Hasil Survei, Wali Kota Risma Diminta Lebih Bijak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Walikota Surabaya Wisnu Sakti Buana berbicara dengan Walikota Surabaya Tri Rismaharini saat konferensi pers di Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo, (1/3). TEMPO/Fully Syafi

    Wakil Walikota Surabaya Wisnu Sakti Buana berbicara dengan Walikota Surabaya Tri Rismaharini saat konferensi pers di Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo, (1/3). TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Surabaya---Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya Malang melakukan survei terhadap kinerja Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini selama masa jabatannya. Hasil survei tersebut menunjukkan masyarakat Surabaya menginginkan Risma tidak meninggalkan jabatannya dan lebih bijak dalam menghadapi guncangan.

    "Sebanyak 32,9 persen responden menginginkan Risma tidak mundur dan bersikap lebih bijak," kata Kepala Laboratorium Ilmu Politik dan Rekayasa Kebijakan FISIP Unibraw Faza Dhora Nailufar saat konferensi pers di Coffee Toffee Surabaya, Minggu, 2 Maret 2014.

    Sebanyak 24,6 persen responden berharap Risma tidak mundur dan lebih melek politik. Sebab sebagai pejabat publik dia diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan  yang tidak terlepas dari kepentingan politik. Responden yang berharap Risma tidak mundur dan fokus bekerja ialah suara 21,2 persen.

    Adapun sebanyak 7,8 persen responden berharap Risma kembali menjadi Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan saja. Sisanya sebesar 13,5 persen dinyatakan dalam alasan lain-lain, salah satunya berharap Risma menjadi calon presiden atau wakil presiden. "Survey ini bersikap netral dan bertujuan untuk mengungkap sisi lain kinerja Wali Kota Risma," ujar Faza.

    Responden pada penelitian tersebut tersebut terdiri dari 250 penduduk asli Kota Surabaya yang tersebar di seluruh kecamatan. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan tingkat kesalahan sebesar empat persen. Survei itu dilaksanakan pada 10-22 Februari 2014 lalu.

    DEWI SUCI RAHAYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?