AMS Harus Jadi Bagian dari Civil Society

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemuda AMS harus bisa memaknai civil society sebagai sebuah gerakan kepedulian dan pembangunan sosial masyarakat.

    Pemuda AMS harus bisa memaknai civil society sebagai sebuah gerakan kepedulian dan pembangunan sosial masyarakat.

    INFO JABAR - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang juga Ketua Dewan Pembina Angkatan Muda Siliwangi (AMS) meminta para pemuda yang tergabung di AMS dapat berperan serta dalam kegiatan sosial yang bisa memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. “Sebagaimana ormas-ormas lain pada umumnya, AMS harus menjadi bagian dari civil society bersama ormas lainnya membangun masa depan Indonesia,” ujar Ahmad Heryawan saat menutup rangkaian Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Jumat malam, 2 Desember 2016.

    Sebagai organisasi kepemudaan yang tidak hanya ada di Jawa Barat, lanjut gubernur yang akrab disapa Aher ini, pemuda AMS harus bisa memaknai masyarakat madani (civil society) sebagai sebuah gerakan kepedulian dan pembangunan sosial masyarakat. AMS juga ada di Sumatera Utara, Bali, dan provinsi lain. “Sesama ormas harus saling kerja sama terus-menerus untuk membangun civil society,” katanya.

    Sebagai sebuah organisasi kemasyarakatan, menurut Aher, para pemuda dituntut untuk memberikan peranannya secara nyata untuk bangsa dan negara ini. Perlu adanya kepekaan sosial yang lebih mendalam dari para pemuda terhadap masalah-masalah sosial masyarakat.

    “Masih banyak tidak anak yatim dan anak terlantar di antara kita? Sangat banyak. Mengapa? Karena civil society tidak jalan urusannya. Boleh jadi negara tidak men-drive supaya civil society berjalan dengan bagus,” ucap Aher. “Pikiran besar seperti itu harus hadir di AMS. Jadi saya ingin kader-kader AMS peka terhadap masalah-masalah sosial.”

    Aher mencontohkan, masalah ketenagakerjaan atau TKW di Indramayu yang hingga kini masih masih berpolemik. Aher meminta kepada para kader AMS bisa membantu pemerintah setempat melalui diskusi atau mitra kerja sama untuk menghasilkan sebuah konsep yang jelas sebagai solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut. “Insya Allah dengan cara seperti ini, AMS akan bisa dekat dengan mitra, dekat dengan pemerintah dan masyarakat,” katanya melanjutkan.

    Rapat Pimpinan Nasional AMS digelar 2–3 Desember 2016 dengan jumlah pesertai 1.000 orang. Mereka berasal dari pengurus AMS Provinsi Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Bali, DKI Jakarta, Jambi, serta para para pengurus distrik dari 25 kabupaten/kota di Jawa Barat.

    Ketua pelaksana Rapimnas, Rully Alfiadi, mengatakan rapimnas ini digelar sebagai wahana konsolidasi organisasi AMS dan lembaga sayap AMS, membahas mengenai pokok-pokok pikiran organisasi, serta merespons segala situasi atau permasalahan yang sedang terjadi di masyarakat.

    Ada penetapan Peraturan Organisasi (PO) terkait dengan lembaga-lembaga infrastruktural, lembaga-lembaga yang berhimpun di AMS. Dan yang kedua, penetapan lembaga-lembaganya itu sendiri. “Jadi sekarang kita ada AMS Rescue, Pasus Puragabaya, ada Ampar Jagat di bidang ekonomi, kemudian juga Pitaloka (organisasi wanita AMS),” kata Rully. “Kami berharap, masyarakat bisa segera mendapatkan manfaat langsung dengan adanya kader AMS di tengah-tengah mereka.”

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.