Siaga Abu Gunung Bromo, Lumajang Siapkan 2 Ribu Masker

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga menunggani kuda saat beraktivitas di sekitar Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, 12 Juli 2016. Pengunjung dan masyarakat dihimbau untuk tidak mendekati kawasan kawah pada radius satu kilometer. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

    Sejumlah warga menunggani kuda saat beraktivitas di sekitar Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, 12 Juli 2016. Pengunjung dan masyarakat dihimbau untuk tidak mendekati kawasan kawah pada radius satu kilometer. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

    TEMPO.CO, Lumajang - Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Hendro Wahyono, mengatakan pihaknya terus memantau dampak potensi semburan abu Gunung Bromo, yang terjadi beberapa hari terakhir ini.

    "Untuk mengantisipasi, kami sudah siapkan sebanyak 2 ribu masker untuk warga yang berpotensi terdampak abu Bromo," kata dia saat dihubungi Tempo, Selasa siang, 12 Juli 2016.

    Menurut Hendro, ada dua desa di Kabupaten Lumajang yang paling berpotensi terdampak abu Bromo yakni Desa Argosari di Kecamatan Senduro dan Desa Pakel di Kecamatan Gucialit.

    "Tergantung arah angin. Jika angin mengarah ke Selatan, maka dua desa tersebut akan terdampak," kata dia. Menurut Hendro, 2 ribu masker itu sudah ada di desa. "Sehingga ketika sewaktu-waktu dibutuhkan, bisa segera digunakan," kata dia.

    Berdasarkan pengalaman erupsi Bromo sebelumnya, dampak abu Bromo adalah ke tanaman sayur yang ada di Desa Argosari. "Jika abunya tebal, maka tanaman milik warga terancam rusak terkena abu Bromo dan gagal panen," kata dia.

    Namun hingga saat ini, belum ada laporan ihwal dampak abu Bromo terhadap dua desa di Lumajang itu. "Belum ada laporan dampak abu Bromo ke Lumajang," kata dia. Namun, warga telah dihimbau untuk waspada.

    Sebelumnya, BPBD Lumajang juga sempat memberikan pelatihan dan sosialisasi terhadap warga di Desa Argosari terkait dengan potensi bencana akibat erupsi Bromo.

    Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api, Pusat Vulkanologi, Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG), Gede Suantika mengatakan radius aman Gunung Bromo dalam kondisi waspada saat ini adalah satu kilometer dari pusat kawah aktif.

    "Untuk seismik, tremor menerus. Beberapa hari terakhir ini rada-rada agak meningkat sedikit, tetapi peningkatannya masih lebih kecil daripada waktu siaga," kata Suantika dihubungi TEMPO, Selasa pagi, 12 Juli 2016.

    Peningkatan aktivitas vulkanis Bromo ini ditandai dengan adanya semburan abu Bromo dalam beberapa hari terakhir. "Abu Bromo terbawa angin yang berhembus ke arah Barat dan Barat daya hingga Malang," kata dia.

    Ini berdampak pada penutupan Bandar Udara Abdulrachman Saleh. Sejumlah penerbangan terpaksa dibatalkan akibat penutupan bandara itu.

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.