Dikunjungi Mbah Moen, Jokowi: Sinyal Koalisi Kuat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jokowi. ANTARA/Rosa Panggabean

    Jokowi. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah pulang dari Tanah Suci, Ketua Majelis Syariah Partai Persatuan Pembangunan K.H. Maimun Zubair langsung mengunjungi presiden terpilih Joko Widodo pada Rabu, 15 Oktober 2014. Mbah Moen selesai melakukan pertemuan dengan Jokowi pada pukul 21.30.

    Jokowi mengatakan pertemuan tersebut membahas masalah bangsa dan negara, seperti konflik internal PPP, pelantikan Jokowi-Kalla, dan kemungkinan koalisi. "Mbah Kiai, kan, pulang dari naik haji, beliau ke sini," kata Jokowi seusai menggelar pertemuan di rumah dinas, Rabu, 15 Oktober 2014.

    Mengenai kemungkinan koalisi, Jokowi menilai Mbah Moen menunjukkan sinyal yang sangat kuat untuk berkoalisi dengan Jokowi-Kalla. Namun ia tidak ingin mendahului Muktamar PPP yang memang belum berlangsung. (Baca: Koalisi Pro-Jokowi Kompak Hadiri Muktamar PPP)

    "Kalau sampai datang ke sini, sinyalnya insya Allah kuat banget," kata Jokowi sambil tertawa. Mbah Moen, kata Jokowi, juga sempat menyampaikan soal dua Muktamar PPP yang tidak diakuinya. "Tapi saya tidak mau mencampuri lebih dalam."

    Dalam pertemuan itu, Mbah Moen juga menyampaikan kepada Jokowi bahwa hari pelantikan yang jatuh pada Senin, 20 Oktober 2014, merupakan hari baik. "Beliau menanyakan, pelantikan kapan, saya bilang tanggal 20, hari Senin. Terus beliau bertanya, 'Senin-nya apa?'. Saya jawab, 'Senin Pahing'. Lalu, beliau bilang, 'Itu hari bagus'," katanya. (Baca: Sambut Pelantikan Jokowi, Gedung-gedung Bersolek)

    ANANDA TERESIA

    Berita Lain
    Ngopi Bareng Ical, Ini Isi Pebincangan Jokowi  
    Tahir Beri Megawati Penghargaan dan Uang Rp 1 M
    Pemenang Cover Maroon 5 Penggembala Kambing  
    Jokowi Ajukan Satu Pertanyaan ke Ical


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ponsel Tanpa IMEI Terdaftar Mulai Diblokir pada 17 Agustus 2019

    Pemerintah akan memblokir telepon seluler tanpa IMEI terdaftar mulai 17 Agustus 2019 untuk membendung peredaran ponsel ilegal di pasar gelap.