Pertalite Mulai Dipasarkan di Yogyakarta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memasang stiker Pertalite sebelum peluncuran bahan bakar terbaru dari pertamina yang akan diluncurkan besok di SPBU Gandaria, Jakarta Timur, 23 juli 2015. Bahan bakar baru Pertamina tersebut berkadar research octane number (RON) 90. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Petugas memasang stiker Pertalite sebelum peluncuran bahan bakar terbaru dari pertamina yang akan diluncurkan besok di SPBU Gandaria, Jakarta Timur, 23 juli 2015. Bahan bakar baru Pertamina tersebut berkadar research octane number (RON) 90. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Yogyakarta - PT Pertamina (Persero) memasarkan pertalite, bahan bakar minyak non-subsidi di Daerah Istimewa Yogyakarta, Ahad, 23 Agustus 2015. Pertamina optimistis pertalite akan mengambil alih 30 persen konsumsi premium.

    Pertamina melakukan uji pasar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Coco, Lempuyangan, Yogyakarta. Uji pasar bertujuan mengetahui tingkat harga yang bisa diterima konsumen. Harga promo pertalite Rp 8.400 per liter.  Pertamax saat ini dijual seharga Rp 9.400 dan premium Rp 7.400 per liter.

    Senior Vice President Fuel Marketing and Distribution Pertamina, Muchamad Iskandar, mengatakan harga promo pertalite berlaku dua bulan ke depan. Harga BBM jenis ini menyesuaikan dengan harga minyak mentah dunia. Penghitungan harga pertalite seperti dalam rumus menghitung harga pertamax. “Ke depan, harga pertalite jangan terlampau jauh dari premium,” kata dia.

    Muchamad optimistis pertalite berangsur-angsur bisa menggeser penggunaan premium. Dia menghitung migrasi dari premium ke pertalite saat ini mencapai 12 persen. Angka ini dihitung pada SPBU yang ada pertalitennya. Di Jawa dan Bali, pertalite dipasarkan di 350 SPBU. Sedangkan, total SPBU di Jawa dan Bali ada 4.300. Pertamina menargetkan konsumsi pertalite mengurangi 30 persen penggunaan premium.

    Dia menyatakan keberadaan pertalite tidak menghapus premium dengan harga yang lebih murah. Pertalite berkadar oktan 90 menjadi bahan bakar minyak alternatif pilihan masyarakat. Pertalite muncul setelah konsumsi pertamax meningkat akhir-akhir ini.

    General Manager Marketing Operation Region IV DIY-Jateng, Kusnendar, mengatakan Pertamina terus menambah jumlah SPBU, yang melayani penjualan pertalite. Sebelum di Yogyakarta, uji pasar dilakukan di Semarang dan Solo. Penggunaan pertalite terus meningkat. Pada SPBU yang menjual pertalite, terjadi peralihan konsumsi premium ke pertalite hingga 10 persen. “Rata-rata penjualan pertalite di setiap SPBU per hari sebesar  2.146 liter per hari,” kata dia.  

    Di Jateng dan DIY, pertalite dijual di 36 SPBU. Di Yogyakarta, SPBU yang menjualnya berada di Jalan Kompol Suprapto Lempuyangan, Jalan Sultan Agung, dan Jalan Kusumanegara. Total SPBU di Yogyakarta sebanyak 95.

    Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak Bumi dan Gas Yogyakarta, Siswanto, mengatakan konsumsi pertalite lambat laun akan membuat premium hilang secara alami. Ini akan menutup kerugian Pertamina atas biaya bahan bakar minyak. Harga pertalite sebesar Rp 8.400 per liter menurut dia pantas. “Yang penting Pertamina menjaga ketersediaan BBM,” kata dia.

    SHINTA MAHARANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.