25 Orang Tewas Saat Perjalanan Mudik di Banten

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • MULAI MENINGKAT. Beberapa kendaraan masuk ke dalam kapal penyeberangan dermaga di Pelabuhan Merak, Banten. Pada Jumat (26/9) malam arus lalulintas mudik yang masuk ke pelabuhan sudah mulai meningkat. ANTARA/VEGA

    MULAI MENINGKAT. Beberapa kendaraan masuk ke dalam kapal penyeberangan dermaga di Pelabuhan Merak, Banten. Pada Jumat (26/9) malam arus lalulintas mudik yang masuk ke pelabuhan sudah mulai meningkat. ANTARA/VEGA

    TEMPO.CO, Serang -Selama musim mudik Lebaran 2012, jumlah kecelakaan lalu lintas baik roda dua maupun roda empat yang terjadi di wilayah hukum Polda Banten sebanyak 69 kasus kecelakaan. Dari jumlah itu, sebanyak 25 orang tewas.

    Berdasarkan data dari Posko Terpadu Operasi Ketupat Kalimaya Polda Banten 2012, dari 69 kasus kecelakaan yang terjadi, korban tewas tercatat 25 jiwa, luka parah 47 orang, dan luka ringan 71 orang. Dengan kerugian materil mencapai Rp 284,3 juta.

    "Jumlah angka kecelakaan arus mudik tahun ini menurun jika dibandingkan tahun lalu, " kata Ketua Posko Operasi Ketupat Kalimaya Polda Banten 2012 Ajun Komisaris Besar Riko, Selasa, 28 Agustus 2012.

    Tercatat 71 kasus kecelakaan, korban tewas 33 jiwa, luka parah 41 orang, dan luka ringan 82 orang, dan kerugian materil Rp 525,9 juta. Kasus kecelakaan itu terjadi di beberapa titik, diantaranya di jalan tol 5 kasus, jalur arteri 26 kasus, jalur alternatif 11 kasus, dan di jalur lain yang mencapai 10 kasus. "Kecelakaan terbanyak melibatkan kendaraan roda dua yang mencapai 69 persen," ujarnya.

    Menurut Riko,  jumlah angka kecelakaan arus mudik hingga arus balik Lebaran 2012 dari H-8 hingga H+8 menurun jika dibandingkan dengan jumlah kecelakaan pada Lebaran 2011.

    Selama arus mudik hingga arus balik Lebaran 2012, tercatat ada 69 kasus kecelakaan lalu lintas, sedangkan pada arus mudik hingga arus balik Lebaran 2011 tercatat 71 kasus. "Memang tujuan utama Operasi Ketupat Kalimaya 2012 untuk menekan angka kecelakaan," kata Riko.

    Riko mengatakan, banyaknya kasus kecelakaan lalu lintas disebabkan faktor human error (kesalahan manusia) yang mencapai 90 persen. "Seperti mengantuk, berkendara dengan kecepatan tinggi, dan mendahului," ujarnya.

    Berdasarkan catatan PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Merak, hingga Senin 27 Aguistus pukul 08.00, jumlah penumpang mencapai 20.448 orang, kendaraan roda dua 571 unit, bus 201 unit, dan jumlah truk 331 unit. Dari 40 unit kapal yang berada di lintasan Merak-Bakauheni, 30 kapal beroperasi dengan jumlah perjalanan kapal mencapai 50 trip.

    "Puncak arus mudik tetap terjadi pada Sabtu dan Minggu 26 Agustus. Kalau hari ini adalah penumpang yang sengaja pulang untuk menghindari kepadatan," kata General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Supriyanto.

    WASI'UL ULUM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.