Selasa, 24 September 2019

Menteri Sudirman Said Ancang-ancang Rombak Pejabat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said, di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said, di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said berencana merotasi para pejabat di kementerian yang dipimpinnya. "Untuk membangun reputasi kepercayaan publik," kata dia kepada wartawan usai menggelar rapat pimpinan di Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Selasa, 11 November 2014. (Baca juga: Menteri Sudirman Mengaku Sudah Lapor Kekayaan)

    Menurut Sudirman, penyegaran jabatan tersebut nantinya akan dilakukan di seluruh level jabatan. Penggantian jabatan tidak hanya berlaku untuk pejabat eselon satu, melainkan para pejabat lainnya di Kementerian ESDM. Rotasi itu pun tidak saja terjadi di Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. (Baca juga: Copot Dirjen Migas, Menteri Sudirman Dinilai Tepat)

    Pekan lalu, Sudirman mengumumkan pencopotan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Edy Hermantoro. Ia menyebutkan, pencopotan tersebut dilakukan menyusul laporan Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) yang menyatakan sejumlah program di direktorat tersebut tersendat. (Baca juga: Menteri ESDM Copot Dirjen Migas)

    Sebagai gantinya, Sudirman menunjuk Naryanto Wagimin sebagai pelaksana tugas direktur jenderal migas. Ia bukan sosok baru. Sebelumnya Naryanto menjabat Direktur Pembinaan Hulu Migas. (Baca juga: Pesan CT: Investasi Sektor Migas Harus Jujur)

    AYU PRIMA SANDI

    Berita lainnya:

    ahasa Inggris Jokowi Dipuji
    Bertemu Obama, Jokowi Berbahasa Indonesia
    Hasut Massa Tolak Ahok, Bos FPI Terancam Pidana
    FPI Siapkan Pengganti Ahok, Namanya Fahrurrozi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.