Megawati Sindir Peran BUMN

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Megawati Soekarnoputri. TEMPO/Seto Wardhana

    Megawati Soekarnoputri. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menyindir peran Badan Usaha Milik Negara yang dinilai tak sesuai dengan fungsi utamanya.

    ‎Menurut Megawati, BUMN kini tak lagi mampu menjadi sokoguru perekonomian nasional. Saat ini BUMN hanya diperlakukan sebagai sebuah bisnis dan korporasi.

    "Padahal seharusnya, BUMN digunakan sebagai alat negara untuk meningkatkan kemakmuran rakyat," kata Megawati pada pidato pembukaan Rapat Kerja Nasional PDI Perjuangan, di Jakarta, Ahad, 10 Januari 2015. Pernyataan Megawati disambut teriakan para kader yang hadir. "Gantiiii."

    Megawati menjelaskan, PDI Perjuangan memberikan perhatian khusus untuk meluruskan kinerja BUMN. Hal itu sudah diperlihatkan oleh kader PDI Perjuangan di DPR saat membentuk Pansus PT Pelindo II.

    Pansus melahirkan rekomendasi agar pemerintah mengkaji ulang kontrak PT Pelindo II dengan Hutchison dalam pengelolaan pelabuhan Tanjung Priok. "Pansus ini merupakan pintu masuk tata kelola BUMN sesuai perintah konstitusi," ujar Megawati.

    Megawati mengatakan, jika BUMN dikelola dengan baik, pembangunan negara juga akan berjalan mulus. Dia menilai bahwa BUMN seharusnya bisa menjadi alat negara untuk mengaplikasikan pasal 33 Undang-undang Dasar 1945. Dalam pasal itu disebutkan bahwa kekayaan alam digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

    Menurut Megawati, konstitusi juga meminta agar pemerintah menyelematkan aset negara. "Untuk itu kami dukung agar pemerintah meninjau kembali semua kontrak karya, seperti perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia."

    FAIZ NASHRILLAH‎


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.