Sopir Fathanah Mengaku Serahkan Duit kepada Luthfi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka korupsi pengurusan impor daging sapi Ahmad Fathanah bersaksi pada sidang dugaan suap impor daging sapi di Pengadilan Tipikor, Jakarta (17/5). Sidang hari ini mendengar keterangan Luthfi Hasan Ishaaq, Maharani Suciono dan saksi lainnya. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Tersangka korupsi pengurusan impor daging sapi Ahmad Fathanah bersaksi pada sidang dugaan suap impor daging sapi di Pengadilan Tipikor, Jakarta (17/5). Sidang hari ini mendengar keterangan Luthfi Hasan Ishaaq, Maharani Suciono dan saksi lainnya. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta -Sefti Sanustika, Isteri Ahmad Fathanah--tersangka kasus suap kuota impor daging sapi dan pencucian uang, diduga pernah memberikan bingkisan berisi duit untuk Luthfi Hasan Ishaaq. Informasi dari dokumen yang diterima Tempo menyebutkan Sefti memerintahkan supirnya untuk memberikan bingkisan ini sekitar bulan Oktober 2012.

    "Saya diminta untuk mengantar langsung sebuah tas plastik warna hitam," kata Nurhasan, supir pribadi Fathanah, seperti tertulis dalam dokumen itu.

    Nurhasan menyebutkan pada pukul 13.00-14.00 WIB Sefti memintanya mengantarkan sebuah bingkisan untuk Luthfi yang waktu itu masih Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di tempat pengisian bahan bakar di daerah Pancoran. Dengan mengendarai mobil Alphrad warna putih, dia berangkat bersama Sefti dari rumah Sefti di Permata Depok.

    Sefti kemudian minta diturunkan di Margonda City Sefti. Sefti, kata dia, menyuruhnya menjemput kembali saat bingkisan sudah sampai ke tangan Luthfi. "Dia (Sefti) tidak ikut bertemu dengan Luthfi," kata Nurhasan yang menjelaskan saat kejadian Fathanah tidak berada di Jakarta.

    Tak lama berselang, di tempat parkir pom bensin Pancoran, dia memarkir mobil di samping mobil VW Cavarelle kepunyaan Luthfi. Dia keluar dan menyerahkan tas plastik warna hitam itu kepada Luthfi. Dia baru tahu tas plastik itu berisi duit saat melihat Luthfi membukanya dalam mobil. Luthfi kemudian menghitung duit itu. "Udah cukup," kata Luthfi berdasarkan dokumen tadi. Kemudian dia segera pergi menjemput Sefti.

    Sefti belum bisa dihubungi. Managernya Mila yang mewakilinya mengatakan tidak tahu peristiwa ini. "Soal informasi bisa lewat saya, tapi kalau soal ini saya tidak tahu sama sekali," kata Mila.

    Saat diminta menyambungkan dengan Sefti, dia menolak. Alasannya semua urusan Sefti harus melalui dia. Latif saudara sepupu Sefti juga mengatakan hal sama. Sefti tidak bisa dihubungi langsung, harus lewat managernya. (Baca Lengkap: Ahmad Fathanah)

    RAMADHANI

    Topik terhangat:
    PKS Vs KPK | E-KTP | Vitalia Sesha | Perbudakan Buruh


    Berita lainnya:

    EDISI KHUSUS Cinta dan Wanita Ahmad Fathanah
    Meski Sepesawat, Tifatul 'Ngaku' Tak Kenal Fathanah
    Luthfi-Fathanah Giring Menteri Suswono


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.