Semeru Ditutup Total

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gunung Semeru dilihat dari Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. TEMPO/David Priyasidharta

    Gunung Semeru dilihat dari Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. TEMPO/David Priyasidharta

    TEMPO.CO, Malang--Jalur pendakian Gunung Semeru ditutup total untuk revitalisasi ekosistem dan perbaikan jalur pendakian selama 15 hari. Sejak peringatan kemerdekaan 17 Agustus lalu, ribuan pendaki memadati kawasan Gunung tertinggi di Pulau Jawa. "Agar vegetasi kembali pulih," kata juru bicara Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Bambang Rudi, Jumat 7 Desember 2012.

    Sepanjang jalur pendakian dievaluasi, serta dipasang rambu dan papan penunjuk jalur pendakian, terutama mulai Pos Ranu Peni, Senduro, Lumajang hinggga puncak Mahameru. Apalagi, sejumlah papan dan rambu diketahui rusak dan hilang. Selain itu, juga dilakukan kegiatan membersihkan sampah di sepanjang jalur pendakian. "Terkumpul puluhan karung sampah," katanya.

    Sampah diolah di Ranu Pani perkampungan terdekat dari puncak Semeru. Kerja bakti membersihkan sampah dilangsungkan selama sepekan penuh diikuti sekitar 2 ribu pecinta alam dari berbagai daerah di Nusantara. Tujuannya, untuk memperbaiki lingkungan dan menjaga kelestarian dan keasrian pegunungan di kawasan Semeru.

    Selain itu, juga memberikan kesempatan satwa yang berada di kawasan TNBTS untuk bergerak bebas dan berkembang biak. Lantaran, selama pendakian sejumlah satwa terganggu dan tak bisa berkembang biak. Dijadwalkan jalur pendakian kembali dibuka 15 Desember mendatang. Sesuai rekomendasi badan pusat vulkanologi dan migas bencana, pendakian maksimal hingga kalimati. "Demi keamanan dan keselamatan pendaki," katanya.

    Kepala Balai Besar TNBTS, Ayu Dewi Utari mengatakan tim tengah diturunkan untuk mengevaluasi kawasan. Selama akhir tahun, pendakian ke Semeru dibatasi maksimal 600 pendaki. Pendakian dilakukan untuk mencegah kerusakan kawasan. "Pendaki terus diawasi, jangan sampai melanggar," katanya.

    Sebelumnya ditemukan banyak pendaki yang melanggar dan nekat mendaki ke puncak. Terakhir, seorang pendaki tersesat selama empat hari. Ia nekat mendaki ke puncak Semeru, namun tersesat di sekitar kali mati karena tak mengetahui jalur turun dari puncak Semeru.

    EKO WIDIANTO

    Berita populer:
    Mega Pun Ikut Sindir Soal Hambalang
    Seperti Apa Ganjil Genap Ala Jokowi?
    Alphard Misterius Datangi Rumah Choel Mallarangeng
    Di Rumah Choel Mallarangeng Berseliweran Mobil Mewah
    Ini Status dan Isi Surat Cegah Andi Mallarangeng


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.