Marwah Daud Ibrahim Bandingkan Dimas Kanjeng dengan Habibie  

Kamis, 29 September 2016 | 06:41 WIB
Marwah Daud Ibrahim Bandingkan Dimas Kanjeng dengan Habibie  
Foto Dimas Kanjeng Pribadi. Tempo/Ishomuddin

TEMPO.CO, Jakarta - Sekalipun Dimas Kanjeng Taat Pribadi nyata-nyata sudah diamankan polisi karena diduga kuat sebagai otak di balik pembunuhan dua pengikutnya, Marwah Daud Ibrahim tetap menilai baik sosok sang guru. Di matanya, Dimas Kanjeng termasuk orang istimewa yang dianugerahi ilmu dan karomah.

Menurut Marwah, tidak sembarang orang bisa memiliki kemampuan seperti yang dipunyai Dimas Kanjeng. Dia bercerita, sebelum memutuskan bergabung dan menjadi Ketua Yayasan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Marwah mengaku sudah melakukan istikharah sekaligus perenungan panjang.

Baca: Dimas Kanjeng dan Peti Ajaib Pengganda Uang, Isinya...

Marwah mengatakan, jika Dimas Kanjeng mengajarkan hal-hal tidak baik atau melakukan penipuan, seperti yang santer diberitakan, dia tak mungkin bergabung ke Pedepokan Dimas Kanjeng. "Saya membawa banyak institusi. Saya di ICMI, alumnus penerima beasiswa Habibie, masak enggak rasional," ucapnya.

Marwah lantas membandingkan B.J. Habibie dengan Dimas Kanjeng karena keduanya dia anggap memiliki kemampuan luar biasa di sisi berbeda. "Saya lihat, kalau Pak Habibie diberi kemampuan luar biasa dari sisi ilmu pengetahuan dan teknologi, sedangkan beliau (Dimas Kanjeng) ini diberi karomah yang luar biasa," ujarnya.

Baca: Percaya Koper Ajaib Dimas Kanjeng, Setelah Dibuka...

Saat ini Dimas Kanjeng menjadi perhatian publik, baik di dunia nyata maupun dunia maya, akibat tersebarnya video dirinya bisa menghadirkan uang berjumlah banyak. Marwah mengakui, Dimas Kanjeng bisa menghadirkan uang secara gaib. Kemampuan itu yang kemudian Marwah sebut sebagai karomah.

TABLOIDBINTANG.COM

Baca juga:
Pilkada DKI: Awas, Tiga Jebakan Ini Bisa Kini Ahok Kalah
Dimas Kanjeng dan Peti Ajaib Pengganda Uang, Isinya...



 




Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan