Mendes PDTT Harapkan Tidak Ada Lagi Produk Asing di Perbatasan

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mendes PDTT Harapkan Tidak Ada Lagi Produk Asing di Perbatasan

    Mendes PDTT Harapkan Tidak Ada Lagi Produk Asing di Perbatasan

    INFO NASIONAL - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo memimpin upacara kemerdekaan RI ke 72 di wilayah perbatasan pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara Kamis, 17 Agustus 2017.

    Perayaan kemerdekaan RI di daerah perbatasan ini memiliki kesan yang sangat istimewa. Terlebih dalam peringatan upacara telah terjadi pemecahan rekor MURI dengan jumlah pasukan pengibar bendera terbanyak dengan jumlah sebanyak 1.478 orang.

    "Pemecahan rekor MURI ini membuktikan bahwa masyarakat perbatasan juga bisa memecahkan rekor. Bukan hanya rekor MURI. Tapi juga mecahkan rekor dunia dengan jumlah paskibraka terbanyak," kata Eko Putro Sandjojo.

    Ditambahkan, bukan hanya memecahkan rekor, masyarakat perbatasan juga telah membuktikan bahwa mereka bisa membangun desanya masing-masing, membangun jalan, sarana olahraga, sarana air bersih dan infrastruktur lainnya.

    "Dalam rangka semangat kemerdekaan ini, mari kita secara bersama membangun negara ini dan  menjadikan negara ini negara yg maju,  supaya cita-cita kemerdekaan bisa kita wujudkan untuk kita semua dalam mewujudkan masyarakat adil dan makmur," katanya.

    Eko mengharapkan kepada masyarakat di wilayah perbatasan yang selama ini masih terlihat menggunakan produk-produk asing untuk mencintai produk dalam negeri.

    "Kita lihat kalau di masa lalu di Sebatik  mata uang asing beredar, sekarang sudah tidak terlihat lagi. Namun, kita  masih melihat ada produk asing seperti pupuk yang berasal dari negara tetangga, kita harapkan sebentar lagi tidak ada lagi pupuk asing dan produk asing lainnya di perbatasan," katanya.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.