Pembunuhan Engeline, Agus Tay Dituntut 12 Tahun Penjara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ibu angkat Engeline, yang juga terdakwa Margriet Megawe (kiri), menuding terdakwa Agus Tay Hamba May (kanan) saat persidangan di TKP pembunuhan Engeline di Denpasar, 14 Januari 2016. Margariet menolak semua tuduhan, sehingga terjadi saling tuding dengan Agus. TEMPO/Johannes P. Christo

    Ibu angkat Engeline, yang juga terdakwa Margriet Megawe (kiri), menuding terdakwa Agus Tay Hamba May (kanan) saat persidangan di TKP pembunuhan Engeline di Denpasar, 14 Januari 2016. Margariet menolak semua tuduhan, sehingga terjadi saling tuding dengan Agus. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CODenpasar - Terdakwa kasus pembunuhan Engeline, Agus Tay Hamda May, dituntut hukuman 12 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum, yang dipimpin Ketut Maha Agung, dalam persidangan yang digelar hari ini, Selasa, 2 Februari 2016. Agus dianggap terbukti membiarkan kekerasan terhadap Engeline, yang menyebabkan kematian bocah berusia 8 tahun itu.

    "Terdakwa membiarkan kekerasan hingga korban meninggal. Tidak melaporkan perbuatan Margriet dan tidak memberikan pertolongan terhadap Engeline," kata Maha Agung di Ruang Sidang Cakra, Pengadilan Negeri Denpasar.

    Menurut Maha Agung, dalam unsur tindak pidana, Agus juga terlibat dalam menguburkan mayat dan menyembunyikan kematian Engeline. Menurut jaksa, tindakan Agus sesuai dengan Pasal 76C KUHP juncto Pasal 80 ayat 3 UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak serta Pasal 181 KUHP.

    "Menjatuhkan pidana 12 tahun penjara dikurangi selama berada di dalam tahanan dan denda Rp 1 miliar," tuturnya.

    Namun Agung menjelaskan beberapa hal yang meringankan Agus, yakni Agus tidak pernah dituntut hukum. Ia menambahkan, Agus masih berusia muda sehingga masih bisa memperbaiki diri.

    "Mengakui dan menyesali perbuatannya serta membantu mengungkap kasus kematian (Engeline)," ujarnya.

    BRAM SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.