Kejagung Klaim Selamatkan Uang Negara Rp4,1 T dalam 9 Bulan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lima Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi berpose bersama Jaksa Agung, HM Prasetyo usai bertemu di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, 5 Januari 2016. Ketua KPK Agus Raharjo mengatakan komunikasi intensif antarpenegak hukum sangat baik dalam rangka kerja pemberantasan korupsi. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Lima Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi berpose bersama Jaksa Agung, HM Prasetyo usai bertemu di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, 5 Januari 2016. Ketua KPK Agus Raharjo mengatakan komunikasi intensif antarpenegak hukum sangat baik dalam rangka kerja pemberantasan korupsi. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Kejaksaan Agung Republik Indonesia mengklaim kinerja bidang Pidana Khusus  Kejaksaan mengalami peningkatan pada periode Januari hingga September 2016.

    Dalam rentang waktu sembilan bulan, bidang yang dipimpin Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Arminsyah ini mampu menyelamatkan keuangan negara Rp4,1 triliun. Jumlah ini meningkat pesat dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp642,6 miliar.

    "Selama tahun 2016 ini, ada 1200 perkara yang disidik oleh bidang Pidsus Kejaksaan. Dari jumlah tersebut, sudah 948 berkas yang masuk tahap penuntutan," ujar Jampidsus Arminsyah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu, 19 Oktober 2016.

    Tak hanya itu, Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara juga mengalami kenaikan signifikan terkait penyelamatan keuangan negara. Di bawah kepemimpinan Jaksa Agung Muda Datun, Bambang Setyo Wahyudi, kejaksaan mampu menyelamatkan uang negara sebesar Rp10,1 triliun.

    “Semangat Jaksa Pengacara Negara, yang mengedepankan pelayanan prima, berintegritas, dan profesional, sangat dirasakan oleh para stakeholder,” ujar Jamdatun Bambang Setyo Wahyudi.

    Jamdatun Bambang mengatakan Bidang Datun juga mencatat prestasi terkait pemulihan uang negara. Di tahun 2016, Datun mampu memulihkan keuangan negara senilai Rp36,6 miliar.

    “Datun memegang peranan utama dalam mencegah penyimpangan hukum dalam pelaksanaan proyek strategis nasional,” kata Bambang.

    Selain itu, Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Pusat, Kejaksaan Agung, juga mencatat prestasi. Tim yang dibentuk Oktober 2015 silam itu telah mendampingi 14 proyek strategis nasional. Dari jumlah itu 4 sudah selesai dilaksanakan dan 3 diantaranya mendapat apresiasi karena diselesaikan lebih cepat dari tenggat waktu yang ditentukan.

    Tiga proyek itu adalah pengadaan penyewaan pembangkit listrik terapung, “Leasing Marine Vessel Power Plant” (LMVPP) di lima lokasi di Sulawesi Utara, pembebasan jalur 40 meter jalan By Pass Kota Padang dan pembangunan transmisi Tanjung Uban – Sri Bintan – Air Raja – Kijang serta Gardu Induk Sri Bintan dalam rangka penyediaan tenaga listrik yang berkelanjutan di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.

    Adhyaksa Monitoring Center meningkatkan pencapaian yang signifikan. Dalam rentang waktu kurang dari setahun, AMC telah berhasil menangkap 57 orang buronan.

    RICHARD ANDIKA | BUDI R


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.