Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Mahasiswa Unibraw Masih Protes Biaya Kuliah Mahal

image-gnews
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Front Mahasiswa Universitas Brawijaya saat berunjuk rasa di depan kantor Rektorat Universitas Negeri Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Kamis (08/02). Mahasiswa menolak adanya Sumbangan Pokok Pendidikan (SPP) progresif yang dibebankan untuk mahasiswa semester lanjut. TEMPO/Aris Novia Hidayat
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Front Mahasiswa Universitas Brawijaya saat berunjuk rasa di depan kantor Rektorat Universitas Negeri Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Kamis (08/02). Mahasiswa menolak adanya Sumbangan Pokok Pendidikan (SPP) progresif yang dibebankan untuk mahasiswa semester lanjut. TEMPO/Aris Novia Hidayat
Iklan

TEMPO.CO, Malang-Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang kembali berunjukrasa menuntut pendidikan murah. Mahasiswa yang tergabung dalam Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya menilai uang kuliah tunggal memberatkan mahasiswa. "Biaya tinggi, banyak calon mahasiswa memilih mundur," kata perwakilan pengunjukrasa, Reza Pahlevi, Senin 2 September 2013.

Reza yang juga Menteri Kebijakan Publik Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya menghitung, tahun ini biaya pendidikan naik 60 persen. Dampaknya, ribuan mahasiswa tak bisa melanjutkan kuliah. Total sebanyak 1.400 mahasiswa mengajukan keringanan, hanya 300 yang dikabulkan. "Biaya pendidikan di sini termahal di Indonesia," katanya.

Saat ini, katanya, sebanyak 84 mahasiswa bakal berhenti kuliah. Seperti Richi Artana calon mahasiswa sistem informatika terancam tak bisa kuliah. Ia harus membayar Rp 6,5 juta per semester sedangkan penghasilan orang tuanya hanya Rp 1,5 juta per bulan. "Saat mendaftar harus membayar satu tahun atau Rp 13 juta," katanya.

Tak hanya mahasiswa, sejumlah wali murid juga ikut berunjukrasa. Suwijonarko orang tua calon mahasiswa fakultas ilmu budaya ini hanya bisa meratapi tak bisa membayar Rp 3,9 juta per semester. Sedangkan dari usahanya berdagang gorengan tak cukup untuk membayar biaya pendidikan. "Saya pasrah. Mencari ilmu tah hanya di sini saja," teriak Suwijonarko.

Demonstran ditemui Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Brawijaya Ainur Rosyid. Ia mengaku memberikan beasiswa kepada 1.000 mahasiswa. "Total dana bantuan mencapai Rp 30 miliar," kata Ainur. Beasiswa diutamakan bagi mahasiswa miskin.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Aksi serupa dilakukan pekan lalu. Sebanyak enam mahasiswa menyatakan menjual ginjal untuk biaya pendidikan. Mereka keberatan dengan biaya pendidikan yang makin mahal. Dalam aksinya, mahasiswa membentangkan poster dan spanduk yang menuntut Rektor Universitas Brawijaya memberikan keringanan. Diantaranya bertuliskan "Katanya semua bisa kuliah?? Faktanya??" "Biaya UKT Gila, Revisi UKT".

EKO WIDIANTO

Berita Terpopuler:
Sengman Pernah Hadir ke Wisuda Anak SBY?

Menteri Agama Ngambek Pidatonya Terpotong Azan 

Relokasi Blok G Cepat, Jokowi Tungguin Tukang Cat

Disebut Terkait Impor Sapi, Dipo Alam Berkelit

Perwira Polwan Yakin Briptu Rani Hanya Oknum

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Aksi Mahasiswa Aliansi BEM Solo Raya: Soroti Revisi UU Kontroversial hingga Narasi Pulangkan Jokowi

7 hari lalu

Para mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Solo Raya menggelar unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kota Solo, Jawa Tengah, Kamis, 11 Juli 2024. TEMPO/SEPTHIA RYANTHIE
Aksi Mahasiswa Aliansi BEM Solo Raya: Soroti Revisi UU Kontroversial hingga Narasi Pulangkan Jokowi

Para mahasiswa dalam aliansi BEM Solo Raya itu juga menyampaikan tuntutan berkaitan beberapa rancangan undang-undang atau RUU yang problematis


Biaya Kuliah Kedokteran Universitas Brawijaya 2024 Jalur SNBP, SNBT, dan Mandiri

13 hari lalu

Gedung Rektorat Universitas Brawijaya, Malang. TEMPO/Abdi Purnomo
Biaya Kuliah Kedokteran Universitas Brawijaya 2024 Jalur SNBP, SNBT, dan Mandiri

Simak rincian UKT dan IPI S1 Kedokteran Universitas Brawijaya jalur SNBP, SNBT, dan Mandiri 2024


Kronologi Hilangnya Dosen Universitas Brawijaya Habibi Subandi Hingga Ditemukan

16 hari lalu

Habibi Subandi, dosen Universitas Brawijaya. Istimewa
Kronologi Hilangnya Dosen Universitas Brawijaya Habibi Subandi Hingga Ditemukan

Dosen Universitas Brawijaya Habibi Subandi telah kembali dengan kondisi sehat.


Dosen FISIP Universitas Brawijaya Habibi Subandi Sudah Ditemukan

19 hari lalu

Berita kehilangan Habibi Subandi, dosen Universitas Brawijaya. Istimewa
Dosen FISIP Universitas Brawijaya Habibi Subandi Sudah Ditemukan

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya, Habibi Subandi, kembali ke rumah dalam keadaan sehat.


Guru Besar Hukum UB: Korban PHK Lebih Layak Dapat Bansos daripada Korban Judi Online

28 hari lalu

Ratusan buruh dari berbagai serikat pekerja se-Jabodetabek saat melakukan aksi unjuk rasa menolak Tapera di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta, Kamis 6 Juni 2024. Dalam aksinya buruh juga menyerukan penolakan terhadap Uang Kuliah Tunggal (UKT) Mahal, KRIS BPJS Kesehatan, Omnibuslaw UU Cipta Kerja, Hapus OutSourching dan Upah Murah (HOSTUM). TEMPO/Subekti.
Guru Besar Hukum UB: Korban PHK Lebih Layak Dapat Bansos daripada Korban Judi Online

Para dosen hukum perburuhan Universitas Brawijaya memberikan bantuan hukum bagi para buruh korban PHK, yang seharusnya lebih layak dapat bansos.


Top 3 Hukum: Komnas Perempuan Ungkap Sebab Polwan Bakar Suami, Bisnis Bos Rental yang Tewas Dikeroyok di Sukolilo Pati

29 hari lalu

Anggota Polres Jombang Briptu Rian Dwi Wicaksono yang meninggal dunia akibat dibakar istrinya yang juga anggota Polwan. ANTARA/HO-Polres Jombang
Top 3 Hukum: Komnas Perempuan Ungkap Sebab Polwan Bakar Suami, Bisnis Bos Rental yang Tewas Dikeroyok di Sukolilo Pati

Dalam kasus polwan bakar suami di Mojokerto, Briptu Dhilla diduga mengalami tekanan hidup yang berlapis-lapis.


Dosen Universitas Brawijaya yang Hilang Terakhir Terlihat Hadiri Acara Akikah

30 hari lalu

Habibi Subandi, dosen Universitas Brawijaya. Istimewa
Dosen Universitas Brawijaya yang Hilang Terakhir Terlihat Hadiri Acara Akikah

Habibi Subandi, dosen Universitas Brawijaya (UB), dilaporkan hilang sejak 3 Juni. Hingga kini keberadaannya belum diketahui.


Dosen Universitas Brawijaya Hilang, Keluarga Lapor ke Polres Malang

32 hari lalu

Berita kehilangan Habibi Subandi, dosen Universitas Brawijaya. Istimewa
Dosen Universitas Brawijaya Hilang, Keluarga Lapor ke Polres Malang

Seorang dosen Universitas Brawijaya, Malang, Habibi Subandi, 39 tahun, menghilang sejak Senin, 3 Juni 2024


Dekan FISIP Universitas Brawijaya Harap Dosennya yang Hilang Bisa Segera Ditemukan

33 hari lalu

Berita kehilangan Habibi Subandi, dosen Universitas Brawijaya. Istimewa
Dekan FISIP Universitas Brawijaya Harap Dosennya yang Hilang Bisa Segera Ditemukan

Dekan FISIP Universitas Brawijaya Anang Sujoko meminta masyarakat yang mengetahui keberadaan dosennya, Habibi Suhandi untuk menghubunginya.


Dosen Universitas Brawijaya Habibi Subandi Dilaporkan Menghilang Sejak Awal Juni

34 hari lalu

Berita kehilangan Habibi Subandi, dosen Universitas Brawijaya. Istimewa
Dosen Universitas Brawijaya Habibi Subandi Dilaporkan Menghilang Sejak Awal Juni

Dosen Universitas Brawijaya Habibi Subandi menghilang. Keluarga baru tahu ketika kampus memberi tahu dosen itu tak mengajar sepekan terakhir.