Gawat, Puluhan Siswa 'Dianiaya', Disuruh Merangkak di Lantai  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/ Gatot Sriwidodo

    TEMPO/ Gatot Sriwidodo


    Suaib mengatakan pihaknya masih mendalami dugaan penganiayaan terhadap puluhan siswa saat diksar Pramuka. Kepolisian disebutnya belum bisa menetapkan tersangka lantaran proses pemeriksaan masih berlangsung. Kepolisian terlebih dulu ingin memperjelas duduk masalah dan memastikan adanya tindak pidana dalam kegiatan ekstrakurikuler tersebut.

    Salah seorang siswa SMA Gunungsari, AP, 15 tahun, mengaku dianiaya seniornya saat mengikuti diksar Pramuka. Ia disuruh tiarap dan merangkak sampai ke lantai empat gedung sekolahnya. "Kalau mengeluh sakit, ditanya kenapa berhenti. Saya dibilangi cengeng karena mengeluh. Katanya kok cowok baru disuruh begitu sudah mengeluh," tuturnya.

    Tak hanya disuruh tiarap dan merangkak, AP juga mengaku ditetesi lelehan lilin yang panas. "Kalau tidak hapal Pancasila dan Dasadharma, dikasih tetesan lilin yang masih menyala. Semuanya diperlakukan seperti kami ini bukan manusia," ujarnya.

    Kepala SMA Gunungsari Hasanuddin mengatakan tidak mengetahui adanya penganiayaan itu dan baru mengetahui kejadian itu saat puluhan siswanya ada di kantor polisi. Ia mengaku tidak menyangka bila benar ada penganiayaan lantaran ada lima guru yang mengawasi kegiatan ekstrakurikuler tersebut. "Ini kegiatan tahunan dan baru kali ada yang kejadian," ucapnya singkat. Hasanuddin adalah pihak yang memberikan izin kegiatan itu.

    TRI YARI KURNIAWAN

    Baca juga:

    Dihabisi Liverpool: Inilah 3 Hal yang Bikin Mourinho Hancur
    Duh Chelsea, 'The Sinking Bus': Mourinho Dipecat Pagi Ini?  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.