:48 WIB
Menteri Muhadjir Segera Keluarkan Aturan Guru Mengajar 8 Jam  
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy. TEMPO/M. Iqbal Ichsan

TEMPO.CO, Makassar – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy berjanji segera mengeluarkan peraturan menteri untuk menghapus kewajiban guru mengajar 24 jam di sekolah.

Muhadjir mengatakan, guru idealnya cukup mengajar maksimum 8 jam setiap minggu. “Saya meluruskan aturan yang lama. Itu tidak relevan lagi bagi guru kita saat ini,” kata Muhadjir di Makassar, Rabu sore, 16 November 2016.

Muhadjir pergi ke Makassar dalam rangka membuka rapat koordinasi dan penandatanganan perjanjian sistem penjaminan mutu pendidikan.

Menurut Muhadjir, aturan mengajar 24 jam di sekolah selama sepekan membuat guru tidak konsentrasi dengan tugasnya. Setiap guru akan keluar-masuk dari beberapa sekolah hanya untuk memenuhi target mengajar tersebut. “Jika seperti itu kondisinya, kapan para guru bisa profesional dan fokus membina siswa di setiap sekolah,” ujarnya.

BacaTunjangan Guru Dipangkas Rp 23,4 Triliun, Ini Alasannya

Selama ini kewajiban mengajar minimal 24 jam per minggu dijadikan syarat untuk mendapatkan tunjangan profesi guru. Jika tidak memiliki 24 jam mengajar tatap muka dalam kelas, guru tidak memperoleh tunjangan. Syarat ini juga berlaku bagi guru honorer penerima insentif adalah beban mengajar minimal 24 jam.

Menurut Muhadjir, nantinya guru cukup mengajar di satu sekolah saja. Dia meminta para guru terus memacu diri dan memahami pentingnya profesi yang sedang dijalani. Dalam pandangannya, guru adalah profesi induk dari berbagai macam profesi yang ada. “Mutu guru ke depan bukan ditentukan oleh banyaknya jam pelajaran, melainkan seberapa besar bisa konsisten mengajar,” tuturnya.

SimakGuru dan Permasalahannya

Kebijakan lain yang segera dikeluarkan oleh Muhadjir adalah jumlah hari sekolah. Menurut dia, waktu sekolah nanti cukup lima hari, Senin-Jumat. Hari Sabtu dan Minggu, kata dia, dimanfaatkan bagi guru dan siswa untuk beristirahat. “Guru jangan full mengajar. Sesekali manfaatkan tamasya bersama keluarga,” kata Muhadjir.

Rencana penghapusan 24 jam mengajar sepekan itu menuai respons positif dari kalangan guru. Salah seorang guru asal Makassar, Herwilis, menyatakan terobosan Menteri Muhadjir patut diapresiasi. “Faktanya memang banyak guru yang ke sana-kemari mencari sekolah hanya untuk membahas mata pelajaran mereka. Ini sangat merepotkan,” ujar Herwilis.

Dia berharap aturan tersebut segera ditetapkan oleh Menteri Muhadjir. Menurut Herwilis, kebijakan itu akan memudahkan guru untuk fokus di satu sekolah tempat mengajar.

ABDUL RAHMAN




Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan