Mogok Massal Pekerja Sektor Perkayuan di Kalimantan Timur Berlanjut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Samarinda:Sedikitnya 50 ribu pekerja sektor perkayuan dan kehutanan yang tergabung dalam Serikat Pekerja Pekayuan dan Kehutanan (SP Kahutindo), Senin (28/1) ini, kembali menggelar aksi mogok massal di perusahaan masing-masing. Pasalnya, pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kal-Tim) menolak tuntutan pekerja untuk menaikkan Upah Minimum Sektor Provinsi (UMSP) sebesar Rp 66.300,- per bulan. “Gubernur Kaltim (Suwarna AS, -Red) justru sangat memperhatikan kondisi perusahaan daripada pekerja. Keputusan itu nampak sekali dukungan pemprov (Pemerintah Provinsi –Red) terhadap perusahaan. Masak ada Gubernur yang [mau] digertak oleh perusahaan, kalau UMSP diatas Rp 53.000,-“ ujar Ketua SP Kahutindo Kaltim Khairul Anan kepada Tempo News Room di Sekretariat SP Kahutindo. Pihak pekerja, kata Khairul, akan terus mogok sampai gubernur mengabulkan tuntutan mereka. Berdarakan pantauan Tempo News Room di tiga lokasi yakni PT Kalimanis, PT Sumalindo, dan PT Sumbermas, tampak para pekerja tak melakukan aktivitas apapun. Hanya pekerja yang tidak tergabung dalam SP Kahutindo yang tetap bekerja. “Silakan kalau ada pekerja yang tidak tergabung dalam SP, dan bagi perusahaan yang sepakat dengan tuntutan sebesar Rp 66.300,-, para pekerja dianjurkan untuk tidak melakukan mogok massal,” ungkap dia. Aksi mogok dimulai sejak pukul 10.30 WITA dan hingga berita ini diturunkan masih berlangsung tanpa mendapat pengamanan khusus dari aparat. (Rusman)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.