Foto Detik-detik Proklamasi Koleksi Belanda Dipamerkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur GFJA Oscar Motuloh (kiri) mendampingi Kapten Mukari (kanan) dan General Manager House Of Sampoerna Ina Silas pada pameran foto dan peluncuran buku 70 tahun Indonesia

    Direktur GFJA Oscar Motuloh (kiri) mendampingi Kapten Mukari (kanan) dan General Manager House Of Sampoerna Ina Silas pada pameran foto dan peluncuran buku 70 tahun Indonesia "Histori Masa Depan" di Galeri House of Sampoerna, Surabaya, 6 November 2015. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.COSurabaya - Lebih dari 70 foto masa perjuangan kemerdekaan dipamerkan menjelang puncak perayaan Hari Pahlawan di Surabaya, Jawa Timur. Pameran berjudul "70 Tahun Histori Masa Depan" itu digelar di Galeri House of Sampoerna Surabaya, Jumat malam, 6 November 2015.

    Termasuk di antara 70 foto itu adalah 13 foto detik-detik Proklamasi yang jarang dijumpai di media massa maupun buku-buku sejarah. “Dari 13 foto itu, hanya 2-3 foto yang sering kita jumpai. Sisanya tidak pernah ditampilkan atau memperlihatkan aktivitas detik-detik sebelum proklamasi dibacakan,” kata kurator pameran, Oscar Motuloh, kepada wartawan di sela acara. 

    Rangkaian foto detik-detik proklamasi itu, kata Oscar, menggambarkan bahwa kemerdekaan tidak runtuh begitu saja dari langit. Namun melalui sebuah proses yang panjang.

    Istimewanya, sebanyak 90 persen foto tersebut tergolong langka. Selain belum pernah dipublikasikan, karya-karya itu merupakan koleksi dari museum di Belanda dan gabungan karya fotografer agensi foto pertama Indonesia, Indonesian Press Photo Agency (IPPHOS), pada masa Agresi Militer Belanda I dan II pada 1945-1950.

    "Sekitar 90 persen karya di sini adalah karya yang didapat dari Belanda. Sisanya adalah karya lama yang pernah dipublikasikan," ujar Oscar.

    Rinciannya, sekitar 70 foto berasal dari Galeri Foto Jurnalistik Antara serta 9 foto dari Arsip Nasional dan House of Sampoerna tentang kejadian pada Oktober dan November di Surabaya tahun 1945. “Ditambah beberapa koran dan buku terbitan tahun 1945-1949," tutur Manager House of Sampoerna Ina Silas.

    Pameran foto yang digelar untuk menyemarakkan Hari Pahlawan di "Kota Pahlawan" Surabaya itu dihadiri Kapten Polisi (Purn) Mukari, seorang veteran pejuang kemerdekaan dari satuan polisi istimewa. Ia yang telah berusia 87 tahun itu dengan antusias memberikan sambutan kepada generasi muda. 

    Saat melihat foto-foto masa perjuangan dipajang, ia berkomentar singkat sambil berkaca-kaca, “Ya, memang begitu zaman dulu suasananya.”

    Pameran terbuka untuk umum mulai 6 November hingga 29 November 2015. Selain menggelar pameran, terdapat aksi teatrikal pertempuran yang terjadi di depan bioskop Sampoerna pada 1945. Pertempuran itu juga menjadi bagian dari perang 10 November 1945 di Kota Surabaya. 

    ARTIKA RACHMI FARMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.