Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Wawancara Tempo dengan Ucok Ekskutor Cebongan

Editor

Raihul Fadjri

image-gnews
Serda Ucok Tigor Simbolon (kanan), eksekutor penyerbuan Lapas Cebongan dan terdakwa Serda Sugeng Sumaryanto (tengah) dan Koptu Kodik mengikuti sidang pembacaan dakwaan di Yogyakarta (20/6/2013).  TEMPO/Suryo Wibowo.
Serda Ucok Tigor Simbolon (kanan), eksekutor penyerbuan Lapas Cebongan dan terdakwa Serda Sugeng Sumaryanto (tengah) dan Koptu Kodik mengikuti sidang pembacaan dakwaan di Yogyakarta (20/6/2013). TEMPO/Suryo Wibowo.
Iklan

TEMPO.CO, Yogakarta - Terdakwa penyerangan dan pembunuhan empat tahanan di  LP Cebongan Sersan Dua Ucok Tigor Simbolon siap bertanggungjawab. Pernyataan itu disampaikan Ucok di samping ruang tahanan Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta kepada Tempo, Kamis 11 Juni 2013. "Saya harus pertanggungjawabkan, ini sudah terjadi. Kalau boleh jujur, saya tidak ada  untungnya. Tetapi bagaimana sih, orang yang sudah dekat diperlakukan seperti itu," kata Ucok yang diduga mengeksekusi empat tahanan LP Cebongan hingga tewas pada 23 Maret 2013.

Berikut petikan wawancara Tempo dengan Sersan Dua Ucok Tigor Simbolon:

Apakah penyerbuan dan pembunuhan itu direncanakan?
Tidak, kalau saya tidak ditunjukkan saya tidak tahu. Dari beberapa saksi kan ada yang menunjukkan.

Menurut anda, bagaimana jalannya insiden itu?
Kejadian itu begini, sebetulnya setelah mutar-mutar mencari si Marcel, ada yang sudah mengajak pulang, ada yang sudah tidur lah, apalagi ada senior saya di situ. Kan ada bang Suprapto. Lalu ada informasi Deki dan kawan-kawan (korban penembakan) dipindahkan ke sana (Cebongan). Sebenarnya hanya mau bertanya sama Deki, dimana Marcel. Kita kesana (Cebongan) mau nanya si Marcel. Hanya ingin tahu dan tanya: “Kamu ini ada masalah apa dengan almarhum Santoso. Kok keji sekali.”

Setelah itu apa yang anda lakukan?
Saya masuk buka pintu sel itu biasa, dengan  cara biasa. Tahu-tahu saya dipukul dari balik pintu. Saya jatuh dan memegang senjata. Saat itu saya bertahan saja. Kalau ada jarak pasti ada penembakan peringatan.

Kenapa masuk sampai sel Deki?
Karena sipir tidak mau memanggil mereka. Kalau mau memanggilkan, tidak akan terjadi penembakan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Tugas sipir kan menjaga mereka?
Maaf saja, waktu itu kan mereka tidak tahu saya dari Kopassus. Tahunya dari Polda. Mereka (sipir) ternyata hal biasa jika malam menerima tahanan dibawa Polda.

Kertas berkop Polda yang dibawa itu benar?
Waduh itu kertas asal comot saja. Itu mungkin berkas istri saya. Saya tidak tahu itu berkas apa. Kan jam segitu mau masuk LP kan nggak mungkin kalau mau bezuk. Makanya satu-satunya orang yang bisa masuk adalah instansi polisi (polda). Saya teringat kan juga membawa senjata mainan (replika) juga.

Setelah penembakan itu apa yang terjadi?
Kawan-kawan yang lain di mobil itu ribut, bahkan Koptu Kodik bilang:  “Ngopo kok nembak, ngopo kok nembak.” Saya marahin, dia gak tahu
kondisi di dalam: “Sudah diam aja lu.” Sebenarnya mereka sudah mencegah saya sebelum berangkat. Intinya mas, saya datang ke LP tidak untuk menyerang. Seandainya sipir penjara itu memanggilkan si Deki ke ruang Portir, saya akan menanyakan di situ. Ketika di sel saya diserang, saya bertahan hidup. Naluri saya, senjata bagi saya tidak boleh pisah. Senjata harus melekat.

MUH SYAIFULLAH

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Kasus Mayat dalam Koper, Pelaku Pakai Uang Kantor Sebesar Rp 7 Juta

56 menit lalu

Tangkapan layar rekaman CCTV saat terduga pelaku berinisial AARN (baju hitam) bersama RM (baju pink) memasuki hotel. ANTARA/HO-Dokumentasi Prbadi
Kasus Mayat dalam Koper, Pelaku Pakai Uang Kantor Sebesar Rp 7 Juta

Pelaku kasus mayat dalam koper gunakan uang kantornya sebesar Rp 7 juta untuk kabur.


Kasus Mayat dalam Koper, Polisi Sebut Korban Sempat Minta Dinikahi Pelaku

2 jam lalu

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers kasus penemuan mayat dalam koper di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat, 3 Mei 2024. TEMPO/Han Revanda Putra.
Kasus Mayat dalam Koper, Polisi Sebut Korban Sempat Minta Dinikahi Pelaku

Polisi mengungkap motif pembunuhan kasus mayat dalam koper.


Pembunuhan Wanita Mayat dalam Koper di Bekasi, Polisi Ungkap Peran Adik Kandung Pelaku

3 jam lalu

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers kasus penemuan mayat dalam koper di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat, 3 Mei 2024. TEMPO/Han Revanda Putra.
Pembunuhan Wanita Mayat dalam Koper di Bekasi, Polisi Ungkap Peran Adik Kandung Pelaku

Adik tersangka pembunuhan wanita di kasus mayat dalam koper itu sempat melarikan diri usai membantu kakaknya.


Pelaku Pembunuhan di Bandung Beli Koper Dua Kali, Pertama Kekecilan Tak Bisa Memuat Tubuh Korban

3 jam lalu

Tangkapan layar rekaman CCTV saat terduga pelaku berinisial AARN (baju hitam) bersama RM (baju pink) memasuki hotel. ANTARA/HO-Dokumentasi Prbadi
Pelaku Pembunuhan di Bandung Beli Koper Dua Kali, Pertama Kekecilan Tak Bisa Memuat Tubuh Korban

Pelaku pembunuhan perempuan di Bandung yang mayatnya dimasukkan dalam koper membeli koper usai menghabisi nyawa korban.


Altaf Pembunuh Mahasiswa UI Divonis Penjara Seumur Hidup, Jaksa Ajukan Banding

19 jam lalu

Sidang tuntutan Altafasalya Ardnika Basya,  terdakwa pembunuhan mahasiswa UI Muhammad Naufal Zidan di Pengadilan Negeri Depok, Kecamatan Cilodong, Depok, Rabu, 13 Maret 2024. Foto : Humas Kejari Depok
Altaf Pembunuh Mahasiswa UI Divonis Penjara Seumur Hidup, Jaksa Ajukan Banding

JPU akan banding setelah majelis hakim menjatuhkan vonis seumur hidup terhadap Altaf terdakwa pembunuhan mahasiswa UI Muhammad Naufal Zidan.


Pembunuh Mayat dalam Koper Diduga Tak Sendirian Membunuh Korban

1 hari lalu

Tangkapan layar rekaman CCTV saat terduga pelaku berinisial AARN (baju hitam) bersama RM (baju pink) memasuki hotel. ANTARA/HO-Dokumentasi Prbadi
Pembunuh Mayat dalam Koper Diduga Tak Sendirian Membunuh Korban

Polisi saat ini masih mendalami keterlibatan orang-orang yang diduga membantu pelaku pembunuhan korban yang mayatnya ditemukan dalam koper.


6 Fakta Pembunuhan Wanita Asal Bandung dalam Koper, Pelaku Butuh Uang Buat Nikah

1 hari lalu

Penampakan koper yang berisikan mayat wanita ditemukan di Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, pada Kamis, 25 April 2024. Foto: ANTARA/HO
6 Fakta Pembunuhan Wanita Asal Bandung dalam Koper, Pelaku Butuh Uang Buat Nikah

Fakta-fakta penemuan mayat wanita asal Bandung dalam koper yang menjadi korban pembunuhan rekan kerjanya.


Polisi Ungkap Mayat Perempuan dalam Koper Sempat Disetubuhi sebelum Dibunuh

1 hari lalu

Tangkapan layar rekaman CCTV saat terduga pelaku berinisial AARN (baju hitam) bersama RM (baju pink) memasuki hotel. ANTARA/HO-Dokumentasi Prbadi
Polisi Ungkap Mayat Perempuan dalam Koper Sempat Disetubuhi sebelum Dibunuh

Polisi mengungkapkan Ahmad Arif Ridwan Nuwloh (29) menyetubuhi RM, sebelum membunuhnya dan mayat perempuan itu ditemukan di dalam koper di Cikarang.


Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Perempuan dalam Koper: Diambil Uangnya karena Mau Menikah

1 hari lalu

Penampakan koper yang berisikan mayat wanita ditemukan di Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, pada Kamis, 25 April 2024. Foto: ANTARA/HO
Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Perempuan dalam Koper: Diambil Uangnya karena Mau Menikah

Dari hasil pemeriksaan tersangka, diketahui motif pembunuhan adalah uang.


Pelaku Pembunuhan Wanita dalam Koper Berencana Gelar Resepsi Ahad Besok

1 hari lalu

Tangkapan layar rekaman CCTV saat terduga pelaku berinisial AARN (baju hitam) bersama RM (baju pink) memasuki hotel. ANTARA/HO-Dokumentasi Prbadi
Pelaku Pembunuhan Wanita dalam Koper Berencana Gelar Resepsi Ahad Besok

Pelaku pembunuhan ditangkap di rumah istrinya di Palembang