Mesin Pesawat Rusak, Keberangkatan Kloter 2 Padang Ditunda  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah jamaah calon haji asal Kabupaten Tegal memasuki Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah, 8 Agustus 2016. Sebanyak 347 calon haji kloter pertama asal Kabupaten Tegal tiba di Asrama Haji Donohudan Boyolali, yang selanjutnya dikarantina untuk pembekalan bimbingan ibadah haji dan direncanakan berangkat ke tanah suci Mekkah pada Selasa. ANTARA FOTO

    Sejumlah jamaah calon haji asal Kabupaten Tegal memasuki Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah, 8 Agustus 2016. Sebanyak 347 calon haji kloter pertama asal Kabupaten Tegal tiba di Asrama Haji Donohudan Boyolali, yang selanjutnya dikarantina untuk pembekalan bimbingan ibadah haji dan direncanakan berangkat ke tanah suci Mekkah pada Selasa. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Keberangkatan jemaah calon haji kloter kedua dari embarkasi Padang tertunda. Sebab ada kesalahan teknis dari pesawat Garuda Indonesia yang akan menerbangkan mereka.

    "Ada masalah teknis," ujar General Manager PT Garuda Indonesia Cabang Padang Ryanto A. Winarso kepada Tempo, Rabu, 10 Agustus 2016.

    Awalnya, kata dia, pesawat jenis Boeing B747-400 itu dijadwalkan berangkat pada pukul 13.25 WIB. Ratusan jemaah pun sudah menaiki pesawat.

    Namun, ternyata ada masalah pada mesin nomor dua. Sehingga keberangkatan ditunda hingga beberapa jam. "Perkiraan tadi hanya butuh tiga jam. Tapi hingga kini masih belum," ujarnya.

    Pihak Garuda Indonesia telah menurunkan jemaah calon haji. Mereka menunggu perbaikan di ruangan tunggu internasional.

    Plt Kepala Bidang Haji Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat Afrijal mengaku sudah mendapatkan informasi penundaan dari pihak Garuda Indonesia. Namun, pihaknya belum mengetahui jadwal keberangkatannya.

    "Informasi yang kami dapatkan ditunda karena ada kerusakan. Jemaah sudah keluar dari pesawat dan diberi makan," ujarnya, Rabu, 10 Agustus.

    Ada sekitar 454 calon jemaah haji di kloter kedua embarkasi Padang ini. Mereka berasal dari Kota Padang 173 jemaah, Kabupaten Solok 123 jemaah, Kota Solok 120 jemaah, Kabupaten Solok Selatan 33 jemaah, dan lima orang petugas kloter.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.