Selasa, 22 September 2020

Bandara Polonia Masih Ditutup, Air PDAM di Medan Terputus

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Medan:Bandara Polonia Medan masih ditutup. Jadwal penerbangan ke berbagai kota dibatalkan karena air setinggi 5 sentimeter belum surut menggenangi landasan pacu pesawat sepanjang 1.600 meter, Senin (14/1) siang. Pantauan Tempo News Room, ratusan calon penumpang domestik dan penerbangan mancanegara masih tertahan di bandara. Selain itu ujung landasan pacu yang ujungnya persis di dekat Sungai Deli masih tergenang air karena pengerjaan saluran pembuangan belum rampung. “Kondisi tak memungkinkan. Kami mengutamakan keselamatan penerbangan,” ujar Kepala Bandara Polonia, Rusman Nuryadi. Banjir yang menerjang Medan juga membuat arus lalu-lintas macet. Sejumlah jalan protokol tak bisa dilalui. Tak sedikit kendaraan yang terjebak banjir dan mogok. Kemacetan itu diantaranya terjadi di kawasan Jalan Medan Belawan, Medan Labuhan dan Medan Binjai. Arus lalu lintas di Jalan Medan Sunggal juga terhambat karena genangan air. Sementara itu, aliran air ledeng dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Medan, sejak Sabtu pagi putus total karena pecahnya saluran pipa di Delitua. Perbaikan sempat terjadi Minggu kemarin, tapi hanya berlangsung satu hari. Dugaan sementara, pecahynya pipa air ledeng itu karena banjir bah akibat luapan Sungai Deli yang menjadi sumber utama bahan baku PDAM. “Semua masih diselidiki,” kata Mulyono Prayitno, Humas PDAM Tirtanadi. Hingga siang tadi, kota Medan sekitar masih diliputi awan mendung yang tebal. Bila turun hujan kembali mengguyur, niscaya membuat seluruh kota Medan tergenang air. Saat banjir Desember lalu, Kepala Metereologi Medan, Firman, menyatakan hingga Januarui curah hujan tinggi sekali. (Bambang Soed)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.